Warung Bebas

Kamis, 10 April 2008

Tambal Sulam


Sedih bila melewati jalan yang berlubang dan bergelombang antara Kedamean hingga Bringkang, Menganti Kabupaten Gresik. Kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang dimana-mana membuat transportasi tak berjalan dengan lancar seperti semestinya andai saja kondisi jalan halus mulus seperti sirkuit balap internasional itu. Tersendat-sendat dan kadang kemacetan pun bisa datang tak terduga waktunya.

Seperti yang terlihat pada gambar tersebut di atas yang saya ambil pada Kamis (27/3) pagi. Dua buah truk yang sedang terjerembab dan terjebak di jalan yang penuh lubang berhadiah. Dua buah truk tersebut masing-masing terjebak pada sebuah lubang besar di tengah jalan yang membuatnya tak mampu lagi bergerak karena mengalami patah as roda. Dan truk yang satu lagi sebenarnya hendak melintas melewati bahu jalan di samping kiri truk pertama, namun justru tanah becek di tepi jalan menyebabkan truk tersebut tak bisa dikendalikan karena roda-rodanya terlanjur sudah menancap erat di tanah yang lembek sehabis diguyur hujan pagi hari itu. Dan sudah bisa ditebak, kendaraan pun berjalan merayap dan merambat untuk melewatinya. Macet lagi...

Beberapa hari selepas terjadinya insiden tersebut, tampaknya Pemkab Gresik sadar akan kritis dan gawatnya sarana transportasi yang menghubungkan antara Gresik menuju daerah selatan seperti Krian, Sidoarjo tersebut. Upaya perbaikan pun dikebut demi memperbaiki jalan-jalan yang berlubang. Apalagi di musim hujan, lubang bisa saja tak terlihat dibawah genangan air membuat pengguna jalan susah menebak mana lubang dan mana yang bukan.

Namun amat disayangkan, upaya perbaikan tersebut hanya tambal sulam saja. Taburan kerikil dengan aspal yang tak seberapa itu sepertinya (dan sudah seharusnya) tak bakal mampu menahan deru kendaraan truk-truk tronton dengan tonase berton-ton yang selalu hilir mudik melewati jalur vital ini. Entah berapa lama lagi ruas jalan ini akan awet menahan gempuran kendaraan yang melewatinya setiap hari....

Jadi ingin flashback lagi tentang tulisan saya di Wordpress :

Jalan, Gigi, dan Rambut
Jalan itu seperti Gigi yang bisa berlubang dan rambut yang kadang bergelombang.... Kalau gigi berlubang bisa dibawa ke dokter gigi, kalau dibiarkan malah bisa merusak gigi yang lain... Lantas rambut bergelombang bisa diluruskan pake alat.... Lha... Kalau jalan berlubang dan bergelombang udah bertahun-tahun, kok masih aja belum dibetulin.... Apa ini untuk membantu pencernaan kita hehe.. Biar penggilingan di perut kita lebih ringan kerjanya... Atau untuk menyenangkan anak-anak kita yang duduk di jok depan supaya serasa naik odong-odong? Hahaha...

Rabu, 09 April 2008

Ada Apa Denganmu ?

Itulah sepenggal lirik sekaligus judul dari salah satu yang dibawakan superband Peterpan. Ada apa denganmu? Ya! Ada apa denganmu, Arsenal?

Puncak dari kegelisahan hati saya meledak tadi pagi saat melihat pertandingan salah satu perempat final Liga Champion antara Liverpool melawan Arsenal. Arsenal yang dituntut harus menang atau minimal menahan imbang 2-2, 3-3, dst untuk melaju ke partai selanjutnya harus takluk secara mengenaskan di lima menit terakhir lewat berondongan dua gol, yang menghempaskannya dari ajang paling spektakuler di Eropa itu. Lima menit sebelumnya anak asuh Arsene Wenger ini mantap menjejakkan salah satu kakinya di semifinal. Tragis memang.

Ini adalah puncak kegagalan Arsenal musim ini, dimana sebelumnya telah gagal lolos di ajang Piala FA setelah dibenamkan Manchester United 4-0 pada 16 Februari lalu. Sementara di piala Carling, The Young Guns itu terpaksa menelan pil pahit setelah kalah telak 1-5 melawan Tottenham Hotspur pada 22 Januari yang lalu. Sementara itu, di ajang liga Inggris sendiri, untuk sementara Arsenal berada di posisi ketiga dibawah Manchester United dan Chelsea. Menyisakan lima pertandingan lagi, anak-anak muda London ini tertinggal 6 poin dari MU dan 3 poin dari Chelsea.

Sebelumnya, Arsenal begitu tangguh meninggalkan pesaing-pesaingnya, gap enam poin dengan posisi kedua pun pernah tercipta di Liga Inggris, namun seiring loyonya performa Arsenal poin demi poin pun hilang. Terlebih lagi dengan insiden mengerikan yang menimpa penyerang muda Eduardo da Silva yang mengalami patah kaki ditebas pemain Birmingham City, Martin Taylor, seakan menjadikan trauma mendalam bagi para pemain Arsenal.

Perjuangan berat harus dilakoni kembali minggu ini melawan seteru abadi, Manchester United. Andai harus mengalami kekalahan lagi, maka pupus sudah asa untuk meraih satu-satunya gelar di musim ini.... Oh, Arsenal ada apa denganmu?

Kalau menilik polling yang pernah saya buat bulan Oktober 2007 lalu, sepertinya ada benarnya juga hasil polling tersebut. Hiks... Ledakan-ledakan yang pernah muncul dulu kini perlahan sirna... Dan ternyata memang benar bahwa roda itu berputar... Takdir harus diterima....

Sekali lagi.... Kami sudah sangat rindu piala-piala itu!!

Minggu, 06 April 2008

'Main Pasir' di Lap Terakhir

KEJADIAN SERUPA DI MOTOGP MINGGU LALU TERULANG DI SUPERBIKE



Entah ini hanya kebetulan atau apa saya tidak tahu pasti. Yang jelas dua kejadian serupa ini masing-masing terjadi di ajang adu kecepatan kuda-kuda besi tangguh, motogp dan superbike. Anehnya lagi ini terjadi di lomba pacuan motor besar pada sirkuit yang sama-sama terletak di Spanyol. Minggu yg lalu, motogp berlangsung di sirkuit Losail, sementara hari ini di sirkuit Valencia ajang Superbike dihelat.


Kita kembali membuka ingatan seminggu yang lalu, saat ajang motogp kelas 250cc memasuki lap terakhir, dimana saat itu Alvaro Bautista dan Marco Simoncelli beradu berebut juara pertama. Namun sungguh amat disayangkan, beberapa tikungan terakhir menjelang garis finish, keduanya malah asyik bermain pasir berdua. Walhasil Mika Kalio yang semula berada di urutan 3 menggeser keduanya menjadi juara seri Spanyol.


Nah, kali ini salah satu lomba balap motor terbesar setelah motogp, Superbike, dilangsungkan di sirkuit Valencia, Spanyol. Pada race 1, dari awal lomba sangat seru masing-masing peserta berusaha merebut posisi terdepan... Memasuki pertengahan lomba, Max Neukircher yang menunggangi Suzuki mampu melejit meninggalkan pembalap lainnya. Di posisi belakangnya berturut-turut Bayliss, Lanzi dan Checa.


Charlos Checa yang notabene pembalap asli Spanyol berhasil mereduksi selisih waktu dengan tiga pembalap didepannya. Menunggangi motor Honda CBR1000RR, ia pun secara berturut-turut berhasil mendahului Lanzi dan Bayliss, menempatkannya di posisi kedua untuk sementara, tertinggal 6 detik di belakang Neukircher.


Defisit waktu lebih dari 6 detik itu pun perlahan-lahan menyusut lap demi lap seiring moncernya performa Checa. Hingga akhirnya dua lap menjelang finish hanya tersisa kurang dari 1 detik jarak Checa dengan pemimpin lomba, Neukircher yang juga berpeluang naik podium untuk pertama kalinya.


Di lap terakhir gap bergeser mendekat 0,5 detik. Dan hingga sepuluh tikungan menjelang finish pun Checa berhasil menguntit persis dibelakang Neurkircher yang semakin tertekan dan beberapa kali melakukan kesalahan karena melihat tangguhnya Checa dalam melumat defisit waktu.


Ada tiga kempatan Checa untuk mendahului Neurkicher di lap terakir itu dan memastikan diri menjadi jawara di negeri sendiri. Hingga akhirnya kesempatan itu semakin nyata di tikungan terakhir!!!


Namun amat disayangkan, mereka berdua rupanya sudah janjian bermain pasir. Bruk... Mereka pun terguling bersamaan di tikungan terakhir... Bermain pasir lah mereka berdua.


Dan beruntung bagi Lorenzo Lanzi, ia mendapat berkah dari langit. Tepat menjelang saat dua pembalap terdepan rontok, dari posisi empat ia berhasil menyodok Troy Bayliss merebut posisi tiga. Artinya tanpa dua pembalap didepan, ia pun berhasil merebut gelar juara balap Superbike, Race pertama di Spanyol. Wkwkwkwkwk. Mirip kejadian di balap motogp saat Mika Kalio mendapat berkah yang serupa, minggu lalu. Hahaha..


Saat ini saya lagi melihat serunya balap F1 dan menunggu Race kedua Superbike dimulai lagi.. Wkwkwkwk.... Moga-moga kejadian serupa tak terulang lagi... Hohoho...


Photo diambil tanpa ijin dari sini

Jumat, 04 April 2008

Kiriman Buku Pak Ersis

SEBAGAI 'KADO' ULANG TAHUN

Sore hari itu, tepat tanggal 4 April yang notabene adalah hari lahir saya, kulajukan sepeda motor saya ke arah kantor pusat TIKI Surabaya. Ya, berawal dari sebuah pesan pendek yang saya terima di kotak suara blog saya ini dari pak Ersis Warmansyah Abbas (EWA) pada pukul 23:19 WIB, atau kurang lebih satu jam sebelum peralihan angka usia saya dari 22 menuju 23 tepat pukul 00:09 WIB.


Pak Ersis, seorang dosen pada FKIP Unlam Banjarmasin dan juga seorang blogger dan penulis buku yang telah menelurkan beberapa karya dalam bentuk sebuah terbitan buku. Karya-karya buku beliau bisa anda lihat disini. Dari situ kita bisa melihat bahwa beliau sudah menulis sejak tahun 1988. Artinya sudah kurang lebih 20 tahun beliau mentransfer ide dan pikiran beliau dalam media kertas yang dijilid menjadi satu-kesatuan utuh, sebuah buku.

Ternyata pak Ersis atau bisa juga dipanggil dengan julukan abah Ersis ini telah mengirimkan sebagian buku-buku hasil karyanya ke kosan saya. Berhubung alamat yang saya berikan kepada beliau telah kadaluarsa untuk saat ini, alias saya sudah pindah alamat rumah, sehingga membuat kiriman itu tidak bisa diantarkan tepat sasaran. Walhasil demi mendapatkan kiriman buku tersebut, saya harus rela bersusah payah menunggangi kuda besi saya menuju kantor pusat TIKI Surabaya.

Sekitar pukul 15.30 WIB sore, motor yang saya tumpangi bersama kekasih hati saya akhirnya sampai di depan kantor TIKI. Selidik punya selidik ternyata untuk mendapatkan paket kiriman yang gagal terkirim ke alamat tujuan , kita harus menuju ke sebuah ruangan yang berada di belakang kantor tersebut, agak tersembunyi tapi kita mudah menjangkaunya. Dengan panduan arah seorang petugas keamanan kujejakkan kaki menuju ruang pengambilan kiriman yang terletak di samping ruangan nomor 65, menemui seseorang yang bernama Joko. "Pak Joko, saya mau mengambil kiriman ... bla bla bla....,"

Dan akhirnya paket dengan sampul warna coklat itu pun berpindah tangan. Saya memegangnya dengan penuh haru (halah). Setelah merobek kertas sampul paket tersebut, ternyata didalamnya berisi empat buah buku yang dikirimkan pak Ersis, antara lain Nyaman Memahami ESQ, Taman Banjarbaru, Menulis Mari Menulis dan Menulis Sangat Mudah.

Buku pertama adalah buku Menulis Mari Menulis. Buku yang ternyata hanya memerlukan 7 hari untuk proses penggarapannya, mulai 8 Januari 2007 hingga 14 Januari 2007 ini bersampul warna hijau muda dengan konsep sampul yang cukup minimalis. Buku setebal 170 halaman ini sangat memotivasi kita untuk menulis. Kita dibawa ke suatu hipotesis bahwa menulis itu sangat mudah, mudah dan memudahkan... Intinya tak perlu banyak bicara, lebih afdol mari menulis dan menulis.... Kita dimotivasi untuk tetap menulis dan menulis, yakin bahwa hambatan, ganjalan, rasa takut, minder, atau apapun namanya akan hilang tak berbekas lagi... Jadi Menulis Mari Menulis.

Dan satu lagi buku Menulis Sangat Mudah dengan sampul yang menarik berwarna pink. Buku setebal 184 ini terbagi menjadi 4 bab, Menulis Sangat Mudah, Proses Kreatif: Menulis Sangat Mudah, Risiko Menulis, dan Menulis Nyaman dan Menyamankan. Buku ini berisi tips-tips bagaimana caranya untuk menulis dengan mudah....

Buku yang lain sekilas saya buka, ada buku Nyaman Memahami ESQ yang sampulnya bergambar foto wajah pak Ersis dengan gaya rambut gondrong khas beliau. Buku ini terbit berawal dari kekaguman ketika ikut dalam ESQ Executive Training angkatan XXIII di JCC pada 25-28 Desember 2003. Buku ini bercerita tentang ESQ yang mampu meningkatkan potensi yang telah lama tertidur. Tersusun dari empat bagian yaitu, Jalan 'Menemukan' Allah, 'Menemukan' Allah dalam Diri, Pelatihan ESQ Menggugah Diri, dan Kendali Qolbu, Hati Nurani.

Kemudian ada buku Taman Banjarbaru yang berisi kumpulan-kumpulan puisi penulis Banjarbaru. Dahsyat puisi-puisinya...

Terimakasih yang sebesar-besarnya saya haturkan kepada pak EWA yang telah sudi mengirimkan sebagian hasil karyanya ini secara cuma-cuma kepada seorang seperti saya ini. Secara tidak sengaja dan tanpa janjian sebelumnya ini telah menjadi sebuah kado istimewa untuk memperingati hari lahir saya tahun ini. Semoga amal untuk berbagi ilmunya dibalas oleh Allah berlipat-lipat kali dengan yang lebih berharga. Amin yaa robbal alamiin....!!!


Keterangan Gambar: (atas-bawah) Skrinsut Kotak Pesan, Paket Buku dari Pak Ersis (Salah Ketik Nama tuh pak! Hehehe tapi gak papa.. Yang bener Isbandi Anang Tatur), Empat buah buku.

Kamis, 03 April 2008

Hari Lahir

Tepat pukul 12 malam lewat 9 menit.... Tanggal 4 bulan 4....

Waktu kian lama berjalan..
Menyusuri kerasnya kehidupan..
Kini bertambah usiaku...
Makin berkurang jatah umurku..

23


Rabu, 02 April 2008

Nominal Mata Uang

Nilai nominal mata uang. Ya, inilah yang membedakan uang kertas dengan kertas biasa pada umumnya... Tanpa adanya nilai nominal, uang kertas tak ubahnya hanya seperti selembar kertas yang kadang tak berarti sama sekali.

Selembar kertas itu tadi bisa kita belikan semangkuk bakso di pinggir jalan bila nilai nominal yang tercantum pada selembar uang kertas itu seharga atau melebihi harga bola dedaging yang kita santap tadi... Hehehe ya terang aja, kalau kurang berarti hutang dong, wkwkwkwkwkwk....

Nah, kaya dan miskin (secara materi) juga dihitung dari banyaknya nominal entah itu berupa uang dan barang berharga lainnya. Si fulan tanahnya sekian hektar senilai sekian rupiah, deposito sekian rupiah, motor mobil dan rumah sekian rupiah, dll. Jadi dalam hidup ini, nominal itu sangat krusial. Wekekeke...

Nah, nilai nominal itu sendiri adalah nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang, misalnya seratus ribu rupiah (Rp 100.000). Berarti uang juga memiliki nilai tukar. Sementara itu, nilai tukar atau daya beli uang adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang. Sementara nilai tukar atau harga sebuah mata uang negara tertentu terhadap mata uang negara yang lain. Inilah yang biasanya disebut dengan kurs.

Dengan adanya kurs atau nilai tukar mata uang ini menyebabkan mata uang di masing-masing negara itu berbeda nilai tukarnya meskipun nilai nominalnya sama. Satu dolar Amerika jika dibawa ke Indonesia mungkin seharga Rp 9200-an. Atau gaji seorang David Beckham selama sepekan saat ia di Real Madrid adalah sebesar US$ 500.000 lebih.. Jika disetarakan dengan Rupiah maka dalam hitungan 7 hari, pundi-pundi uang Beckham bertambah sebanyak Rp 4,6 Milyar... Wkwkwkwk....


Uang 10 Juta Dollar Zimbabwe dan Perbandingannya
Gambar dicomot dari portofolio.com dan entah...

Dan yang sedang heboh adalah apa yang tengah terjadi di salah satu negeri di benua hitam Afrika, Zimbabwe, semenjak terjadinya inflasi gila-gilaan hingga hampir mencapai 100000%, saat ini 1 Dollar Amerika seharga 50.000.000 Dollar Zimbabwe. Mengutip Kompas (28/03) "Saat ini nilai tukar satu dollar AS setara dengan 50 juta dollar Zimbabwe. Tingkat inflasi yang tinggi ini menyebabkan rakyat sulit memenuhi kebutuhan pokok, seperti kebutuhan pangan. Untuk memperoleh roti saja, warga harus membayar 20 juta dollar Zimbabwe."

Nah, jika anda meluangkan waktu singgah di bumi Zimbabwe dan anda kebelet pipis, bayangkan anda harus menyiapkan uang sebanyak 5.000.000 (lima juta) dollar Zimbabwe. Hehehehe iya kalau tiket toilet-nya kaya di Jakarta seribu rupiah sekali cur.....! Wkwkwkwk....

Selasa, 01 April 2008

darah biru bukan merah...

bertemu teman lama memang menyenangkan. segala cerita jaman dulu keluar berhamburan. dari yang sedih sampai yang gembira. tapi pertemuan kemarin malah membuat kening saya berkerut-merut. padahal hanya cerita masalah ke-te-tangga-an. 'mbatin saya berkata kok ada ya orang seperti itu. berikut penggalan curhatan teman saya (dengan catatan yang bersangkutan sudah mengijinkan setelah saya paksa-paksa dulu :d):
++ (teman) gua semakin heran sama tetangga gua...
-- (saya) tetangga yang mana?
++ tetangga sebelah rumah yang lagi renovasi rumahnya...
-- oh, bapak fulan itu (sok kenal dan tahu padahal belum pernah ketemu. hanya semata teman saya pernah cerita).
++ iya. sekarang kalo ketemu malah seperti orang gak kenal, kayak buang muka...
-- (pasti meledek) hah, dibuang mukanya... gak punya muka lagi dong (bisa berkonotasi tak tahu malu gak sih? :d)
++ padahal gua gak merasa melakukan kesalahan...
-- itu kan perasaan lo... jangan-jangan di mata si bapak itu elo udah melakukan kesalahan besar sekale (menakut-nakuti :d)
++ ah, gua udah merendahkan diri dengan mengijinkan tukangnya menginjak-injak genteng rumah gua...
-- hahaha... sampai segitunya... (sok bijak) namanya juga hidup bertetangga ya sudah sewajarnya dong kita berbuat seperti itu...
++ tapi kenapa dia begitu kan gua udah beramal, eh, gak boleh ya ngitung-ngitung gitu...
-- gua baru mau ngingetin, gak usahlah menghitung kembali apa yang sudah dikeluarkan...
++ terus gua mesti bagaimana dong? secara dia lebih tua daripada gua dan denger-denger masih berdarah biru...
-- nah, ini dia yang menarik, berdarah biru alias bangsawan alias priyayi...
maaf seribu kali maaf bagi anda yang masuk golongan bangsawan. bagi saya pribadi, di tempat asal (daerah, maksudnya) bolehlah ia menjadi priyayi. tapi manakalah ia berpindah tempat ke daerah lain (atau ke luar negeri) apakah status darah biru harus dibawa terus? apakah kemudian orang lain harus membungkuk-bungkukkan badan untuk menghormatinya? atau orang lain yang harus menegur lebih dahulu saat berpapasan?

duh, bapak fulan tidakkah anda merasa capek dengan berperilaku seperti itu? hidup kan cuma sementara di dunia ini. ibaratnya orang menumpang minum. (lah, kok jadi saya yang sewot sama tetangganya teman saya itu). terakhir, kalau anda menemukan kasus seperti ini bagaimana ya jalan keluar yang baik?
 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger