Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label tradition. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tradition. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2011

real steel, real moments...

sabtu, shaum arafah. pulang ekskul, si bujang wajahnya kusut. belum sempat ditanya, malahan ia yang lebih dahulu angkat bicara:

yah, nonton yuk
nonton apa?
real steel
oh, yang robot petinju itu ya. di mana mas?
platinum margo
jam berapa?

si bujang segera melihat koran, seolah-olah saya akan mengiyakan ajakannya. "yang jam tiga aja yah," katanya sambil melipat koran. saya tengok jam di dinding, hampir setengah dua. hitung-hitung masih punya waktu banyak dari rumah ke bioskop. tapi, saya belum memastikan jadi-tidaknya. saya masih menimbang-nimbang antara pergi atau tidak. kamu gak ada tugas sekolah? kepalanya menggeleng. air mukanya masih sendu.

kalo nontonnya minggu depan aja gimana, usul saya. sabtu depan aku ada acara, ke depan bakal banyak tugas. awal desember udah uts. saya masih menghitung suara tokek: jadi-tidak-jadi-tidak. karena belum ada kepastian, si bujang akhirnya masuk kamar. tidur siang sajalah, pikir saya. sambil berbaring, ibunya si bujang menanyakan, jadi atau tidak. ibunya malah punya usul si bujang nonton berdua saja dengan ibunya, biar saya istirahat di rumah. ngobrol punya ngobrol, akhirnya saya memutuskan untuk menonton.

jarum jam di dinding sudah beranjak ke pukul dua kurang seperempat. ah, masih cukup waktu. saya segera memanggil si bujang untuk mengajaknya pergi. ibunya langsung mengambil keputusan untuk mengambil jalan pintas menghindari macet sekaligus agar tak kehabisan tiket. maklumlah akhir minggu. sementara saya berdua si bujang menempuh jalur biasa, naik angkot.

awal perjalanan lancar-lancar saja. saat memasuki terminal depok barulah kami dihadang kemacetan angkutan yang simpang-siur, antara rebutan penumpang dan ngetem. dipadu dengan asap knalpot dan panas yang mendera, sempurnalah jadinya. setelah berkutat dengan keramaian terminal, akhirnya lolos juga keluar. waktupun makin merayap menuju pukul tiga. khawatir juga telat. tiba-tiba ada sms masuk. ibunya mengabarkan tiket sudah didapat. alhamdulillah. pukul setengah tiga lewat kami tiba.

ini tiketnya tinggal dua, yang lain sudah laku terjual, kata ibunya si bujang. udah gak apa-apa, ayah nonton berdua nanda, ibu nunggu aja. saya dan si bujangpun akhirnya menonton berdua. ternyata memang full house. akan halnya 'real steel' adalah cerita tentang robot petinju dengan setting tahun 2020. lucu, mengharukan, menghibur, selengkapnya bisa dibaca di sini. 

sejatinya bukan film seutuhnya yang saya nikmati. tapi, buat saya pribadi, ada yang jauh lebih berarti: momen-momen kebersamaan dengan si bujang. proses jadi-tidaknya menonton. bagaimana kami berbisik-bisik di bioskop (bagai sepasang kekasih yang sedang pacaran :D) menebak jalan cerita. saling ngecengin manakala salah satu dari kami ternyata salah. momen yang takkan terulang dua kali atau diulangi lagi. berhaha-hihi bersama ketika ada adegan yang menurut kami lucu. atau, istilah khas si bujang yaitu 'epik banget' untuk scene yang menurutnya keren...

waktu berjalan terasa begitu cepat. sejak memakai seragam abu-abu, waktu si bujang banyak yang tersita untuk kegiatan sekolah. hari sabtu dan minggu kadang menjadi urusan sekolah juga. kepak-kepak sayapnya semakin melebar. semakin tinggi pula ia mengangkasa. akhirnya, kami (saya dan ibunya) hanya bisa melaburi dirinya dengan lantunan doa yang tak terputus, agar ia menjadi insan yang berguna bukan hanya untuk keluarganya tapi juga untuk orang banyak, insyaAllah, aamiin ya rabbal allamin...

