Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label music. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Agustus 2008

rekues lagu dong...

enak kali ya bisa maen gitar buat bikin rayuan gombal... hare gene ngerayu wanita sambil maen gitar? cuma ada di sinetron atawa felem kale :d. secara yang nyata sudah jarang atau barangkali sudah tidak ada. atau sudah dianggap kuno atau kampungan.

susahkah main gitar? tidak, kalau mau belajar. dan, belajar kan bisa dengan berbagai cara. autodidak, misalnya, alias belajar sendiri. cara lain yah lewat kursus. wah, lewat kursus mahal dong.


yah, iyahlah :d. kalau kursusnya di tempat-tempat kursus yang kondang seperti merek salah satu gitar (yang juga merek sepeda motor :d). biaya pendaftarannya saja ratusan ribu ditambah lagi biaya bulanan. terus kalau fulus pas-pas-an berarti peluang tertutup? jangan cepat menyerah dan putus asa dulu.

kini ada tempat kursus dengan biaya yang (relatif) murah. kok bisa sih? tentu bisa kalau mau. pernah dengar akuztix? tempat ini mengklaim dirinya sebagai tempat belajar gitar akustik terbaik. terus biaya pendaftaran serta biaya kursus yang sangat murah! selain sistem kursus bulanan seperti biasa, ada juga program 'instan' sepuluh kali datang dan selesai bisa main gitar. ada pilihan klasik, pop dan jazz.

...enaknya di tempat kursus ini kita boleh request lagu...
loh, instan? yang 'serba-cepat' gini kan biasanya suka gak bagus. eits, jangan terburu-buru mengetuk palu vonis. biar instan sang instruktur punya kurikulum yang jelas. metode belajar mengajar juga sistematis agar setiap murid mengalami kemajuan yang pesat dalam ilmu teori maupun keterampilan. nah, dengan program yang jelas dan terstruktur pada akhirnya terpulang kepada masing-masing individu (peserta). ingin maju teruskah, jalan di tempat atau putus di tengah jalan.

tertarik? ah, saya sudah tua. bukankah musik adalah bahasa universal, jadi, sejatinya, tidak ada batasan usia. mau paruh baya atau remaja tak menjadi masalah. malahan kalau mengambil sistem private alias perorangan, anda bisa mempelajari lagu yang anda sukai saja. dengan kata lain bisa rekues lagu. tinggal bawa kasetnya dan sang instruktur akan membuatkan partiturnya.

ah, saya tak mampu baca 'toge'. Jangan takut, pengajarnya akan dengan senang hati membuatkan notasi angka. ah, saya...

Kamis, 17 April 2008

weekend with the vampire...

gara-garanya, eh, sok ikut-ikutan nanda dengerin ini. malah jadi keterusan. di angkot jadi manusia egois sambil mulut komat-kamit dengan telinga dipasangin earphone. di antara informasi jualan alias pariwara ada satu lagu yang menarik perhatian. iramanya agak-agak aneh (kalau tidak mau dibilang asing :d). pas ni lagu diputerin saya sudah siap-siap mendengarkan untuk mencari tahu siapa penyanyinya. tapi, kalo gak kelewatan ya gak dikasih tahu sama penyiarnya. baru tadi saya berhasil mengetahui grup bandnya. agak aneh juga namanya, barangkali karena band indie seperti ditulis di sini:
Vampire Weekend is an indie rock band from New York City signed to XL Recordings.
nah, lagu yang ke-sering-an saya denger itu judulnya juga kayak rute mikrolet: M79. mari ber-indie-ria... yuk maree... (sst, dengerin pake earphone di mari).

Senin, 18 Februari 2008

cd, kuno ah...

era cd — sebagai media penyimpan lagu — akan segera berakhir? coba simak kata ini yang saya kutip:
Sebuah perangkat alternatif baru telah ditawarkan kepada para pencinta musik dunia. CD, yang selama ini digunakan sebagai perangkat penyedia lagu, kini memiliki pesaing, Flash Drive. Arah perubahan ini mulai dapat terlihat dengan dirilisnya album The Bedlam in Goliath dari grup The Mars Volta dalam bentuk flash drive.

Melalui perangkat ini pengguna akan mudah menikmati musik kesukaannya. Cukup mengoneksikannya ke USB drive computer. Di samping lagu, pengguna pun dapat menikmati feature lainnya. Sebagai contoh dalam album The Bedlam in Goliath tersedia album artwork dan video dari grup The Mars Volta.
wah, terlalu gegabah kalau saya mengambil kesimpulan seperti di atas :d. akan mengarah ke sana, barangkali, lebih tepat dikatakan demikian. flash drive dibandingkan dengan cd mempunyai beberapa kelebihan. dari segi bentuk, misalnya, bisa dibuat beraneka rupa. (contoh paling jelas ya seperti gambar di atas :d, bentuk lain bisa ditanyakan sama paman gugel). daya tampung juga bisa lebih banyak. bukan cuma lagunya saja yang masuk tapi bisa diimbuh video, gambar atau apapun yang berbentuk digital. asyik kan.

nah, kapan yah para musisi indonesia membuat album dalam flash drive. wah, nanti dibajak. loh, kan bisa di-protect dengan password. lah, kan bisa di-hack. halah, kalo berputar-putar di sini kapan mau maju sih? jangan-jangan ini hanya harapan berlebihan ya?

Rabu, 05 Desember 2007

seratus lima puluh...

inilah pengantar dari sini
memilih dan menentukan album musik indonesia dari kurun waktu dasawarsa '50-an hingga sekarang bukanlah perkara ringan. apalagi kemudian merangkumnya menjadi 150 album terbaik. dan itulah yang kami lakukan. mencoba melihat cetak biru karya anak bangsa ini. sebuah pekerjaan yang tak mudah. sesuatu yang musykil-musykil gampang. Karena musik yang dipilih bermuasal dari berbagai genre, ada pop, rock, jazz, r&b, dangdut, progressive rock, eksperimental, dan banyak lagi yang masing-masing memiliki karakter dan pesona tersendiri. subyektivitas berupa selera pribadi dari awal memang harus disingkirkan jauh-jauh.
ini dia sebuah kerja raksasa para rollingstoner indonesia. memetakan seratuslimapuluh album indonesia terbaik tentu bukan pekerjaan gampang. bayangkan sendiri :d. terus, biasanya sih, umumnya, ada suara-suara yang menggugat atau menyangsikan pekerjaan ini. dan, ini hal biasa kan di negara kita yang berbendera merah putih.

cerita selengkapnya bisa anda baca di rolling stone special collectors' edition, yang (sudah) terbit di bulan desember 2007. harganya? pastinya lebih mahal dari edisi reguler. rasanya sih tidak rugi membeli yang ini.

Kamis, 29 November 2007

kaset bukan keset...

hare gene masih dengerin kaset...
dulu di masa keemasan kaset, nyantelin walkman ke pinggang rasanya sudah keren abiiisss. kemana-mana dicantelin. pokoknya harus ada tuh barang satu. namun, kini, masa keemasan kaset nampaknya sudah meredup. walkman juga sekarang ada di hape. seiring dengan perkembangan teknologi, yang lagi trend adalah pemutar mp3 sejenis ipod.

namun, kalau anda punya banyak kaset janganlah dibuang atau dijadikan keset. kasihkan saja ke saya yang bersedia menampung. digitalkan saja suara-suara emas yang barangkali punya kenangan tersendiri dalam pita itu. susah?
iyalah :d. tentu tidak sepanjang kita mau belajar. sejak dulusaya pengin bisa memindahkan lagu-lagu di kaset ke harddisk. cari sana, cari sini, cari situ. juga di internet. susah ketemunya. giliran ketemu, kayaknya susah banget mau merealisasikannya. ah, sudahlah saya mengubur keinginan itu.


tapi sejak berkenalan dengan dia keinginan itu menggebu-gebu lagi. karena banyak mper yang meng-upload lagu-lagu dari kaset. untungnya, alhamdulillah, para mper baik hati dan dengan senang hati menjawab pertanyaan saya yang tidak mengerti soal ini. bertanya dengan yang satu malah direkomendasikan ke yang lain. ah, betapa beruntungnya saya :d.

secara sederhana sih, yang diperlukan adalah tape recorder (walkman juga bisa), komputer yang punya line-in alias suara masuk, kabel penghubung dari tape ke komputer dan tentu saja kaset yang mau dipindahkan suaranya. lebih lengkap silakan klik ini. di situ beliau bukan hanya menjelaskan langkah-per-langkah tapi juga menyediakan perangkat lunaknya.

terima kasih buat bapak ini. dan, last but not least, buat ini (pak dirman apa kabarnya mbak?).
 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger