Warung Bebas

Kamis, 31 Mei 2007

the way i choose...

I could have saved a life that day,
But I choose to look the other way,

It wasn’t that I didn’t care,
I had the time, and I was there.

But I didn’t want to seem a fool,
Or argue a safety rule.
I knew he’d done the job before,
If I called it wrong, he might get sore.
The chances didn’t seem that bad,
I’ve done the same, he knew I had.

So I shook my head and walked on by,
He knew the risks as well as I.
He took the chance, I closed an eye,
And with that act, I let him die.

I could have saved a life that day,
But I choose to look the other way.
Now every time I see his wife,
I know I should have saved his life.

That guilt is something I must bear,
But it isn’t something that you share.
If you see a risk that others take,
That puts their health or life at stake.
The question asked, or thing you say,
Could have them live another day.

If you see a risk and walk away,
Then I hope you never have to say,
I could have saved a life that day,
But I chose to look the other way.
bagi sebagian orang: nyerempet-nyerempet bahaya kalau hanya sedikit nampaknya malah memacu adrenalin. ada juga yang berpikir, mati adalah urusan allah swt semata sehingga ada yang melakukan sesuatu dengan berpatokan pada: kalau celaka ya sudah nasibnya. apa iya sesederhana ini? ah, selamat menikmati liburan bagi yang libur panjang (lagi. kapan kerjanya sih, koq libur mulu? pegimana mo maju sih?:d)

Rabu, 30 Mei 2007

belajar senyum yuk...

apa profesi yang (bayarannya) murah tapi taruhannya adalah jiwa? apa coba? security atau satuan pengamanan. inilah (salah satu) jawabannya. apa kesan pertama ketika mendengar kata satpam? galak, sok, kasar dan umumnya sih yang tidak bagus ya. tapi, tidak semua satpam seperti itu. tentu ada satpam yang ramah dan sopan. seperti cerita yang sumbernya di sini, dan saya kutipkan saja biar tak usah repot :).
"Selamat siang Bu... selamat siang Pak..." suara satpam itu ramah menyapa setiap orang yang masuk ke dalam sebuah bank pemerintah. Selain membukakan pintu bagi yang akan masuk dan keluar ruangan, dia juga seringkali mengantar mereka dengan pertanyaan "ada yang bisa saya bantu?" dan kemudian dengan sigap tangannya mengarahkan pada kertas yang berjejer rapi. "Lembar ini kalau buat transfer.."

Siang ini saya hanya duduk diam saja di kursi tunggu bank itu karena memang tujuan datang kemari hanya untuk mengantar seorang teman yang hendak melakukan transaksi penyimpanan. Mata ini tertarik memperhatikan gerak dan sikap satpam yang tidak berhenti menarik dan menutup pintu, menyapa dan mengantarkan. terus saja begitu tanpa berhenti melepas senyum. Pikiran saya mulai berjalan, pastilah dia capek sekali. Paling tidak sudah 15 menit saya duduk di sini (teman saya perlu waktu untuk menulis formulir dan memasuki antrian yang cukup panjang), sementara satpam itu terus berdiri entah sudah berapa lama, dari pagi mungkin dan itu juga tanpa duduk.

Apa yang terlintas di benak saya dulu saat mendengar kata 'satpam' adalah gambaran orang kekar, garang, sigap, kaku, dan begitulah.. namanya juga satpam, ya sudah seharusnya di takuti, di segani. Tapi ini berbeda, satpam kini membawa citra perusahaan juga karena dia berada di garis depan, orang pertama yang ditemui oleh tamu..

Dan satpam yang saya perhatikan ini tidak sekedar berbadan kekar dan sigap namun ia juga ramah, sopan dan senyumnya itu yang tidak pernah lupa ia lepaskan pada setiap tamunya pun ketika ia ditegur oleh seorang customer service karena mengizinkan seorang tamu duduk di depannya disaat customer service itu sedang menerima telepon (kursi tamu didepannya memang kosong).

MasyaAllah, saya perhatikan satpam itu mengangguk sambil agak membungkukkan badannya, dan masih dengan senyumnya kudengar ia meminta maaf. Agak gemas saya lihat itu semua, terutama karena polah sang customer service yang bicara kurang ramah pada satpam, menegurnya langsung di depan sang tamu terlebih karena ia menegur dengan wajah yang jauh dari senyum.

Bila saya uraikan dalam artian kalimat sepengetahuan saya, satpam = satuan pengamanan dan customer service (CS) = pelayanan pelanggan artinya tugas satpam itu adalah menjaga keamanan. Dan tugas CS itu ya melayani pelanggan, dalam hal bank sudah jelas pelanggan utamanya itu ya nasabah. Saya jadi agak bingung sesaat, apa mungkin satpam di bank pemerintah itu dikirim untuk mengikuti pendidikan yang biasa diikuti oleh CS sehingga ia bisa menjadi frontliner yang lebih baik dari CS itu sendiri? Atau mungkin gaji yang diterima satpam itu jauh lebih besar dari CS karena tugasnya kan jadi merangkap, tidak sekedar menjaga keamanan tapi juga melayani nasabah secara langsung? Dan pastinya ada tunjangan berdiri?

Duh, saya jadi geli juga dengan pikiran-pikiran yang berseliweran di benak kepala saya. Jam di dinding bank menunjukkan pukul 11 lewat 50 menit, artinya sudah 20 menit saya duduk di sini menanti teman saya yang kini sedang dilayani oleh teller. Dan selama itu saya hanya memperhatikan polah satpam itu, mengagumi kesabarannya, dan mensyukuri senyum tulus yang bisa dia tebarkan pada orang-orang disekelilingnya terlepas bahwa senyum itu mungkin sudah bagian dari tugasnya namun bisa kurasakan bahwa kadang kelelahan dan kebosanan bisa saja membuat seseorang jadi sulit tersenyum atau kalau pun tersenyum agak tidak enak dipandang mata namun tidak dengan senyum satpam ini.

"Ayo balik ke kantor" kudengar suara temanku dari arah belakang telingaku. Aku berdiri dan melangkah bersamanya menuju pintu keluar. Satpam itu dengan sigap membuka pintu mempersilakan kami berjalan keluar. "Terima kasih, selamat siang, hati-hati dijalan..."
Kami mengangguk dan mengucapkan terima kasih juga padanya. Di atas motor aku masih sempat berpikir, jika seorang satpam saja bisa begitu ramah, sopan dan penuh senyum mengapa kita tidak? Dan bukankah senyum itu sedekah? Kita bisa sedekah dengan sangat mudah, tanpa biaya, bisa kapan saja dan di mana saja..

Allah SWT telah begitu baiknya memberi kita peluang dan kemudahan dalam mendapatkan pahala jadi kenapa kita sebagai mahlukNya terkadang malah mempersulitnya? Entahlah...

Semoga kita masih bisa melukis senyum tulus di wajah kita.
nah, masih pelit buat senyum? tapi, jangan senyum-senyum sendiri ya.

Selasa, 29 Mei 2007

yuk berkebun...

tak ada tanah yang lapang, atap rumah pun bukan masalah untuk dijadikan lahan. barangkali ini yang ada di benak sang pemilik rumah. kreatif. tanamannya pun bukan sebarang tanaman yaitu anggrek.

anggrek? betul kok anggrek. selain harganya relatif tinggi, tanaman ini juga tidak berat. bayangkan kalau pohon beringin yang nangkring di atap rumah, kan mengada-ada namanya yak :d.


Minggu, 27 Mei 2007

malu atau malu-malu-in...

expiredkita, nampaknya, lebih akrab dengan 'best before' atau 'expired date' ketimbang dengan kedaluwarsa. dan, dikebanyakan barang, baik makanan maupun produk lain semacam baterai, yang tertulis ya 'best before' itu. namun ada juga yang menuliskan 'production atau manufacture date' serta tanggal kedaluwarsanya. sejatinya dengan tulisan itu, kita sebagai konsumen malah terlindung haknya karena kita akan mendapatkan produk yang bagus. tapi, ada seorang teman yang keliru membaca kedaluwarsa sebuah barang yang dihadiahkan kepadanya. alih-alih melihat bulan kedaluwarsa ia malah memperhatikan batch number. alhasil, dibuangnya hadiah itu. halah mas, kebanyakan, expired atau best before itu bulan dan tahun. jarang yang ada tanggalnya kalaupun yang memakai tanggal biasanyapun tetap empat dijit angka, semisal 'gunakan sebelum 31-05'. malu bertanya sesat di jalan, kebanyakan bertanya (takut dianggap) malu-malu-in. pilihan ada pada masing-masing...

Jumat, 25 Mei 2007

dicari: perempuan...

suatu hari boz bertanya: di daerah tempat tinggal kamu ada panti asuhan atau pesantren yang isinya atau penghuninya perempuan sana? ada yang bertanya pada si boz: ada apa bu? tapi boz tidak menjelaskan atau memberikan jawaban yang memuaskan. kata si boz lagi: tolong cariin informasinya ya.
sebenarnya tidak susah-susah amat mencari apa yang diinginkan si boz. tapi masih ada rasa penasaran mengapa si boz mencari itu. tapi, akhirnya teman-teman tetap mencari informasi di tempat tinggalnya masing-masing. lama tak ada kabar. si boz pun tak bertanya. sampai akhirnya semua karyawan dibagikan ini. barulah kawan-kawan serempak bagaikan paduan suara: oooh, pantas yang ditanyakan pesantren putri. ngomong-ngomong siapa ya yang pertama menggunakan istilah ini?.

Kamis, 24 Mei 2007

kanan atau kiri...

anda tahu kan wr supratman yang,
Pada bulan Oktober 1928 di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II. Kongres itu melahirkan Sumpah Pemuda. Pada malam penutupan kongres, tanggal 28 Oktober 1928, Supratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di depan peserta umum.
ilustrasi yang saya pinjam dari sini dan sini memperlihatkan wr supratman sedang memainkan biola dengan tangan kanan. nah, kalau anda sempat melancong ke daerah pancoran (yang ada patung dirgantara itu, tapi sering dipelesetin jadi patung seven-up :d), ada baliho -- dari arah manggarai ada di sebelah kiri, dari pasar minggu sebelah kanan) -- untuk memperingati hari kebangkitan nasional. tapi di baliho ini, pak wr memainkan biola dengan tangan kiri. nah, loh, yang mana yang benar? barangkali gambar di baliho itu sengaja di-flip untuk memberikan efek lain. atau tidak sengaja terbalik? atau...

Rabu, 23 Mei 2007

love affair on probation...

have you ever, halah, endonesyah saja yah. pernahkah anda mendapatkan surat cinta? atau membuat surat cinta? atau selama ini bayangan anda cinta adalah suatu yang tidak rasional? atau bagaimana kalau dapat surat cinta seperti di bawah ini?
Dearest Ms Juliet,

I am very happy to inform you that I have fallen in Love with you since the 14th of October (Sunday). With reference to the meeting held between us on the 27th of July. at 15.00 hrs, I would like to present myself as a prospective lover.


Our love affair would be on probation for a period of three months and depending on compatibility, would be made permanent. Of course, upon completion of probation, there will be continuous on the job training and performance appraisal schemes leading up to promotion from lover to spouse.

The expenses incurred for coffee and entertainment would initially be shared equally between us. Later, based on your performance, I might take up a larger share of the expenses. However I am broadminded enough to be taken care of, on your expense account.

I request you to kindly respond within 30 days of receiving this letter, failing which, this offer would be cancelled without further notice and I shall be considering someone else. I would be happy, if you could forward this letter to your sister, if you do not wish to take up this offer.

Thanking you in anticipation,

Yours sincerely,
Romeo (HR Executive)
cuma ada di novel atau sinetron, barangkali ya. ma kasih buat yang udah ngirimin ini.
 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger