Warung Bebas

Selasa, 10 Oktober 2006

are you lonesome tonight...

elvis
elvis sang adalah sang legenda. ia selalu 'hidup'. ketenarannya tak pernah lekang dimakan jaman. terlepas dari kematiannya yang misterius, 'sang raja' memang tak pernah habis. salah satu lagunya yang kondang adalah are you lonesome tonight, saya kutipkan sebagian di sini:
Are you lonesome tonight?
Does your tummy feel tight?
Did you bring your mylanta and tums?

Does your memory stray,
To that bright sunny day,
When you had all your teeth and your gums?
ada yang aneh ya? beda dengan yang pernah anda dendangkan? tapi kalau anda senandungkan sama kan. tapi coba anda bandingkan dengan yang ini:
Are you lonesome tonight
do you miss me tonight
Are you sorry we drifted apart
Does your memory stray to a bright sunny day
When I kissed you and called you sweetheart
Do the chairs in your parlor seem empty and bare
Do you gaze at your doorstep and picture me there
Is your heart filled with pain, shall I come back again
Tell me dear, are you lonesome tonight
nah, yang pertama merupakan senior citizen version, sementara yang belakangan adalah versi aslinya yang musik dan liriknya dibuat oleh roy turk & lou handman. lumayan buat ngabuburit nungguin beduk dipukulin :d.

Senin, 09 Oktober 2006

bukber yuk...

yah, kita buka puasa di ayam goreng ini yuk. atau di rm sederhana di margonda.
ajakan ini sudah disuarakan nanda saat puasa ramadan baru saja berjalan beberapa hari. saya dan bundanya hanya senyum-senyum mendengarnya. berbuka puasa di luar (bukan di luar rumah sendiri alias teras rumah seperti pengertian teman se-kantor saya) bagi saya kok 'gak penting-penting amat gitu loh'.

sudah terbayang penuh-sesaknya orang-orang yang antre. rebutan tempat duduk. sikut juga kadang ikut bicara. bila tempat sudah didapat, maka mereka duduk dengan takzim di meja bagai sedang hadir dalam majlis taklim. padahal sedang menanti beduk magrib.

namun, entahlah bagi sebagian orang acara bukber alias buka puasa bersama di mal, restoran, cafe atau tempat lainnya bagaikan sebuah ritual yang menjadi bagian dari ibadah ramadan. atau sebuah keniscayaan? barangkali ada yang mempunyai jadwal bukber yang tersusun rapi -- dalam artian hari ini di sini dengan si anu, besok di sana dengan si anu -- tak kalah lengkap dari jadwal puasa ramadan. boleh jadi karena keniscayaan (?) itu tempat-tempat makan selalu penuh dengan pengunjung di saat muazin melantunkan adzan magrib. ini tentu tidak salah dan sah-sah saja dilakukan.

teman-teman saya (jaman mahasiswa dulu atau teman-teman kantor lama) suka juga membuat acara bukber. sayapun suka dikirimkan undangan. tapi, saya jarang atau tidak pernah memenuhi undangan itu. kalaupun ada yang saya ikuti biasanya acara kantor. kalau yang ini mau tak mau harus diikuti :d. (saya dan kawan-kawan kantor, sebenarnya, setiap hari kerja, selalu berbuka bersama di kantor. tempatnya ya di ruang makan kantor bukan di mal atau resto)

balik ke ajakan nanda, akhirnya kemarin saya dan bundanya mengajaknya bukber di luar. di rm padang kesukaannya, yang kebetulan anak pemiliknya pernah se-tk bersama nanda. (tapi tak ada harga teman, lho. ini bisnis murni :)loh). kami memilih selesai magrib. agar tak berebut tempat duduk dan suasana makan tetap nyaman.

hari ini anda bukberkah?

Jumat, 06 Oktober 2006

ada 'tiga d' lagi: straples bukan strapless...

uanglogamseperakanda masih punya uang logam senilai ini (yang gambarnya saya unduh dari situs bank indonesia) atau masih menyimpannya? kalau anda tergolong kolektor uang barangkali memilikinya. (tapi apa iya sih, duit logam seperak disimpan juga? ah, kan koleksi harus lengkap dong. lho, kenapa jadi saya yang sok tahu :d)

ngomong-ngomong soal uang. anda semua pasti tahu dan mempunyainya ya. nah, di tahun 2005 akhir (sampai tahun 2006 juga masih ada, mudah-mudah-an tak salah) bank sentral indonesia mengeluarkan iklan layanan masyarakat (ilm) yang bertajuk 'tiga d' alias 'dilihat, diraba, diterawang'. ada yang berupa iklan cetak dan iklan elektronik di radio dan televisi. yang paling menarik tentu yang di teve karena dapat dilihat langsung dan didengar. konon, ilm ini dipasang karena maraknya uang palsu. jadi, agar masyarakat waspada dengan uang palsu diberikanlah petunjuk itu.

saya pernah mengalami 'pemeriksaan' ini oleh supir taksi. saat saya membayar argo, sang supir meraba-raba uang kertas yang mulus itu. saya senyum-senyum saja melihatnya. lalu saya tanyakan: "takut palsu ya pak?" si bapak hanya senyum (kok ikut-ikut-an saya ya?). sebenarnya sih ada alat pendeteksi uang palsu yaitu dengan lampu khusus. di bank alat ini ada. begitupun di beberapa taksi. cukup menyinari uang itu dengan sinar ungunya dan akan kelihatan ciri uang asli atau palsu.

tigaddi tahun 2006 ini, bi mengeluarkan lagi ilm tentang uang. masih berupa himbauan 'tiga d' juga yaitu 'didapat, disayang, disimpan'. saya belum melihat yang versi tevenya baru yang edisi cetak. kalau dulu soal uang palsu yang sekarang berhubungan dengan masalah penyimpanan. jadi bi mengajarkan masyarakat untuk meng-eman-eman-i uang yang dimiliki.

kalau uangnya dari bank boleh jadi halus mulus tanpa lipatan. nah, yang dari kembalian kondektur apa ada yang mulus dan belum terlipat? ilm itu menganjurkan untuk 'merawat' uang sebaik mungkin. jangan dilipat, jangan dicekrek (dalam iklannya disebutkan 'jangan distraples'. sementara 'strapless' (dua-s) berhubungan dengan pakaian wanita. maksudnya pasti 'distaples' sesuai gambarnya), jangan kena air, jangan sampe lecek, jangan kumal, jangan dicoret dan jangan yang lainnya.

mengapa ada himbauan ini. karena kita memang belum memperhatikan uang sedemikian detilnya. setiap hari anda bertransaksi pasti akan menemukan uang yang tidak mulus. entah terlipat, entah bolong bekas staples, entah robek, entah ada selotipnya. apalagi kembalian dari kondektur atau awak angkutan umum.

ribet memang kalau mengikuti anjuran itu. tapi, untuk mata uang asing, semacam dollar, kalau anda membelinya di money changer pasti uangnya mulus. tak ada yang lusuh atau terlipat. kalau untuk mata uang asing kita dapat berperilaku demikian masak sih untuk rupiah yang semakin menguat (:d) itu kita enggan. lagipula menerima uang yang halus mulus kan lebih enak daripada yag lecek dan kumal. tanganpun tidak kotor. entahlah kalau untuk para kondektur. mereka mungkin protes ya? anda setuju?

Rabu, 04 Oktober 2006

bulan penuh diskon...


...ini dia bulan penuh diskon ada segala macam mumpung lagi ada kesempatan terbatas...
tanpa dirasa-rasa. tanpa dihitung-hitung. dan, memang tak perlu. hari ini shaum di bulan ramadhan 1427 h sudah memasuki hari yang ke-12. banyak amalan yang dianjurkan
untuk dijalankan. semisal tadarusan.

sholat malam selain tarawih.
dan, yang lain-lainnya. namun, beraneka anjuran yang pada hakekatnya untuk mendekatkan diri dengan sang khalik harus berebut perhatian dengan tawaran-tawaran duniawi lainnya yang tak kalah agresif.


tanpa disadari, naluri bisnis ditambah pengamatan yang jeli dari para pengusaha, membuat bulan ramadhan menjadi bulan yang 'istimewa'. (istimewa di mata pebisnis tentu beda di mata para ulama). dibuatlah berbagai acara atau kegiatan yang bernafaskan ramadhan. seolah-olah ini adalah bagian dari bulan yang hanya datang sekali dalam setahun itu. maka bertaburanlah aneka tawaran dengan berbagai imin-iming dan dikait(kait)kan dengan ramadhan.

ada yang namanya 'bazaar ramadhan', ada juga 'paket ramadhan'. pun 'diskon ramadhan'. serta 'berkah ramadhan'. tawaran untuk memperbanyak 'amal' ini datang dari, antara lain, institusi pendidikan, pasar swalayan, bank, foodcourt dan banyak lagi lainnya. mulai dari kain rentang, billboard, umbul-umbul, iklan di teve dan radio ikut mendukung program yang sebenernya bisnis semata dan pastinya untuk mencari keuntungan. dan, tanpa disadari (lagi) bisa jadi kegiatan duniawi ini diamini. alias disetujui.

kalau sudah begini, ramadhan akan mendapatkan tambahan sebutan sebagai 'bulan penuh diskon'. wallahu alam bi'shawab.

iklan siapa nih...

bukan japos lagikalau anda ingin berbisnis atau menjadi pengusaha pasti perlu modal dan naluri bisnis yang kuat. katakanlah sekarang anda mempunyai modal yang besar dan naluri bisnis juga tajam, tapi masih bingung ingin berbisnis apa. kenapa tidak mengambil bisnis model waralaba? di jakarta dan kota-kota besar indonesia banyak sekali usaha macam ini. dan, yang banyak bertebaran adalah ini, dan ini.

sementara salah satu waralaba di bidang santap-menyantap yang cukup kondang adalah ini. dulu dekat pertigaan perdatam, pasar minggu, ada salah satu cabang bakmi ini. entah cabang yang ke berapa namun sangat jelas kelihatan karena billboardnya yang lumayan besar. restoran bakmi itu terlihat cukup ramai bila saya melewatinya. dan, ini berjalan sekian lama. tahu-tahu billboard bakmi itu ditutup dengan kain lain yang menggunakan logo bakmi itu. sekilas orang pasti masih mengira bahwa itu cabang bakmi terkenal itu. namun kalau diperhatikan lebih seksama ternyata ada yang berbeda.

kini, restoran itu bukan lagi cabang bakmi bersangkutan. tapi yang menarik adalah tulisan yang ada di billboard itu. meski bukan cabang lagi dan sudah berganti merek, ia masih menggunakan logo yang lama sebagai pemberitahuan. "DISINI BUKAN Bakmi Japos LAGI!!!" itu yang tertera.

kalau sudah begini: siapa mengiklankan siapa ya? dan, bisnis model waralaba yang kelihatannya gampang itu belum tentu bisa berjalan mulus. dilihat sepintas memang kelihatannya meriah. salah pilih ya bisa gulung tikar. entah kalau kasus bakmi ini. saya belum sempat menanyakannya. :d

Selasa, 03 Oktober 2006

mocin berkaki empat...

kiu-kiu
barangkali anda pernah mendengar nama beijing, dast, garuda atau jailing. tapi apakah anda kenal dengan sundiro? kalau tak kenal memang tak menjadi masalah. sayapun tak kenal dengan sundiro :d namun pada masanya, sundiro merupakan salah satu dari 60 merek motor cina alias mocin. serbuan mocin pada awal-awalnya sangat agresif. tapi pada akhirnya seleksi alam juga yang berlaku. kurangnya, kalau tak ingin disebut tak ada, layanan purna jual membuat mocin akhirnya tinggal beberapa merek saja.

setelah era mocin berlalu, di negeri kita tercinta ini, mulai masuk ‘mocin’ juga. namun yang satu ini berkaki empat alias mobil cina. cobalah tengok gambar yang ada. sekilas ia mirip dengan mobil yang mungkin sering anda di jalan, yaitu spark buatan gm. kemiripan ini pernah membuat gm menuduh chery pembuat mobil qq sebagai ‘pencuri’. beritanya bisa disimak di sini dan sangkalannya di sini.

surat kabar yang satu ini menggambarkan mobil dari negeri yang terkenal dengan ‘tembok besar’nya itu sebagai “Bibirnya seakan selalu tersenyum. Matanya bulat, putih, berbinar. Wajahnya merah merona ceria.” kini ‘sang tersayang’ itu sudah hadir di jakarta. mobil bermesin dibawah 1000cc ini menempuh jakarta-bandung pulang pergi 35 liter saja.

di jaman harga bbm yang melangit seperti saat ini, menggunakan qq (kiu-kiu) sangat menguntungkan. harganya juga terbilang murah. tapi, membeli mobil tentunya bukan sekadar hemat bbm kan. banyak faktor yang dijadikan bahan pertimbangan. masalah layanan purna jual, misalnya. atau ketersediaan suku cadang. mudah-mudahan saja, nasib kiu-kiu tidak seperti motor-motor cina yang kini hanya tinggal beberapa nama. apalagi perusahaan yang mengimpornya dari cina sudah menjanjikan untuk memberikan yang terbaik.

setelah kiu-kiu mungkin akan masuk juga mobil-mobil cina lainnya. jadi siap-siaplah diserbu mobil cina lagi ya :d. tinggal sang waktu yang akan membuktikan, apakah mobil cina memang setangguh mobil korea atau jepang yang sudah lebih dulu tampil di Indonesia.

Senin, 02 Oktober 2006

sebatang pohon apel

kasih orang tua kepada anaknya takkan pernah berhenti. sementara kasih anak bukan tidak mungkin dapat berubah-ubah. seperti ungkapan: 'orang tua kaya anak jadi raja' sementara 'anak kaya orang tua jadi gembel'.

Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon apel yang amat besar. Seorang anak-anak lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon apel ini setiap hari. Dia memanjat pohon tersebut, memetik serta memakan apel sepuas-puas hatinya, dan adakalanya dia beristirahat lalu terlelap di perdu pohon apel tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi tempat permainannya. Pohon apel itu juga menyukai anak tersebut.

Masa berlalu... anak lelaki itu sudah besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan masanya setiap hari bermain di sekitar pohon apel tersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepada pohon apel tersebut dengan wajah yang sedih. "Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohon apel itu."Aku bukan lagi anak-anak, aku tidak lagi gemar bermain dengan engkau," jawab remaja itu."Aku mau permainan. Aku perlukan wang untuk membelinya," tambah remaja itu dengan nada yang sedih.Lalu pohon apel itu berkata,"

Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku. Juallah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang kauinginkan." Remaja itu dengan gembiranya memetik semua apel dipohon itu dan pergi dari situ. Dia tidak kembali lagi selepas itu. Pohon apel itu merasa sedih.

Masa berlalu...Suatu hari, remaja itu kembali. Dia semakin dewasa. Pohon apel itu merasa gembira."Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohonapel itu."Aku tiada waktu untuk bermain. Aku terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin membina rumah sebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Bolehkah kau menolongku?" Tanya anak itu."

Maafkan aku. Aku tidak mempunyai rumah. Tetapi kau boleh memotong dahan-dahanku yang besar ini dan kau buatlah rumah daripadanya." Pohon apel itu memberikan cadangan.Lalu, remaja yang semakin dewasa itu memotong semua dahan pohon apel itu dan pergi dengan gembiranya. Pohon apel itu pun turut gembira tetapi kemudian merasa sedih karena remaja itu tidak kembali lagi selepas itu.

Suatu hari yang panas, seorang lelaki datang menemui pohon apel itu. Dia sebenarnya adalah anak lelaki yang pernah bermain-main dengan pohon apel itu. Dia telah matang dan dewasa."Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohon apel itu." Maafkan aku, tetapi aku bukan lagi anak lelaki yang suka bermain-main di sekitarmu. Aku sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk berlayar. Malangnya, aku tidak mempunyai perahu. Bolehkah kau menolongku?" tanya lelaki itu."

Aku tidak mempunyai perahu untuk diberikan kepada kau. Tetapi kau boleh memotong batang pohon ini untuk dijadikan perahu. Kau akan dapat belayar dengan gembira," kata pohon apel itu. Lelaki itu merasa amat gembira dan menebang batang pohon apel itu. Dia kemudiannya pergi dari situ dengan gembiranya dan tidak kembali lagi selepas itu. Namun begitu, pada suatu hari, seorang lelaki yang semakin dimakan usia, datang menuju pohon apel itu. Dia adalah anak lelaki yang pernah bermain di sekitar pohon apel itu."

Maafkan aku. Aku tidak ada apa-apa lagi untuk diberikan kepada kau. Aku sudah memberikan buahku untuk kau jual, dahanku untuk kau buat rumah, batangku untuk kau buat perahu. Aku hanya ada tunggul dengan akar yang hampir mati..." kata pohon apel itu dengan nada pilu." Aku tidak mau apelmu karena aku sudah tiada bergigi untuk memakannya, aku tidak mahu dahanmu karena aku sudah tua untuk memotongnya, aku tidak mau batang pohonmu karena aku berupaya untuk tidak belayar lagi, aku merasa lelah dan ingin istirahat," jawab lelaki tua itu."

Jika begitu, istirahatlah di perduku," kata pohon apel itu. Lalu lelaki tua itu duduk beristirahat di perdu pohon apel itu dan beristirahat. Mereka berdua menangis kegembiraan.

Sebenarnya, pohon apel yang dimaksudkan didalam cerita itu adalah kedua ibu bapa kita. Bila kita masih muda, kita suka bermain dengan mereka. Ketika kita meningkat remaja, kita perlukan bantuan mereka untuk meneruskan hidup. Kita tinggalkan mereka, dan hanya kembali meminta pertolongan apabila kita didalam kesusahan.

Namun begitu, mereka tetap menolong kita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia dan gembira dalam hidup. Anda mungkin terpikir bahwa anak lelaki itu bersikap kejam terhadap pohon apel itu, tetapi pikirkanlah, itu hakikatnya bagaimana kebanyakan anak-anak masa kini melayani ibu bapa mereka. Hargailah jasa ibu bapa kepada kita.
ini hanya salah satu cerita yang saya unduh dari sini. masih banyak lagi cerita lainnya yang dapat anda baca.

 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger