Warung Bebas

Rabu, 07 November 2007

saya harus bagaimana...

loh, bapak kerja di sini ya. saya baru tahu. saya habis nganterin undangan di...
saya jadi terheran-heran manakala disapa bapak itu. saya sama sekali tidak mengira bapak itu akan menegur dengan ramahnya. heran? tentu saya heran karena kala berjumpa di rumah si bapak itu, entah jaim, entah pewe, cuma menegur ala kadarnya. saya tetap heran. mengapa ada orang-orang baca tetangga gitu loh yang kalau di rumah irit alias hemat dengan kata-kata. namun saat di luar rumahnya, katakan di angkot atau bertemu di suatu tempat, jadi suka mengobral kata. jadi sepertinya sohib banget. herannya saya itu sama dengan tetangga satu kompleks tapi beda blok yang beberapa kali bertemu di masjid namun manakala bertemu di luar, katakanlah di angkot, eh malah gak kenal. heran bercampur bingung saya. coba saya harus bersikap bagaimana?

0 komentar em “saya harus bagaimana...”

Posting Komentar

 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger