Warung Bebas

Selasa, 10 Maret 2009

Macet Melekat

TAK PERDULI LIBUR ATAU TIDAK, TETAP SAJA DOYAN MACET
Doyan atau Takdir yang Melekat?


Masyarakat Jakarta sepertinya sudah ditakdirkan untuk mengalami macet di hari apapun. Hehe.. Nggak perduli hari libur atau tidak, macet dan kemacetan selalu melekat dalam keseharian mereka. Kemacetan seperti pindah kota saja. Di hari kerja Jakarta yang macet, sedangkan di hari libur kota sekitar Jakarta yang macet.

Seperti bisa kita lihat di libur panjang kemaren. Hari libur mulai Sabtu, Minggu dan Senin (plus Selasa) benar-benar dimanfaatkan orang Jakarta untuk menikmati libur, lepas dari keseharian mereka. Namun sayang, yang ditemui tetap saja kemacetan.

Kalau di hari kerja, mereka selalu berjuang melawan macet untuk sampai ke kantor, sekolah, mall, dll. Perjuangan hebat sebelum melaksanakan aktivitas keseharian mereka. Hm..

Nah, di hari libur macet dan kemacetan tetap menghantui warga Jakarta yang ingin rekreasi menghabiskan waktu libur mereka. Jakarta memang tampak lengang, tapi ini lain untuk daerah Puncak, Bogor, Bandung dan wilayah sekitar Jakarta yang memiliki sarana rekreasi selalu diserbu warga Jakarta demi menikmati hari libur.

Dan akibatnya bisa ditebak. Macet! Kiriman puluhan ribu kendaraan ke kota sekitar Jakarta selalu membuat macet ruas jalan yang selalu itu-itu saja, nyaris tidak bertambah. Edun!

Mungkin ini adalah sebagai sebuah bentuk balasan Jakarta atas kiriman air dari Bogor dan sekitarnya saat musim hujan tiba yang mengakibatkan banjir Jakarta. Hahaha... Balasannya adalah kemacetan haha..

Dua kesimpulan dari artikel ini. Pertama, masyarakat Jakarta doyan macet di hari libur maupun tidak, di hari libur malah menantang kemacetan di kota lain. Kedua, Jakarta mengirim kemacetan ke kota lain sebagai balasan atas kiriman air ke Jakarta yang membuat macet saluran air Jakarta, alias banjir! Hahaha.. Nggak ding, emang kaya gitu kan...

Sabtu, 07 Maret 2009

Fobia

APA YANG MEMBUAT ANDA TAKUT?
Apakah Fobia Itu?


Pernahkan anda merasa takut pada suatu hal? Dan rasa takut yang kita miliki tersebut bagi orang lain aneh dan tidak masuk akal. Karena menurut mereka hal yang kita takutkan sebenarnya tidak menakutkan bahkan bisa dibilang apa yang kita takutkan menjadi sebuah hal yang lucu dan konyol.

Misalnya saja rasa takut anda pada sebuah keadaan atau pada barang tertentu. Rasa takut yang muncul saat anda berada berada di lift atau di tempat sempit, lorong gelap yang membuat anda merasa tidak nyaman. Juga rasa takut pada hal remeh-temeh semacam buah salak, rambutan, dan lain-lain.

Hal semacam itulah yang dinamakan dengan Fobia. Jadi, fobia adalah gangguan pengendalian rasa takut (berlebihan) yang dimiliki oleh seseorang. Ketidakmampuan mengontrol rasa takut ini bisa disebabkan oleh kejadian buruk di masa lampau pada satu hal tertentu yang membekas kuat dan mengendap sehingga membuat rasa takut berlebihan atas satu hal tersebut.

Sulit dimengerti bagaimana munculnya fobia atau rasa takut pada suatu hal. Ya, kembali lagi karena sebagian orang menganggapnya menjadi sebuah keanehan dan keganjilan. Namun bagi si 'penderita' gangguan pengendalian rasa takut, apa yang dirasakannya adalah sebuah hal yang sangat menakutkan, menjijikkan bahkan mengerikan.

Semua ini memang tergantung pada sudut pandang. Sudut pandang subjek 'penderita' fobia dan sudut pandang orang lain adalah berbeda. Orang yang mengalami fobia akan melihatnya berdasarkan apa yang ia rasakan, sementara kita yang tidak mengalami fobia akan melihatnya berdasarkan nalar dan logika.

Rasa takut itu memang sudah lumrah, wajar dan manusiawi. Takut adalah respon dari diri manusia atas tanda atau sinyal bahaya yang akan datang. Rasa takut pada sosok binatang buas seperti harimau menjadi sinyal bahwa bahaya akan datang bila kita berada dekat dengannya. Takut salah artinya kita mencegah supaya tidak terjadi bahaya dan efek buruk yang muncul akibat kesalahan kita.

Lalu bagaimana dengan takut cewek, takut kecil, takut hilang, takut matematika, takut mati?

fobia pisang

"Sejatinya, Ayu bisa berdamai dengan pisang. Asalkan wujudnya tidak mencolok bulat panjang."

Posting tentang fobia ini terinspirasi setelah kemarin saya membaca salah satu artikel di halaman Metropolis salah satu koran yang berisi tentang kumpulan cerita dari orang-orang yang takut pisang, buah yang bulat panjang itu. (gambar atas)

Berikut kutipan pada lanjutan beritanya (gambar bawah):

"Sejatinya, Ayu bisa berdamai dengan pisang. Asalkan wujudnya tidak mencolok bulat panjang."

Hmm.. Kalau takut pada pisang yang bulat panjang, apakah sosok wajah yang ada dalam ilustrasi dan sosok yang diwawancarai tersebut juga takut pada sesuatu yang bulat panjang lainnya.

Jumat, 06 Maret 2009

Merenung

merenung

merenung

Terduduk di sebuah kursi yang tak lagi empuk dan menatap sebaris kalimat yang keluar begitu saja tanpa sadar. Terdampar dalam sebuah persimpangan yang membingungkan. Antara terus melangkah dan menyerah salah. Hanya marah dan marah terkumpul menebar ke sejuta arah.... Cukup. Disini aku mulai mengerti. Bahwa ini saatnya untuk kembali merenung.... Maafkan aku....

Banjir dan Memancing

AKTIVITAS MEMANCING SAAT BANJIR DATANG
Ada Banjir? Memancing Yuk?


Sepeda motor banyak berjajar terparkir di tepi jalan raya yang tampak cukup ramai. Ada truk tronton, angkutan umum, mobil dan motor bergantian lewat di jalan yang semakin menyempit lantaran semakin banyaknya deretan kendaraan dan orang di sisi tepi kanan kiri jalan.

Banyak orang duduk berkerumun di tepi jalan, ada yang duduk di atas motornya yang bahkan masih menyala, ada yang berdiri bergerombol, sebagian terlihat duduk bersila diam seperti sedang bersemedi tapi tidak sambil berkomat-kamit. Terik matahari yang membakar kulit tak membuat mereka bergeming. Hanya sesekali mereka memandang sesuatu ke arah air.

Terlihat ada beberapa diantara mereka yang membawa semacam kayu panjang berujung senar berkait. Oh, rupanya mereka telah dan sedang akan memancing. Sebagian dari mereka adalah pengguna jalan yang terpaksa memelankan kendaraannya dan bahkan berhenti karena tertarik mengamati sekitar.

Lokasinya bukan di kolam pemancingan ikan melainkan tepi jalan raya yang mendadak menjadi tempat pemancingan umum akibat genangan air yang terkumpul setelah dua hari hujan deras selalu turun setiap sore hingga malam menghilang.

Ketinggian air hampir sama dengan badan jalan. Hujan deras beberapa jam lagi mungkin akan menyebabkan jalan tertutup air banjir. Tapi hal itu tak mampu menyurutkan semangat mereka untuk tetap beradu peruntungan mendapatkan tangkapan ikan yang tak terduga.

Yup, seperti itulah gambaran pemandangan unik saat musim banjir tiba. Banyak pemancing dadakan menyerbu tepi jalan. Jika kita melihat lebih dalam pada motivasi mereka memancing sebenarnya bukan untuk mendapatkan tangkapan sebanyak mungkin, melainkan euforia air banjir yang tiba-tiba menghanyutkan pikiran sepi mereka untuk menghabiskan waktu sambil memancing.

Aktivitas baru yang begitu menyenangkan karena mampu membunuh sepi di sela-sela waktu nganggur mereka. Ini bisa dibuktikan dari rona wajah mereka yang terlihat sumringah saat diajak ngobrol. "Lagi ngapain, mas?". "Ini mancing, sapa tahu dapat ikan sambil ngabisin waktu daripada bosen di rumah dan bisa sambil liat banjir, haha....".

Ketika siang tadi melihat perulangan pemandangan serupa dari hari ke hari di tepi jalan yang hampir tiap hari saya lewati membuat tangan ini rindu untuk memindai pikiran ke dalam ketikan tangan pada keyboard komputer untuk sekadar berbagi gejolak dan keresahan hati. *halah*

Ingatan pun melayang kembali ke masa setahun silam saat liburan ke kota Ronggolawe saat Bengawan Solo sedang ganas mengirim aliran air yang tumpah menggenang di jalur yang dilewati dari Jawa Tengah hingga muara di Jawa Timur. Saat itu, tepi jalan Tuban-Babat yang terimbas banjir tak ubahnya lokasi piknik memancing. Edun!

Menunggu itu memang membosankan, tapi ini akan lain artinya bagi mereka yang memang meniatkan diri untuk menghabiskan waktu dengan memancing. Justru waktu menunggu seekor ikan bodoh yang khilaf tersangkut di jebakan kail mereka yang akan menjadi kenikmatan yang tiada banding.

memancing

Apalagi memancing di tempat dadakan seperti saat banjir. Bukan hasil yang ditakar, melainkan refreshing dan rekreasi pikiran dari kejenuhan yang dialami. Atau bahkan mengisi waktu karena sehari-hari menganggur tidak ada pekerjaan selain meratapi rasa bosan di rumah.

Itulah nikmatnya memancing......!

Rabu, 04 Maret 2009

Tembolok Google Cache

AWAS, GOOGLE SANGGUP MEMBONGKARNYA!

Hehe... Google Cache. Apa itu ya? Cache, atau padanan kata yang digunakan dalam Google versi bahasa Indonesia adalah tembolok.

Google Cache atau Tembolok Google ini adalah cached-copy web atau salinan dari laman web yang diambil oleh Google dalam proses penelusuran web (spider bot search engine crawling). Salinan web ini kemudian akan disimpan dalam pusat data Google.

Google akan mengindeks laman web (dan kemudian akan menambahkan pada cache atau tembolok Google) lebih sering apabila laman web tersebut terkenal (pagerank tinggi) dan update secara teratur. Update laman web secara teratur membuat tembolok atau cache akan otomatis berganti dengan yang cache versi terbaru, menggantikan versi lama dari cache laman web tersebut.

Adanya Google Cache atau Tembolok Google ini adalah sebagai arsip Google untuk menelusuri kembali laman web dan digunakan dalam proses pencarian dalam mesin pencarinya. Jadi kesimpulannya, Google adalah perpustakaan maha besar yang berisi milyaran bahkan trilyunan cached laman web.

Jadi, jika laman web tersebut telah 'punah', hilang atau telah diganti isinya, maka dengan menggunakan Google Cache atau Tembolok Google kita bisa menelusur ulang laman web tersebut persis sama seperti saat terakhir kali Google menelusuri, menyimpan dan mengarsipnya dalam pusat data tembolok (cache) Google.

Ada dua cara untuk kita membuka versi tembolok (cache) Google. Yang pertama adalah dengan mengklik link tembolok pada bagian bawah dari setiap hasil pencarian Google (pada beberapa web tidak tersedia karena belum atau tidak tersedia). Kedua, dengan memasukkan keyword pencarian cache:urlwebkita misalnya cache:anangku.blogspot.com

Google Cache atau Tembolok Google

tampilan cache Anang's Blog

tampilan Anang's Blog

Banyak yang menginginkan agar webnya cepat masuk dalam cache Google atau di-index oleh Google yang notabene adalah search engine atau mesin pencari terbesar dan terhebat saat ini. Ya, karena bila telah berhasil masuk dalam tembolok atau cache maka otomatis pula laman web tersebut telah lebih dulu diindex oleh Google. Begitu analoginya.

Mereka saling bersaing agar blog atau website cepat di-index Google dan agar mendapat kemungkinan besar mendapat posisi terbaik pada persaingan hasil pencarian Google atas keyword tertentu. Seperti yang telah dan sedang terjadi pada kontes-kontes SEO.

Tips dan trik agar cepat terindex Google dan mesin pencari mungkin bisa dibahas di posting berikutnya. Hehe.. Keep stay tune ajah...!

di google dua menit setelah posting

keyword: tembolok: #7 google.co.id
keyword: google tembolok. #1 google.co.id

Oh ya, Tembolok Google kadang bisa kita manfaatkan untuk membuka forum yang harus register dulu, membuka milis yang juga harus register dulu, membuka halaman web yang telah mati dan berubah kontennya, dll. Tergantung cerdik dan pintarnya kita dalam menggunakan tembolok Google juga sih.. Bisa untuk kebaikan bisa untuk kemudharatan alias keburukan.

Mata Google ternyata lebih tajam ketimbang SILET! Google sanggup membongkar apa saja. Hmmm.... Terima kasih untuk Google...

Selasa, 03 Maret 2009

Nggersik One Step Ahead

SATU LANGKAH KE DEPAN

Kumpul-kumpul blogger Gresik akhirnya berhasil diadakan di sebuah kafe ternama di bilangan Gresik Kota Baru. Lima belas blogger Gresik yang terserak di berbagai daerah, mulai dari Gresik 'pusat' hingga Gresik 'daerah' alias Gresik coret bahkan Gresik perantauan pun rela berbasah-basah untuk datang berkolaborasi bersama dalam sebuah ajang bincang-bincang santai tapi serius (kok bisa?) membicarakan langkah ke depan Nggersik.Com.

peyek-membara
Tony "Peyek" membara

kumpul-rek1
foto kumpul-kumpul


Banyak hal yang dibicarakan dalam acara kumpul-kumpul ini... Untuk lebih lengkapnya silahkan berkunjung ke website resmi Nggersik.Com disini.

Minggu, 01 Maret 2009

Kecap

CERITA UNIK TENTANG KECAP DAN BOTOL KECAP

Kecap adalah bumbu dapur dan penyedap masakan yang merupakan cairan agak kental berwarna hitam yang biasanya dibuat dari kedelai (hitam). Kecap merupakan hasil fermentasi dari bahan nabati atau hewani yang mengandung protein cukup tinggi di dalam larutan garam. Kecap bermacam rasanya, ada yang asin, ada yang manis.

Banyak masakan asli Indonesia yang tidak bisa lepas dari kecap. Konon rasa dan aroma masakan akan menjadi kurang sedap dan kurang mak nyus, kurang nendang, dan kurang cakep apabila tidak ditambahkan kecap kedalam bumbu maupun bahan makanan tersebut. Memang kecap berfungsi sebagai penyedap masakan.

Tak heran bila di banyak warung di Indonesia selalu tersedia kecap di meja makannya, selain tisu dan tusuk gigi tentunya.

Rawon di Tuban

Pernah suatu hari saat pertama kali merasakan makanan rawon di Tuban dan mengamati kebiasaan orang Tuban saat menyantap salah satu masakan khas Jawa Timur itu. Bila kita mampir di kota Tuban dan sempat singgah di warung tepi jalan yang menyediakan rawon maka biasanya rawon akan dibungkus dengan daun jati, selain piring. Hm.. Aroma daun jatinya mak nyus!

Rawon yang kuahnya sudah berwarna kehitaman dari kluwak atau kluwek itu masih harus juga disiram dengan kecap yang lumayan banyak. Edun! Saya hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat kebiasaan nyaris sebagian besar masyarakat kota Tuban yang menyantap nasi rawon yang masih ditambah kecap lumayan banyak.

"Kurang sedep rasane nek ora nganggo kecap, mas (=rasanya kurang nikmat bila tidak memakai kecap, mas!)" kata mereka. Entah, begitulah kebiasaan mereka.

Botol Kecap

Hmmm.. Sekarang ngobrol soal botol kecap. Kalau botol kecap pada umumnya biasanya bentuknya berupa botol gelas atau botol plastik seperti gambar di bawah ini.

tutup botol kecap biasa

Kalau anda sempat mampir di Surabaya dan berkumpul bersama TuguPahlawan.Com pada hari Minggu pagi dalam acara JMP yang selalu diadakan di Taman Bungkul Surabaya (TBS) maka anda akan mendapati botol kecap dengan bentuk yang seperti di bawah ini.

Memang botolnya diperjualbelikan secara bebas, tapi pandangan mata siluman-siluman TPC yang penuh tatapan kemesuman menganggapnya sebuah humor yang aneh.

tutup botol kecap mbak kentang Taman Bungkul Surabaya.
Latar belakang wajah Andi Bagus...
Kunam Bagus?


Saya jadi ingat kembali posting lawas akhir September 2006 berjudul Ah.. Segarnya..!

BACA JUGA:
Ternyata Tidak Semua Kecap No 1
 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger