Warung Bebas

Senin, 10 Desember 2007

Selamat Ulang Tahun, Ayah


Hari ini tepat 10 Desember, hari ulang tahun ayahandaku tercinta.. Selamat Ulang Tahun buat Ayahanda dari anakmu ini.. Doa tak henti-hentinya dan selalu kupanjatkan untukmu, semoga engkau diberikan panjang umur, kelimpahan rezeki, kesehatan, dan kekuatan untuk terus memimpin keluarga. Amin...!

Jumat, 07 Desember 2007

Gathering #2 TPC

Acara gathering kedua komunitas blogger Surabaya ini diadakan di area terbuka di taman Bungkul Surabaya. Acara ini banyak membahas tentang bagaimana slogan dan jargon yang cocok digunakan untuk TuguPahlawan.Com ini, serta seperti apakah logo dan lambang dari komunitas blogger Surabaya ini.

Ada sekitar 17 orang yang hadir kurang lebihnya, ada wajah-wajah lama seperti Cempluk, Khuclukz, Chiw, Arul, Bayu, Dirga, Rizky dll. Namun juga dibalik itu semua antusiasme blogger lainnya pun tak kalah hebatnya. Ada wajah-wajah baru yang tampak diantara beratus-ratus orang yang ada di taman Bungkul itu. Mereka itu antara lain Ai, Sharon dan pasangannya, Dion, Mahma, Anas, Gandhi, Pram dll lah pokoknya. Saya dan Khuclukz datang pertama di taman Bungkul. Sekitar jam 6.55 malam kami sudah nyampai di taman kota itu. Sambil menunggu rekan yang lain kami mencari tempat yang cocok untuk ditempati, dan terpilihlah area di sekitar bundaran taman Bungkul tempat terdapat semacam tenda dan papan pengumuman itu. Cempluk dan Bayu pun menyusul sekitar 10 menit berikutnya. Blogger lain baru menyusul 10-20 menit berikutnya. Biasa inilah Indonesia, jam karet hehehe...

Acara pun dimulai pada pukul 7.35 malam dan seperti biasanya, perkenalan dan basa-basi. Setelah itu diskusi dan ngobrol-ngobrol tentang bagaimana harapan masing-masing blogger tentang kelanjutan dari TPC ini. Mau dibawa ke arah mana dan seperti apa perwujudannya. Serta tak lupa menentukan slogan dan logo dari TPC ini.

Diskusi kecil-kecilan ini pun usai saat jarum jam menunjukkan pukul 9.30 malam. Sebelumnya kami sudah janjian sama mas Budi dari DetikSurabayadotCom untuk mensingkronkan konsep rencana tentang acara kopdar akbar blogger Surabaya nantinya. Sebagian kru TPC yang masih sempat dan memiliki waktu pun langsung bergegas menuju ke kantor DetikSurabaya yang terletak persis di depan gedung PDAM Surabaya itu.

Ketika jarum panjang menunjuk angka 9 dan jarum pendek mengarah ditengah-tengah angka 9 dan 10 saya dan Khuclukz pun menjadi orang pertama yang sampai (lagi-lagi!) hehehe... Beberapa menit kemudian rekan-rekan lain sampai di depan gedung DetikSurabaya. Langsung saja kami masuk dan naik ke lantai 2 menemui mas Budi dan mas Steven yang sudah menunggu kami sedari tadi.

Pembicaraan tentang rencana kopdar akbar blogger se-Surabaya alias Pesta Blogger-nya Surabaya ini pun dimulai oleh mas Budi selaku pimpinan di DetikSurabaya. Pembicaraan lebih terkesan satu arah, tidak tahu apakah karena kru TPC yang udah ngantuk dan lapar atau karena mereka ga tau mau ngomong apa.. Hehehehe... Pokoknya iya iya aja deh.

Sekitar jam 11.00 malam sang creator TPC, Satria pun datang di DetikSurabaya setelah menempuh perjalanan 7 jam lamanya dari Salatiga. Busyett.. Perjuangan demi TPC oleh sang Satria!! Yah pembicaraan tetap didominasi mas Budi dengan konsep-konsep diselingi obrolan dan usulan dari blogger TPC. Namun mas Satria yang diharapkan muncul dengan ide-idenya seperti tenggelam ditelan capek dan lelah yang mendera setelah perjalanan jauhnya tersebut. Perbincangan pun melebar mengenai seluk-beluk pers dan pernak-pernik kehidupan seorang journalist. Bagaimana mendapatkan sebuah berita. Bahkan tentang isu Lapindo serta lumpurnya.... Hehehehehe....

Tanpa sadar jam pun berputar kencang hingga setengah satu pagi saat mas Budi terkejut melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Kru TPC yang terkantuk-kantuk (Andi Bagus, red) pun segera berharap perbincangan diselesaikan dengan sebuah kesimpulan.

Pokoknya bagi anda blogger Surabaya (dan sekitarnya), tunggu event akbar antara TPC dengan Detik.com ini segera....!! Siapkan diri kalian masing-masing di Pesta Blogger-nya Surabaya... Oke!!

Foto-foto bisa dilihat dibawah ini:




Foto1 : TPC on Taman Bungkul
(masih pake spanduk lama 10 Nov kemaren hihi)
Foto2 : TPC on DetikSurabaya
Foto3 : Dari kiri ke kanan, Cempluk ngantuk
kucek-kucek mata, Ekspresi ngantuk Cempluk,
Siwi yang terkapar terkantuk-kantuk kelaparan


Posting Terkait:
Gathering #1 TPC

menindas turun-temurun...

bos kecil mendatangi.
"besok jangan lupa ya pak," sambil senyum-senyum
'ada apaan?' menolak halus
"besok supervisi recording ditemenin si fulan," masih berusaha senyum
'recording?' kura-kura dalam perahu
"iya pak, cuma tagline kok," senyum mulai kecut
'tapi pak saya masih ada kerjaan lain,' menolak mulai kasar
"ya sudah nanti saya lapor ijin sama bos bapak," makin kecut senyumnya

tak lama. langkah kaki menuju meja. bos besar.
"pak, besok tolongin saya," senyum penuh kemenangan
'tolong?' berusaha senyum juga
"iya pak, recording...,"
'tapi saya masih ada kerjaan itu,' menghindar
"ah, itu sih nggak usah dikerjain dulu," setengah memaksa

esoknya. bawahan si bos kecil mendatangi.
"kita berangkat jam berapa," sekadar mematuhi perintah bos kecil
'kamu tahu tempatnya,' agak kesal
"driver fulan juga tahu," jawaban ngasal
'kamu tahu tidak,' mulai naik
"kan ada petanya," masih ngasal
'terus kamu sudah tahu, kita mau recording apa?'
"lho, bukannya udah dikasih tahu kemaren," gak tahu, ngeselin
'kamu telpon si bos kecil. tanyain apa yang mau dikerjain,' kesel, pengin marah
"recording cuma tagline aja kok," setelah menelepon bos kecil
'bagian atas di-take juga gak?' makin kesel.
"nggak tahu," sekadar menjeplak
'telepon lagi si bos kecil,' muntab rasanya.
semakin tinggi jabatan semakin besar kekuasaan menyuruh 'meminta' tolong kepada yang di bawah. bos besar kepada bos kecil. bos kecil turun kepada bukan bos. akhirnya bukan bos menindas yang dibawahnya dan berlaku seperti bos. cape deh.

Rabu, 05 Desember 2007

Hujan, Mati Lampu, Tidur Nyenyak, Banjir

SUATU HAL YANG (KADANG) BERSINERGI



Ada perasaan senang bercampur sedih ketika hujan turun. Hati berubah menjadi senang karena tanah yang lama tak merasakan guyuran air hujan kini telah terbasahi oleh derasnya air hujan yang turun dari langit sana, aroma tanah yang tersirami hujan sangat khas menusuk hidung, begitu pula aspal yang tiba-tiba mengeluarkan uap seperti asap itu. Semuanya bisa membuat hati mendadak menjadi melow dan senang. Begitupula dengan udara yang semula panas menyengat kulit yang sudah menghitam ini yang sontak menjadi dingin tatkala tetesan air hujan mulai mendarat di permukaan bumi ini.

Sejuk udara bisa membuat kepala terasa berat, kelopak mata tak kuasa menahan berat bebannya, dan semua seperti hamparan kasur yang luas. Hujan yang turun bisa membuat nafsu tidur kita meningkat berlipat-lipat. Udara yang nyaman untuk membuat kita terlelap dalam tidur nyenyak. Apalagi jika saat hujan cukup deras seringkali terjadi itu yang namanya listrik padam, alias mati lampu padahal tidak hanya lampu yang mati, kulkas, ac, televisi pun mati hehehehe.... Listrik yang padam pun membuat aktivitas kita terpaksa untuk dipinggirkan dulu, dan suasana dingin yang remang-remang malah semakin meningkatkan gairah tidur kita, apalagi jika ada yang menemani hahahaha...

Pikiran sedih dan khawatir pun kerapkali muncul saat hujan ini. Banjir akan menjadi momok paling menakutkan di sebagian kalangan masyarakat yang kerap menerima limpahan air hujan yang tak bisa terserap oleh tanah atau yang tersumbat di sungai yang tersumbat itu. Ya! Banjir adalah salah satu masalah serius yang tak henti-hentinya melanda bangsa ini. Kala kemarau semua kolam penampungan air yang ada kering kerontang, dan saat hujan turun tanah tak sanggup menampungnya.

Semakin sedikit kini tanah resapan air hujan, tempat dimana air hujan bisa langsung menelusup ke kedalaman bumi. Dan semakin banyak lahan yang semula terbuka untuk resapan air itu kini tertutup dengan beton-beton. Sungai yang dulu lebar dan dalam kini menjadi semakin sempit dengan berjubelnya rumah-rumah ditepian sungai dan makin dangkal dengan sumbatan sampah-sampah yang kian hari semakin menggunung. Hutan pun makin kehilangan fungsinya untuk menangkap sebagian air, kini menjadi lahan yang beralih fungsi. Pembalakan liar pun turut memberikan andil terjadinya tanah longsor dan akibatnya alam pun marah. Alam yang dulu sudah tertata rapi oleh-Nya dan sesuai dengan tugasnya masing-masing kini berubah setelah manusia pongah menempatinya....

Hujan.... Perasaan senang dan sedih bercampur saat kau turun....

seratus lima puluh...

inilah pengantar dari sini
memilih dan menentukan album musik indonesia dari kurun waktu dasawarsa '50-an hingga sekarang bukanlah perkara ringan. apalagi kemudian merangkumnya menjadi 150 album terbaik. dan itulah yang kami lakukan. mencoba melihat cetak biru karya anak bangsa ini. sebuah pekerjaan yang tak mudah. sesuatu yang musykil-musykil gampang. Karena musik yang dipilih bermuasal dari berbagai genre, ada pop, rock, jazz, r&b, dangdut, progressive rock, eksperimental, dan banyak lagi yang masing-masing memiliki karakter dan pesona tersendiri. subyektivitas berupa selera pribadi dari awal memang harus disingkirkan jauh-jauh.
ini dia sebuah kerja raksasa para rollingstoner indonesia. memetakan seratuslimapuluh album indonesia terbaik tentu bukan pekerjaan gampang. bayangkan sendiri :d. terus, biasanya sih, umumnya, ada suara-suara yang menggugat atau menyangsikan pekerjaan ini. dan, ini hal biasa kan di negara kita yang berbendera merah putih.

cerita selengkapnya bisa anda baca di rolling stone special collectors' edition, yang (sudah) terbit di bulan desember 2007. harganya? pastinya lebih mahal dari edisi reguler. rasanya sih tidak rugi membeli yang ini.

Senin, 03 Desember 2007

Mike Goes to Asian Idol



Semoga suara emas Mike Mohede bisa membawanya menjadi jawara di ajang tingkat Asia ini.... Mike Mohede is the next Asian Idol... Go go go Mike!

Untuk melihat bagaimana suara emas dan perjuangan Mike menuju Asian Idol dengan tiga Idol lainnya, berikut ini adalah lagu yang dibawakan Mike pada waktu itu:
Mike Mohede - Sempurna.mp3
Mike Mohede - I Believe I Can Fly.mp3

Minggu, 02 Desember 2007

negeri enak, enak swasta...

'kalau anak-anak yang sekolah di swasta santai ya bu,'
"iya, sekolahnya cuma lima hari seminggu,"
'enak ya bu,'
"kamu kan juga dulu pernah di sekolah swasta,"
'iya bu. tapi sejak pindah ke sekolah negeri malah kebalikannya,'
"sekolahnya senin sampai sabtu,"
'ditambah lagi hari minggu ada les. belum lagi pramuka,'
"tapi sejak di sd negeri kamu kan malah lebih banyak nonton teve,"
'hehehe... iya sih. ada untungnya bisa ngikutin naruto,'
"tuh kan malah seneng dong,"
'tapi bu, ayah kok kebalikan aku yah,'
"kebalikan bagaimana?"
'ayah kan di swasta tapi kok gak santai seperti aku dulu waktu sekolah di swasta,'
"oh, itu maksud kamu. pegawai negeri malah santai nak,"
'santai bagaimana bu?'
"jam masuknya bisa diatur sendiri. pulang juga boleh sesuka hati,"
'ah, ibu, bercanda ni. bukannya seperti sekolah negeri bu. ada aturannya,'
"yah memang ada peraturannya. malah ada undang-undangnya segala,"
'tapi kok bisa santai?'
"wah, susah menjelaskannya anakku,"
'loh, kita kan sedang ngomongin ngrasani (kata ayahnya nanda) ayah,'
"eh, iya ya. ayah di swasta tapi tidak santai,"
'sabtu masuk. eh, minggu kok ngantor juga,'
"ya, begini inilah hidup nak,"
sepenggal percakapan ibu dan anak. antara ngrasani dan diskusi kadang beda tipis. antara 'protes' (nanda) dan penjelasan (ibu) jadi samar-samar. ah, hidup memang bukan untuk didiskusikan anakku. hidup untuk dilakoni seturut kehendak gusti allah. atau...
 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger