Iseng mendaftar di Google Plus... Semoga menemukan apa yang berbeda dari media sosial yang lain... Untuk para pengunjung blog biru coba circle saya ya di anangku[at]gmail.com ya.... :))
Jumat, 30 September 2011
Selasa, 20 September 2011
pakai progessive aja, jadi gak keliatan tua...
Diposting oleh
Unknown
di
03.08
seiring bertambahnya usia, selain uban yang mulai muncul satu per satu, yang tak dapat dihindarkan adalah berkurangnya penglihatan untuk melihat jarak dekat, semisal membaca koran atau buku, dan yang lebih 'parah' susah sekali memasukkan benang ke dalam lubang jarum. merasanya sih, masih bisa baca, padahal jarak bacaan dan mata sudah semakin jauh :D istilah keilmuan susah ngeliat deket ini adalah presbyopia. apa sih presbyopia? kata wiki Presbyopia berasal dari bahasa Yunani “Presbys” yang berarti orang tua dan “Opia” artinya mata.
rabun dekat ini dapat dikoreksi dengan menggunakan kacamata baca atau yang lebih populer dengan kacamata plus. bila sudah memakai kacamata ini, duniapun kembali menjadi terang benderang. namun, bila selain rabun dekat, ada rabun jauh juga, berarti harus ada dua kacamata. satu buat melihat jauh, satu lagi untuk membaca koran. repot. yah, iyahlah, kecuali anda mau memaksakan mata untuk membaca dengan mata telanjang.
untuk mengatasi kerepotan ini ada yang namanya lensa bifokal atau dikenal juga dengan istilah flattop alias lensa untuk melihat jauh dan melihat dekat yang disatukan. adalah benjamin franklin, sekitar tahun 1780 menciptakan lensa bifokal dengan menyatukan dua lensa untuk kebutuhan berbeda. bentuknya tentu masih sederhana karena ia hanya sekadar 'memotong' dan 'menempelkan'. tapi, dari sinilah lensa bifokal terus berkembang hingga ke bentuk yang sekarang.
namun demikian, pemakaian lensa bifokal ini dirasakan tidak terlalu nyaman. perpindahan saat melihat jauh ke lensa untuk membaca dirasakan terganggu karena adanya pembatas. sejalan dengan perkembangan teknologi, dibuatlah lensa progressive. seturut optiboard lensa progressive atau istilahnya progressive addition lens (PAL):
PAL menghilangkan pembatas itu. perpindahan dari jauh ke dekat tidak menjadi masalah. lensa pun kelihatan 'bersih'. lebih dari sekadar bersih, lensa progressive juga 'menambahkan' jarak pandang menengah yang dapat dipakai untuk melihat komputer. selain nyaman digunakan, progressive juga secara estetika indah dipandang. tapi, di balik kenyamanan dan keindahan itu, pemakaian lensa jenis ini memerlukan adaptasi. harus dibiasakan melihat dengan pembatas menjadi tanpa pembatas.
berapa lama adaptasi diperlukan? setiap individu berbeda-beda. ada yang satu dua hari sudah terbiasa, ada yang satu dua minggu dan bahkan dapat berlangsung satu dua bulan. selama masa adaptasi ini, yang seharusnya nyaman memang menjadi tidak nyaman. bisa-bisa gara-gara lensa progressive jadi agresif, karena terlalu senang semua terlihat indah padahal tidak dalam jangkauan (semisal, menuruni tangga, dipikir sudah anak tangga terakhir tapi ternyata belum sampai). wah, gak enak dong. jangan khawatir, daya adaptasi manusia termasuk tinggi atau cepat. dan, kalau anda melakukannya (sejak pemeriksaan mata (tergantung kebiasaan, ada yang nyaman di dokter spesialis mata atau cukup di optik) hingga pembuatannya) dengan cermat, tak ada alasan untuk menggunakan lensa progressive (yang sayangnya harganya memang lebih tinggi dari lensa biasa :(.)
banyak merek lensa progressive, gugling saja atau tanyakan pada yang sudah memakainya. lantas, pilihlah optik yang memberikan informasi dan layanan terbaik. (jangan terpengaruh dengan nama besar, karena belum tentu memberikan layanan yang baik). cerewetlah. tanyakan semua mengenai lensa progressive. begitu pula dengan frame/bingkai yang bisa digunakan untuk lensa ini. anda bisa memilih lensa kaca atau plastik.
bila semua sudah terjawab dan anda yakin ingin menggunakan lensa progressive -- lebih dengan pertimbangan kenyamanan tak perlu mengganti-ganti kacamata bukan karena faktor estetika agar dibilang keren -- lakukan saja.
rabun dekat ini dapat dikoreksi dengan menggunakan kacamata baca atau yang lebih populer dengan kacamata plus. bila sudah memakai kacamata ini, duniapun kembali menjadi terang benderang. namun, bila selain rabun dekat, ada rabun jauh juga, berarti harus ada dua kacamata. satu buat melihat jauh, satu lagi untuk membaca koran. repot. yah, iyahlah, kecuali anda mau memaksakan mata untuk membaca dengan mata telanjang.
untuk mengatasi kerepotan ini ada yang namanya lensa bifokal atau dikenal juga dengan istilah flattop alias lensa untuk melihat jauh dan melihat dekat yang disatukan. adalah benjamin franklin, sekitar tahun 1780 menciptakan lensa bifokal dengan menyatukan dua lensa untuk kebutuhan berbeda. bentuknya tentu masih sederhana karena ia hanya sekadar 'memotong' dan 'menempelkan'. tapi, dari sinilah lensa bifokal terus berkembang hingga ke bentuk yang sekarang.
namun demikian, pemakaian lensa bifokal ini dirasakan tidak terlalu nyaman. perpindahan saat melihat jauh ke lensa untuk membaca dirasakan terganggu karena adanya pembatas. sejalan dengan perkembangan teknologi, dibuatlah lensa progressive. seturut optiboard lensa progressive atau istilahnya progressive addition lens (PAL):
the first commercial PAL was the original Varilux lens launched in Europe in 1959. The first PAL launched in the US was the Omnifocal lens released in 1961.
PAL menghilangkan pembatas itu. perpindahan dari jauh ke dekat tidak menjadi masalah. lensa pun kelihatan 'bersih'. lebih dari sekadar bersih, lensa progressive juga 'menambahkan' jarak pandang menengah yang dapat dipakai untuk melihat komputer. selain nyaman digunakan, progressive juga secara estetika indah dipandang. tapi, di balik kenyamanan dan keindahan itu, pemakaian lensa jenis ini memerlukan adaptasi. harus dibiasakan melihat dengan pembatas menjadi tanpa pembatas. berapa lama adaptasi diperlukan? setiap individu berbeda-beda. ada yang satu dua hari sudah terbiasa, ada yang satu dua minggu dan bahkan dapat berlangsung satu dua bulan. selama masa adaptasi ini, yang seharusnya nyaman memang menjadi tidak nyaman. bisa-bisa gara-gara lensa progressive jadi agresif, karena terlalu senang semua terlihat indah padahal tidak dalam jangkauan (semisal, menuruni tangga, dipikir sudah anak tangga terakhir tapi ternyata belum sampai). wah, gak enak dong. jangan khawatir, daya adaptasi manusia termasuk tinggi atau cepat. dan, kalau anda melakukannya (sejak pemeriksaan mata (tergantung kebiasaan, ada yang nyaman di dokter spesialis mata atau cukup di optik) hingga pembuatannya) dengan cermat, tak ada alasan untuk menggunakan lensa progressive (yang sayangnya harganya memang lebih tinggi dari lensa biasa :(.)
banyak merek lensa progressive, gugling saja atau tanyakan pada yang sudah memakainya. lantas, pilihlah optik yang memberikan informasi dan layanan terbaik. (jangan terpengaruh dengan nama besar, karena belum tentu memberikan layanan yang baik). cerewetlah. tanyakan semua mengenai lensa progressive. begitu pula dengan frame/bingkai yang bisa digunakan untuk lensa ini. anda bisa memilih lensa kaca atau plastik.
bila semua sudah terjawab dan anda yakin ingin menggunakan lensa progressive -- lebih dengan pertimbangan kenyamanan tak perlu mengganti-ganti kacamata bukan karena faktor estetika agar dibilang keren -- lakukan saja.
Senin, 01 Agustus 2011
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H
Diposting oleh
Unknown
di
18.46
Alhamdulillah, kita masih dipertemukan kembali dengan bulan suci yang penuh berkah. Apalagi kalau bukan bulan Ramadhan yang sangat kita cintai dan kita dambakan ini..... Bersyukur karena kita bisa menjalankan syariat Islam yakni berpuasa sebulan penuh.... Sehingga menjadikan diri kita menjadi lebih baik lagi dengan tempaan selama bulan puasa.... Amin....
Tak afdol rasanya jika di bulan puasa ini kita tanpa pegangan jadwal imsakiyah ramadhan... Karena ini sekaligus menjadi patokan kita dalam menjalankan puasa. Kapan waktunya imsak dan maghrib datang.... Penanda kita memulai dan mengakhiri puasa Ramadhan....

blog biru ini pun menjadikan momentum Ramadhan ini untuk kembali mengingat kepada-Nya, mengajak para pembaca sekalian untuk tetap tekun menjalankan puasa demi menggapai Ridho-Nya...... Yuk... Berikut ini adalah jadwal imsakiyah untuk berbagai kota di Indonesia.... Blog biru ambil dari sumber yang akurat dan terpercaya...
Jika ingin melihat jadwal imsakiyah bulan Ramadhan 1432 H atau Agustus tahun 2011 untuk kota-kota lainnya di berbagai macam propinsi di Indonesia, anda bisa melihat langsung di sumbernya langsung disini.
Tak afdol rasanya jika di bulan puasa ini kita tanpa pegangan jadwal imsakiyah ramadhan... Karena ini sekaligus menjadi patokan kita dalam menjalankan puasa. Kapan waktunya imsak dan maghrib datang.... Penanda kita memulai dan mengakhiri puasa Ramadhan....
blog biru ini pun menjadikan momentum Ramadhan ini untuk kembali mengingat kepada-Nya, mengajak para pembaca sekalian untuk tetap tekun menjalankan puasa demi menggapai Ridho-Nya...... Yuk... Berikut ini adalah jadwal imsakiyah untuk berbagai kota di Indonesia.... Blog biru ambil dari sumber yang akurat dan terpercaya...
Jika ingin melihat jadwal imsakiyah bulan Ramadhan 1432 H atau Agustus tahun 2011 untuk kota-kota lainnya di berbagai macam propinsi di Indonesia, anda bisa melihat langsung di sumbernya langsung disini.
Selasa, 26 Juli 2011
mos, itu enak dan perlu...
Diposting oleh
Unknown
di
03.17
'jumat aku ada briefing mos (masa orientasi studi) bu'
'oke, palingan dikasih tahu apa-apa yang harus dibawa'
'oke, palingan dikasih tahu apa-apa yang harus dibawa'
ternyata briefing berlanjut. artinya, harus ditindaklanjuti. tugas pertama adalah membuat tas. kalau di sekolah lain, umumnya menggunakan tas berbahan karung terigu atawa karung goni yang tinggal jahit ala kadarnya selesai, si bujang yang masuk di sini harus membuat tas berbentuk baju berbahan dasar kardus. bukan asal bikin pula. dalam briefing disertakan ukuran tas baju (atau, baju tas) itu. artinya pula, harus presisi.
presisi? iyalah. nekad aja kalau bikin asal-asalan (ada kakak senior yang bertugas membawa-bawa mistar untuk melakukan pengukuran). maka, semua (kecuali bapaknya, yang lagi ada urusan lain yang tak mungkin ditinggalkan) berjibaku membuat tas itu. ibu, om dan tante ikut turun tangan. meskipun demikian, aktor utama teteup si bujang. menggaris. memotong. memberikan lem. sampai akhirnya tuntas.
untuk apa sih, tas sebesar gaban yang bisa dimuati anak batita itu? ya, untuk dimuati perlengkapan mos. buku, botol minum (lucunya, botol minum yang berisi air putih diberi label 'flammable liquid'), nama kelompok (berbentuk bunga), name tag, ompreng nasi, quran kecil, diary (berbentuk penyiram bunga, yang juga harus akurat ukurannya), alat tulis, dompet.
repot pastinya membawa dus itu pulang-pergi rumah-sekolah-rumah. selain itu, supir angkot minta bayaran untuk dua orang :D. alhamdulillah, untunglah, ada salah satu siswa yang rumahnya berdekatan dengan sekolah rela iklas dan mau dititipin tas. bukan cuma satu, tapi ya sekelompok alias 32 buah. di sinilah anak-anak itu mulai belajar berbagi. tugas-tugas kelompok langsung dikerjakan bersama. tanpa dikomando, mereka langsung membagi-bagi tugas. selesai urusan? tunggu dulu. ibu di rumahpun kebagian peran. selesai mos, si bujang segera mengirimkan pesan singkat bahwa besok harus bawa ini dan itu. semacam, menu makan siang adalah capcay atau nasi jelek. tahu nasi jelek? nasi goreng :D nama buahpun disamar-samarkan. tapi alhamdulillah, lewat jarkom semua gak ada yang salah. ditambah pula jus buah. menu makan siangpun menjadi bergizi deh.
dipikir atawa dilihat sepintas, mos ini seperti kurang kerjaan. kayak bikin tas harus presisi atawa ibu yang pontang-panting belanja makanan atau buah tapi dipakainya hanya sedikit. (makanya, ada ortu yang protes, repot-repot beli nugget satu bungkus yang dibawa cuma dua potong. atawa membeli semangka utuh, yang dibawa hanya sepotong kecil.).
tapi, coba kita lihat dari sisi lain. sejak awal memilih ini, semua calon siswa-siswi sudah tahu bahwa sekolah ini bakalan 'repot'. selain dwi bahasa, tugasnya juga banyak. ditambah lagi dengan ekskul. paripurna sudah. nah, apa yang diberikan waktu mos adalah sarana latihan agar para siswa-siswi terbiasa dengan aneka tugas (oh, ya, selama mos, setiap hari mereka harus menulis diary dan membuat karangan). di sini mereka juga belajar membagi waktu dengan efisien. berbagi dengan teman untuk urusan kelompok.
lantas, para ortu yang ikut terlibat? nah, ketahuilah saudara-saudari sebangsa dan setanah air, ikut repotnya para ortu dalam mos haruslah dilihat bahwa pendidikan bukan semata urusan guru/sekolah. ortu di rumah juga harus terlibat. di sekolah urusannya pengetahuan secara formal. sementara di rumah orang tua melengkapi dengan sarana pendukung yang dibutuhkan.
wallahu alam bi shawab...
Senin, 04 Juli 2011
Zainuddin MZ Meninggal Dunia
Diposting oleh
Unknown
di
21.10

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. KH Zainuddin MZ telah berpulang ke rahmatullah pada pagi ini sekitar pukul 9:22 WIB di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta. Berita tersebut langsung menyebar di dunia maya, lewat facebook dan twitter serta berbagai media sosial menyebarkan berita meninggalnya KH Zainuddin MZ.
Berita meninggalnya dai sejuta umat ini membuat banyak orang bertanya-tanya benar atau tidak bahwa Zainuddin MZ meninggal hari ini. Padahal kemarin beliau masih mengisi ceramah agama di salah satu stasiun televisi...
Masalah umur tidak ada orang pun yang tahu karena itu adalah rahasia Tuhan.... Hari ini Tuhan memberikan satu lagi pelajaran bagi kita semua....
Selamat jalan Zainuddin MZ... Semoga khusnul khotimah.... Amin
Rabu, 29 Juni 2011
Selasa, 14 Juni 2011
bis surat yang kutunggu, eh, ...
Diposting oleh
Unknown
di
21.38
di era sms dengan beragam smartphone dan aneka jejaring sosial yang ada, rasanya aneh bila ada yang masih mengirim surat. bahkan tagihanpun, kartu kredit misalnya, dikirim lewat e-mail. yang tersisa adalah surat permintaan menjadi donatur atau yang sejenis dan sayembara berhadiah :D.
lantas, kapan anda terakhir mengirim surat? kemarin, minggu lalu, bulan yang lewat atau bertahun-tahun yang silam? lalu, bila anda mengirim surat, apakah langsung ke kantor pos atau memasukkannya ke bis surat?
beruntung, alhamdulillah, kantor saya berdekatan dengan kantor pos, jadi bila ingin berkirim surat tinggal melangkah tanpa perlu keluar biaya. biasanya juga di depan kantor pos ada yang namanya bis surat. jadi, bila perangkonya sudah cukup, tak perlu lagi antre panjang menunggu giliran, cukup cemplungkan saja ke dalam bis yang tak bisa berjalan itu.. oh, ya, seturut ini:
Bis surat diterjemahkan dari bahasa Belanda Brievenbus yang merupakan tempat atau kotak untuk mengirim surat yang sudah diberi alamat tujuan yang jelas, dan perangko yang cukup. Surat-surat yang terkumpul dalam bis surat dikumpulkan secara reguler oleh petugas kantor pos untuk selanjutnya menstempel perangko yang ditempelkan diatas amplop.
Bis surat biasanya ditempatkan dipinggir jalan sebagai salah satu perabot jalan yang banyak ditemukan diberbagai bagian kota.
sekarang, lebih mudah menemukan penjual voucher pulsa hape daripada bis surat. dulu, tahun sembilan satu, di depan perumahan saya masih bisa dijumpai kotak kaleng berwarna oranye itu. sesekali saya melihat pak pos membuka kotak itu dan mengambil surat-surat yang ada. tapi, kini, bahkan, bekas tempat bis surat itupun tak ada lagi.
minggu lampau, di tengah kemacetan saat menuju tempat kerja, antara percaya dan tidak, mata saya bersirobok dengan si oranye itu. ya, betul. sebuah bis surat didirikan di depan sebuah perumahan. masih adakah yang menggunakan? saya tidak tahu dengan pasti. namun demikian, terlepas dari tidak atau jarang digunakan, bis surat sebaiknya memang tetap ada. untuk pembelajaran para siswa-siswi sekolah, misalnya, agar mereka mengerti sejarah persuratan. wallahu alam bi shawab...
Langganan:
Postingan (Atom)