Rabu, 02 November 2011

sekali, dua kali, tiga kali...

anda sudah menikah atau ingin menikah? apa makna sebuah pernikahan? tentu terpulang kepada setiap pribadi. cerita di bawah ini yang saya kutip dari sebuah milis, barangkali, tidak dapat dipakai sebagai acuan untuk sebuah pernikahan yang baik. namun, kita dapat belajar darinya... wallahu alam bi shawab...

Jhon dan istrinya telah menikah selama 60 tahun dan belum pernah sekalipun mereka bertengkar ataupun mengalami hari-hari yang tidak mengenakkan bersama. Banyak orang selalu memuji kehidupan pernikahan mereka, dan suatu saat sebuah tabloid terkemuka memutuskan untuk mewawancarai Jhon mengenai rahasia dari pernikahan bahagia yang mereka jalani.

Jhon lantas bercerita: Yah, peristiwa ini awalnya terjadi 60 tahun yang lalu pada saat kami sedang berbulan madu. Kami berdua sedang menunggang kuda melewati sebuah kebun anggur yang luas, di mana tiba-tiba kuda yang ditunggangi istri saya tersandung, dan ia pun terjatuh. Tetapi istri tercinta saya bangkit dengan wajah yang gembira, tidak marah tapi hanya mengucapkan 1 kata: "SEKALI".

Lalu ia pun kembali menunggang kudanya dengan saya. Setelah beberapa menit kemudian, kudanya kembali tersandung dan istri saya jatuh untuk kedua kalinya. Tapi lagi-lagi, istri saya tetap bangkit dengan wajah yang tetap tersenyum, sambil berkata: "DUA KALI".

Saat kami akan kembali ke villa tempat kami menginap, sang kuda kembali tersandung jatuh. Lalu, istri saya kembali menunjukkan wajah yang begitu menyenangkan, tapi kali ini ia mengeluarkan pistol dari dalam tasnya, dan "DOR", dia menembak mati kuda tersebut.

Saya sangat terkejut dengan reaksinya itu, dan langsung membentaknya:
"Hei, apakah kamu sudah GILA? Kenapa kamu menembak kuda itu?"
Istri saya menatap saya dengan wajah yang lembut, dan mengucapkan satu kata:"SEKALI"...

Dan sejak hari itu, kami tidak pernah sekalipun bertengkar lagi dan itulah rahasia bagaimana pernikahan kami bisa bertahan dengan damai sampai 60 tahun ini...

Rabu, 27 April 2011

subsidi buat si kecil...

malam-malam. perut keroncongan. di rumah lagi gak ada makanan atau malas masak? tidak usah bingung-bingung. selain, resto cepat saji yang beroperasi 24 jam, ada alternatif lain, yaitu angkringan. menurut wiki
Angkringan (berasal dari bahasa Jawa ' Angkring ' yang berarti duduk santai) adalah sebuah gerobag dorong yang menjual berbagai macam makanan dan minuman yang biasa terdapat di setiap pinggir ruas jalan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di Sala dikenal sebagai warung hik ("hidangan istimewa ala kampung").
dulu, barangkali, hanya jawa tengah, yogyakarta dan solo yang memilikinya. kini, di jakarta juga nampaknya mulai banyak angkringan. dekat auri, pancoran, jakarta selatan, ada sebuah akringan (demikian ditulisnya) dengan harga rata-rata dua ribu rupiah. angkringan -- di pagi hari tempat ini sejatinya tempat cuci mobil -- ini dilengkapi dengan free hotspot sehingga para pembeli dapat selancar di dunia maya.

dekat-dekat ke stasiun kereta api pasar minggu juga sudah ada angkringan berhotspot gratis. ke margonda, depok, tepat di pinggir jalan digelar juga tempat sejenis. berisiknya lalu lalang kendaraan dan asap knalpotnya tidak menjadi halangan buat para konsumen. saat saya lewat, biasanya selalu penuh dengan pembeli. di sini, kebanyakan pembeli adalah mahasiswa.


kenapa sih angkringan disukai? padahal menu yang dijual adalah makanan kampung tidak berarti kampungan, lho seperti aneka gorengan, sate usus ayam, sate telor puyuh, kripik, krupuk. sementara minumannya juga biasa-biasa saja, macam teh, jeruk, kopi, wedang jahe dan susu. oh, ya, yang ngetop di angkringan adalah nasi kucing alias sego kucing. disebut demikian karena porsinya untuk makan seekor kucing alias sedikit, dua atau tiga kali suapan habis sudah.

dekat kompleks perumahan saya, baru saja dibuka angkringan 'radjanya'. sego kucing dijual seribu lima ratus per bungkus sudah lengkap dengan tumis teri kacang. kalau tak kenyang satu sila tambah lagi. nasi bakar juga disediakan. minuman ya tinggal pilih mana yang suka. konsumennya kebanyakan para karyawan pabrik yang mampir sebelum giliran masuk malam. ada juga tukang becak, supir angkot dan orang rumahan yang 'iseng' pengin tahu apa sih sego kucing :D

berapa uang yang dikeluarkan untuk makan kenyang? tidak lebih dari tiga ribu perak sesuai dengan kantong karyawan pabrik. kalau dipikir-pikir, ini jadinya seperti subsidi buat orang kecil. keberadaan angkringan ini jadi sangat membantu. mudah-mudahan saja, bukan saja angkringan yang tumbuh tapi juga sarana lain yang ikut meringankan para orang kecil...

Rabu, 24 Maret 2010

jamu pangku...

jamunya mas... bu jamu ndak bu...

inilah sapaan khas. sapa seorang perempuan yang menggendong bakul bermuatan beberapa botol yang berisikan aneka jamu. (konon, jumlah botol yang dibawa menandakan status apakah sang penjual sudah menikah atau masih lajang). satu peralatan lagi yang selalu menyertai adalah ember kecil yang dimuati beberapa gelas kecil.


sejak kapan jamu gendong mulai dijajakan? saya belum menemukan data yang pasti. tapi pastinya sejak saya masih anak-anak hingga sekarang saya mempunyai anak, penjaja jamu gendong sudah berkeliling kampung. saya juga pernah mencicipi jamu ini. ikut-ikutan orang tua. saya paling suka minuman yang diberikan setelah meneguk jamu, karena rasanya manis.

obat tradisional asli indonesia ini, berasal dari tradisi kraton, belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal. bahan-bahan pembuatnya juga alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang, buah. namun, ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau tangkur buaya. (jamu khusus sepertinya nih kalau yang menggunakan bagian tubuh hewan yah.)

oh, ya, ibu atau mbak jamu gendong ini, selain membawa botol-botol jamu juga membawa termos air panas dan telur ayam (katanya sih) kampung. loh, kok bawa termos segala? air panas digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan jamu seduhan. karena tidak semua pembeli suka jamu botolan itu. telur? buat didadar, ya gak lah. buat campuran jamu seduhan itulah.

jamu apa saja yang dijual? umumnya ada delapan macam, yaitu beras kencur, kunyit asem, sinom, cabe puyang, pahitan, kunci suruh, kudu laos, dan uyup-uyup. masing-masing mempunyai khasiat tersendiri. misal, beras kencur dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. dan, seterusnya, silakan baca di sini.

dalam perkembangannya, jamu gendong ini tidak selalu digendong, kadang ada juga yang didorong pakai gerobak kecil. atau dikayuh bersama sepeda. mungkin untuk memperluas pasar. atau, menghindarkan pinggang pegal karena kelamaan menggendong bakul? entahlah. dan, sampai kapan akan bertahan di tengah semakin banyaknya jamu yang dikemas secara modern serta dipromosikan dengan gencar? (oh, ya, sebelum diprotes, jamunya tidak digendong tapi dipangku :D)

anda suka minum jamu?

Selasa, 24 Februari 2009

anda bangga?

sebuah percakapan, terdengar sambil lalu, di sebuah angkot.

wanita satu:
apa yang mau saya banggakan. Ibu rumah tangga seperti saya kerjanya ya masak. beres-beres rumah. bantuin anak bikin pekerjaan rumah sekolah.

wanita satunya lagi: tentu ada yang ibu banggakan.

wanita satu: ah, saya nggak bisa pake laptop. pake internet juga masih nanya-nanya sama anak saya.

wanita satunya lagi: ibu, apa yang ibu lakukan...

saya turun duluan. mereka masih asyik bicara...

buat saya sih, apa yang dilakukan ibu rumah tangga itu. adalah sebuah kebanggaan. memasak? inilah keterampilan yang sebaiknya dimiliki kaum hawa. mengapa demikian? masakan rumah biasanya, umumnya, lebih sehat, lebih bersih daripada masakan di luar. ibu-ibu bisa memilih sayuran yang paling bagus. tak perlu memakai bumbu masak yang tak perlu. tailor-made pula, artinya sesuai masakan yang sesuai selera penghuni rumah.

bantuin bikin pr, kalo saya sih nyerah deh. selain pelajaran anak-anak sekarang suka bikin kening berkerut-kerut, waktunya juga udah habis di jalan. berapa banyak atau berapa persen apa yang diajarkan di sekolah mampu diserap anak? tanpa bantuan ibu di rumah, hasilnya boleh jadi tidaklah maksimal.

nggak bisa pake laptop? masih ingat ungkapan (jaman sd dulu) yang berbunyi: alah bisa karena biasa? mungkin si ibu hanya tidak biasa (atau sering) menggunakan laptop. kalau memang demikian adanya, tentu tak elok kalau ibu itu menganggap dirinya gaptek. ayo bu, minta tolong sama anaknya (yang mungkin lebih piawai memakai laptop karena mengajarkan juga internetan).

masih gak bangga bu? atau kebanggaan berbeda ya bagi setiap orang?

Senin, 06 Oktober 2008

nikmat tak tergantikan...

== lebaran kalo gak mudik gak asyik mas
++ oh, gitu yah
== iya, gak berasa lebaran
++ jadi kamu ikut mudik?
temen satu itu sebenernya tidak memiliki udik kampung. tapi, demi yang asyik ia pun pulang mudik. memaksakan diri? ikut arus? tak punya pendirian? wah, kok malah menghakimi pemudik, padahal saya kan bukan hakim. pulkam alias pulang kampung alias mudik memang susah buat dicerna dengan otak telanjang. biar kata antre semalaman di terminal atau setapsiun kereta, biar disikut sana dan sini. biar mudiknya pake bajaj sekalipun. atau naik motor dengan anak sebagai pelindung angin. atau duduk di atas gerbong kereta api. yang penting pulang kampung. alias kudu binti mesti bin harus. tradisikah mudik? wah, yah mesti ditanyakan pada para pakar. tapi, mudik bukanlah monopoli bangsa indonesia. di republik rakyat cina saat imlek para penduduknya juga mudik ke kampung halaman. kembali ke tanah air tercinta, mudik jelas tak mungkin dilarang apalagi dibikinkan undang-undang segala. kalo dipikir-pikir dimanakah hubungan idul fitri dengan mudik? misal, setelah menang berpuasa sebagai pelengkap ya mudik dong. atau, kapan lagi cium tangan (sungkem masih ada gak yah? atau sudah kuno?) emak dan bapak. halah saya malah makin bingung. nanti malah salah. yang pasti, buat yang mudik, nikmatnya tak tergantikan. kayak iklan? yah, gitu deh.

Selasa, 02 September 2008

ada yang palsu juga...

puasa ramadhan baru memasuki hari kedua. badan belum sepenuhnya tune-in dengan keadaan yang mengubah waktu makan dan minum. tapi, umumnya, hari-hari selanjutnya, adaptasi semakin menyatu. lapar dan haus semakin tak terasa. namun yang susah ditahan adalah kantuk. yah, tidur-tidur ayam bolehlah. sementara di masjid tidak boleh tidur berjamaah.

ngomongin shaum ramadhan, mau tak mau, pasti menyentuh soal makanan (inset adalah ta'jil dari kantor). kembali ke kantuk, kebanyakan asupan bisa bikin kantuk. nah, soal kantuk yang bersahabat erat dengan tidur, sudah berbilang tahun uztad atau para guru agama suka mengutip seperti ini: tidurnya orang yang sedang berpuasa adalah ibadah. anda, barangkali, acap mendengarnya. tapi, menjelang puasa saya mendapatkan e-mail bersubyek: hadits dhaif seputar ramadhan. nah, loh, tertegun saya membacanya.

penasaran saya gugling sana dan sini. ketemulah yang ini:
4.Tidurnya orang berpuasa ibadah
Teks hadis ini adalah: Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah, diamnya adalah tasbih, amalnya dilipatgandakan (pahalanya), doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni.
sambungannya adalah
Hadis ini diriwayatkan Imam al-Baihaqi dari Abdullah bin Aufa al-Aslami. Didalam sanadnya terdapat rawi-rawi yang lemah. Dan yang paling parah kelemahannya adalah rawi yang bernama Sulaiman bin Umar al-Nakha‘i yang menurut al-Hafizh al-Iraqi ia adalah seorang pendusta. Karenanya, hadis tersebut nilainya maudhu (palsu) atau sekurang-kurangnya matruk (semi palsu).

Hadis ini sangat berpengaruh bagi perilaku orang-orang berpuasa, sehingga mereka pada siang hari malas beraktifitas dan memilih tidur karena menganggap tidurnya suatu ibadah.
wah, jadi selama ini, kita melakukan kesalahan dong. eits, tunggu dulu. jangan langsung memvonis diri seperti itu. kalau di dekat tempat anda ada uztad, guru agama atau alim ulama, bertanyalah pada para alim itu. jangan takut. apalagi bimbang. tak perlu pula dibilang sotoy alias sok tahu. namun, saran saya, berbincanglah dengan uztad yang moderat. jangan yang belum-belum sudah mengatakan: itu udah dari sononya tong!

wallahu a'lam bishawab.

Sabtu, 12 April 2008

saya bangga loh...

== hasil try-out kemaren anak saya nomor satu... (terselip nada bangga)
++ anak saya juga masuk tiga besar... (tidak kalah bangganya)
tentu tidak salah sama sekali orang tua membanggakan anaknya. hari-hari terakhir ini, saat dimana para siswa dan siswi sekolah di-'dril' dengan aneka try-out, sangat boleh jadi banyak orang tua yang berkomentar seperti di atas.

itu kalau urusannya dengan prestasi. tapi manakala dengan hal-hal yang tidak menyenangkan komentar para ortu, mungkin, seperti ini: anak saya bandel sekali, anak saya susah kalau disuruh belajar. anak saya komentar balik kalau dikasih tahu. dan lain sebagainya.

kalau dilihat-lihat, baik untuk 'komentar membanggakan' atau 'cerita keluhan' orang tua selalu ada pada pihak yang benar. artinya tidak pernah (melakukan ke)salah(an). dan, anak ada di bagian pelengkap yang bisa salah (dan, disalahkan).

rasanya kok jadi gak adil ya.

sebagai orang tua, saya juga bangga bila anak saya berprestasi. tapi, buat saya dan ibunya, kebanggaan ini seutuhnya milik anak. adalah tugas orang tua (kebanyakan sih, mayoritas adalah ibunya yang) menjadi 'tukang kompor' biar nanda belajar. sementara kalau anak melakukan kesalahan berarti ada yang tidak beres dengan kami.

ah, ideal sekali ya... (kata tetangga sebelah: jangan-jangan cuma kecap dapur di blog. biar dibilang... halah...)

Selasa, 01 April 2008

darah biru bukan merah...

bertemu teman lama memang menyenangkan. segala cerita jaman dulu keluar berhamburan. dari yang sedih sampai yang gembira. tapi pertemuan kemarin malah membuat kening saya berkerut-merut. padahal hanya cerita masalah ke-te-tangga-an. 'mbatin saya berkata kok ada ya orang seperti itu. berikut penggalan curhatan teman saya (dengan catatan yang bersangkutan sudah mengijinkan setelah saya paksa-paksa dulu :d):
++ (teman) gua semakin heran sama tetangga gua...
-- (saya) tetangga yang mana?
++ tetangga sebelah rumah yang lagi renovasi rumahnya...
-- oh, bapak fulan itu (sok kenal dan tahu padahal belum pernah ketemu. hanya semata teman saya pernah cerita).
++ iya. sekarang kalo ketemu malah seperti orang gak kenal, kayak buang muka...
-- (pasti meledek) hah, dibuang mukanya... gak punya muka lagi dong (bisa berkonotasi tak tahu malu gak sih? :d)
++ padahal gua gak merasa melakukan kesalahan...
-- itu kan perasaan lo... jangan-jangan di mata si bapak itu elo udah melakukan kesalahan besar sekale (menakut-nakuti :d)
++ ah, gua udah merendahkan diri dengan mengijinkan tukangnya menginjak-injak genteng rumah gua...
-- hahaha... sampai segitunya... (sok bijak) namanya juga hidup bertetangga ya sudah sewajarnya dong kita berbuat seperti itu...
++ tapi kenapa dia begitu kan gua udah beramal, eh, gak boleh ya ngitung-ngitung gitu...
-- gua baru mau ngingetin, gak usahlah menghitung kembali apa yang sudah dikeluarkan...
++ terus gua mesti bagaimana dong? secara dia lebih tua daripada gua dan denger-denger masih berdarah biru...
-- nah, ini dia yang menarik, berdarah biru alias bangsawan alias priyayi...
maaf seribu kali maaf bagi anda yang masuk golongan bangsawan. bagi saya pribadi, di tempat asal (daerah, maksudnya) bolehlah ia menjadi priyayi. tapi manakalah ia berpindah tempat ke daerah lain (atau ke luar negeri) apakah status darah biru harus dibawa terus? apakah kemudian orang lain harus membungkuk-bungkukkan badan untuk menghormatinya? atau orang lain yang harus menegur lebih dahulu saat berpapasan?

duh, bapak fulan tidakkah anda merasa capek dengan berperilaku seperti itu? hidup kan cuma sementara di dunia ini. ibaratnya orang menumpang minum. (lah, kok jadi saya yang sewot sama tetangganya teman saya itu). terakhir, kalau anda menemukan kasus seperti ini bagaimana ya jalan keluar yang baik?

Kamis, 14 Februari 2008

kenapa harus pink...

happy valentine, happy valentine, happy valentine... setengah teriak seorang teman berkata-kata begitu ketika memasuki ruangan. udah masuknya siang alias telat, pake tereak segala lage. untungnya dia bagi-bagi beng-beng. selamatlah dia dari sumpah serapah dan caci-maki :d. teman satu ini juga sok-sok-an ikut valentine. oblongnya bertema valentine. oh, ya, sebelum ngoceh lebih lanjut, teman ini adalah seorang pria. loh, pria kan manusia juga. boleh dong dia 'pelentinan'.

ingat valentine saya jadi ingat percakapan dua orang penyiar radio tadi pagi:
penyiar cowo: sekarang saya mau bertanya. kenapa kamu dulu mau menerima saya?
penyiar cewe: sayang aku gak ingin kamu ditolak lagi. makanya aku nerima kamu.
cowo: oh, gitu yah...
cewe: (sambil cengengesan)... kamu udah berkali-kali kan ditolak. aku tuh ingin mendapatkan tiket ke surga dengan menerima kamu...
cowo: kasihan sekali gua...

dan, terlepas dari bahwa perayaan valentine haram ini ada sebagian kutipan mengenai valentine yaitu pertanyaan mengapa valentine harus pake warna pink? jawabannya adalah:
kalo pake item2, ntar disangkain dukun
kalo pake biru2, disangkain satpam
kalo pake putih2, disangkain pocong
kalo pake ijo2, disangkain kolor ijo
kalo pake abu abu, disangkain babu, ya kan?
jadi emang cocoknya warna pink!

ah, beng-beng-nya blom dimakan. lumayan pengganjal perut di pagi hari...

Rabu, 06 Februari 2008

selamat dan semoga banyak rejeki...

lampion, barongsai, angpao (ini yang paling top nih, semua orang kayaknya mikirnya ke sini aja. bahkan saking topnya sampai-sampai semua dihubungkan ke sini. ada promo barang atau jasa dengan iming-iming angpao. jadinya, seakan-akan, tanpa angpao tidak ada tahun baru imlek), kue keranjang, ikan bandeng, inilah beberapa hal yang sering dihubunghubungkan dengan tahun baru imlek atau tahun baru china atau juga suka disalahkaprahkan dengan gong xi fat chai. dan, menurut "engkoh" wiki, kalau ingin mengucapkan selamat tahun baru inilah yang dikatakan"Xīnián kuàilè" (新年快樂), bukan gong xi fat chai yang artinya adalah "selamat dan semoga banyak rejeki". dan, masih menurut si engkoh, masing-masing dialek beda ucapannya yaitu "Gōngxǐ fācái" (bahasa Mandarin), "Kung hei fat choi" (bahasa Kantonis) dan "Kiong hi huat cai" (bahasa Hokkien). sedikit kutipan dari sumber yang sama mengenai tahun baru imlek:
Di Indonesia, selama 1965-1998, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek. Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. Kemudian Presiden Megawati Soekarnoputri menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2002 tertanggal 9 April 2002 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur nasional. Mulai 2003, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional.
akhirnya selamat tahun baru imlek bagi siapa saja yang merayakannya.

Kamis, 25 Oktober 2007

dinanti-nantikan...

entah siapa yang membuat siklus kehidupan seperti ini: bayi, anak-anak, remaja, dewasa terus kuliah. selesai kuliah bekerja. lalu menikah. dan, inilah puncaknya: punya anak. yang terakhir ini kadang bisa menjadi masalah besar.

betapa tidak. ketika usia perkawinan sudah dinilai mampu membuahkan keturunan maka akan muncul pertanyaan: anaknya sudah berapa? untuk pertama kali, pertanyaan akan dijawab dengan manis. dua kali masih diterima. tapi kalau setiap kali bertemu ada pertanyaan seperti itu bukannya perut menjadi mual?


mempunyai anak atau keturunan, untuk ukuran norma yang normal, boleh jadi adalah sebuah keharusan. tapi, bagi orang-orang tertentu, ia juga, dapat menjadi sebuah pilihan: ber-anak atau tidak. bagi yang menginginkan, segala cara akan ditempuh (tapi bukan menghalalkan segala cara :d). tahun demi tahun penantian pun akan dilalui. berapa lama waktu yang dibutuhkan? setahun, dua tahun, tiga tahun atau mungkin puluhan tahun.

saya salut dengan mereka yang masuk kelompok terakhir ini sama saya menghormati mereka yang berkeyakinan untuk tidak memiliki keturunan dengan berbagai alasan pribadi yang buat orang lain tidak rasional. (mas bagus, bayi lucu hasil penantian sepuluh tahun. minjem fotonya ya om. ma kasih. ijinnya belakangan :d)

Kamis, 20 September 2007

puasa malah (gak) sehat...

berpuasalah kamu supaya sehat
itulah salah hadis nabi muhammad saw yang barangkali banyak yang sudah hafal luar kepala. shaum di bulan ramadhan 1428 hijriah yang sedang kita jalani sudah berjalan delapan hari. barangkali, sudah ada yang batuk-batuk atau pilek. dan, yang kalau sakitnya berat, boleh jadi, malah tidak puasa. kalau begini hadis itu salah dong?

eits, tunggu dulu. masak iya hadis salah. (ada memang hadis yang tidak soheh, tapi postingan ini bukan ingin membuktikan soheh tidaknya sebuah hadis. lagi pula saya bukan ahlinya. :d). kemungkinan yang salah adalah yang berpuasa. eits, jangan protes dulu. coba kita lihat.

berapa jam kita berpuasa? dari subuh hingga magrib. sekitar 13 jam-an ya. nah, giliran bedug magrib bertalu-talu, tanpa perlu perintah serbu, langsung saja semua dimakan. kalau bisa semua yang ada di meja makan disikat tuntas. terbayangkankah? kalau kardus kosong dipenuhi dengan barang sih tidak apa-apa. sementara perut manusia 'kan bukan kotak mati.

heran memang kalau melihat hidangan yang disajikan untuk berbuka bersama. ada teh manis, kolak, biji salak, bubur kampiun, kue jajanan pasar, dan aneka makanan untuk 'main course' yang sudah pasti berat-berat. tapi demi, lapar perut (serta lapar mata :d) makanan yang ada kalau belum habis kayaknya gak rela ditinggalkan begitu saja. padahal isi perut ada batasnya.

tidak mengherankan akhirnya bukan sehat malahan jadi gak sehat. dan, kebiasaan selalu berbuka dengan yang manis. ini juga, katanya, sesuai dengan sunnah rasul. tapi apa iya demikian? coba simak ini. jadi korban iklan ya? :d.

sebagai penutup, tadi saya menemukan doa yang menurut saya bagus:
Ya Allah, masukkan kebahagiaan pada penghuni kubur
Ya Allah, kenyangkan orang yang miskin
Ya Allah, kenyangkan orang yang lapar
Ya Allah, tunaikan utang orang yang berutang
Ya Allah, hiburlah orang yang kesulitan
Ya Allah, kembalikan orang yang terasing
Ya Allah, bebaskan orang yang tertawan
Ya Allah, perbaiki urusan kaum muslim yang rusak
Ya Allah, sembuhkan orang yang sakit
Ya Allah, tutup kemiskinan kami dengan kekayaanMu
Ya Allah, ubah keadaan kami yang buruk dengan sebaik-baiknya keadaanMU
Ya Allah, tunaikan utang kami dan lepaskan kami dari kemiskinanmu
Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.
mumpung shaum ramadhan baru hampir sepertiga putaran dan kalau allah swt mengijinkan yuk berpuasa dengan baik dan benar.

pemutakhiran (2109): ada sohib yang 'protes' mengenai berbuka dengan yang manis. kata beliau, badan atau fisik itu pintar sekali menyesuaikan diri. ia tahu bagaimana caranya menstabilkan diri. ketika puasa cadangan gula yang dipakai (jadi kita tidak lapar). dan, 'gudang' separuh kosong. ketika makanan masuk (saat berbuka) ya dimasukkan ke 'gudang' yang kosong itu. setelahnya nanti separuhnya dipakai di dalam darah untuk tenaga. jadi semua bakal stabil. jelas? jelas-jelas tidak, mungkin. tapi maksud saya, saat berbuka puasa tentu bukannya untuk balas dendam karena siang hari tidak makan sama sekali. wallahu alam bi'shawab.

 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger