Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label parents. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parents. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Maret 2012

naik-naik ke pohon...

siswa-siswa ini kok tidak belajar. lagi jam istirahat kok makanya mereka bermain-main di luar. kebetulan di halaman ada pohon cherry. tiga anak kelas 3 sd di depok inipun seakan berlomba memanjat pohon cherry untuk memetik buahnya. berbahaya? tentu saja. kalau sudah tahu begitu kok malah dilakukan. mengapa mereka tidak main di halaman sekolah?

ternyata, sekolah murid-murid ini sedang direnovasi. untuk sementara siswa-siswi kelas 1 sampai kelas 3 dipindahkan ke sebuah gedung yang difungsikan sebagai sekolah. jadi, janganlah heran kalau bangunan itu tidak mempunyai tempat bermain. sebagai gantinya mereka panjat-memanjat pohon. sementara mereka yang duduk di kelas 4 sampai kelas 6 dititipkan di sebuah SD negeri terdekat.

sejatinya mereka sudah dapat menempati gedung yang baru, tapi -- menurut rumor -- akibat ulah oknum pemborong yang memboyong dana pembangunan untuk dirinya sendiri, renovasipun terhenti. pihak sekolah angkat tangan dan menyerahkan kepada para orang tua bila ingin berunjuk rasa. lepas tangan? entahlah. yang pasti suasana belajar tidaklah senyaman di sekolah yang sebenarnya. bayangkan juga siswa-siswi kelas 6 yang akan ujian nasional. dan, perpindahan sementara ini juga membebani para orang tua karena mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi...

Selasa, 26 Juli 2011

mos, itu enak dan perlu...

'jumat aku ada briefing mos (masa orientasi studi) bu'
'oke, palingan dikasih tahu apa-apa yang harus dibawa'

ternyata briefing berlanjut. artinya, harus ditindaklanjuti. tugas pertama adalah membuat tas. kalau di sekolah lain, umumnya menggunakan tas berbahan karung terigu atawa karung goni yang tinggal jahit ala kadarnya selesai, si bujang yang masuk di sini harus membuat tas berbentuk baju berbahan dasar kardus. bukan asal bikin pula. dalam briefing disertakan ukuran tas baju (atau, baju tas) itu. artinya pula, harus presisi.

presisi? iyalah. nekad aja kalau bikin asal-asalan (ada kakak senior yang bertugas membawa-bawa mistar untuk melakukan pengukuran). maka, semua (kecuali bapaknya, yang lagi ada urusan lain yang tak mungkin ditinggalkan) berjibaku membuat tas itu. ibu, om dan tante ikut turun tangan. meskipun demikian, aktor utama teteup si bujang. menggaris. memotong. memberikan lem. sampai akhirnya tuntas.

untuk apa sih, tas sebesar gaban yang bisa dimuati anak batita itu? ya, untuk dimuati perlengkapan mos. buku, botol minum (lucunya, botol minum yang berisi air putih diberi label 'flammable liquid'), nama kelompok (berbentuk bunga), name tag, ompreng nasi, quran kecil, diary (berbentuk penyiram bunga, yang juga harus akurat ukurannya), alat tulis, dompet.

repot pastinya membawa dus itu pulang-pergi rumah-sekolah-rumah. selain itu, supir angkot minta bayaran untuk dua orang :D. alhamdulillah, untunglah, ada salah satu siswa yang rumahnya berdekatan dengan sekolah rela iklas dan mau dititipin tas. bukan cuma satu, tapi ya sekelompok alias 32 buah. di sinilah anak-anak itu mulai belajar berbagi. tugas-tugas kelompok langsung dikerjakan bersama. tanpa dikomando, mereka langsung membagi-bagi tugas.

selesai urusan? tunggu dulu. ibu di rumahpun kebagian peran. selesai mos, si bujang segera mengirimkan pesan singkat bahwa besok harus bawa ini dan itu. semacam, menu makan siang adalah capcay atau nasi jelek. tahu nasi jelek? nasi goreng :D nama buahpun disamar-samarkan. tapi alhamdulillah, lewat jarkom semua gak ada yang salah. ditambah pula jus buah. menu makan siangpun menjadi bergizi deh.

dipikir atawa dilihat sepintas, mos ini seperti kurang kerjaan. kayak bikin tas harus presisi atawa ibu yang pontang-panting belanja makanan atau buah tapi dipakainya hanya sedikit. (makanya, ada ortu yang protes, repot-repot beli nugget satu bungkus yang dibawa cuma dua potong. atawa membeli semangka utuh, yang dibawa hanya sepotong kecil.).

tapi, coba kita lihat dari sisi lain. sejak awal memilih ini, semua calon siswa-siswi sudah tahu bahwa sekolah ini bakalan 'repot'. selain dwi bahasa, tugasnya juga banyak. ditambah lagi dengan ekskul. paripurna sudah. nah, apa yang diberikan waktu mos adalah sarana latihan agar para siswa-siswi terbiasa dengan aneka tugas (oh, ya, selama mos, setiap hari mereka harus menulis diary dan membuat karangan). di sini mereka juga belajar membagi waktu dengan efisien. berbagi dengan teman untuk urusan kelompok.

lantas, para ortu yang ikut terlibat? nah, ketahuilah saudara-saudari sebangsa dan setanah air, ikut repotnya para ortu dalam mos haruslah dilihat bahwa pendidikan bukan semata urusan guru/sekolah. ortu di rumah juga harus terlibat. di sekolah urusannya pengetahuan secara formal. sementara di rumah orang tua melengkapi dengan sarana pendukung yang dibutuhkan.

wallahu alam bi shawab...

Rabu, 17 Maret 2010

the little mohawk...

MOHAWK alias mriki tipis, mriki kandel... bocah taman kanak-kanak ini pede abis dengan potongan rambutnya. ketika saya tanya apakah ini keinginan sang bapak, kata bapaknya: dia yang mau sendiri. pilihan dia. saya sih nurutin aja. biar dia pede juga. barangkali, bocah ini pecinta beckham yang pernah menggunakan model it...u. yang pasti, tiap hari rambutnya harus diberi gel biar berdiri. keep mohawking boy :D mau tahu lebih banyak cerita tentang mohawk ada di sini


 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger