Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label solidarity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label solidarity. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 November 2011

maaf, perlukah...

AREA di mana sticker ini ditempel jalan kebahagiaan, depok timur, jawa barat adalah lokasi siswa-siswi sekolah menunggu angkot. 'senggolan' sedikit saja dapat membuat suasana menjadi panas membara. pernah kejadian, beberapa tahun silam, sebuah truk marinir sempat diparkir di sini karena seorang siswa yang tertusuk (kalau saia tak salah ingat siswa itu meninggal). 

akan halnya sticker itu. kenapa para pedagang di situ harus meminta maaf untuk sesuatu yang seharusnya tidak perlu dimintakan maaf? rasa sungkan? adat istiadat sebagai orang timur? wong, tawuran itu jelas-jelas mengganggu orang lain. membuat jalan menjadi macet. aktivitas pedagang pun terganggu. belum lagi kerugian material karena adanya kerusakan...

syukurlah, kini, tawuran di situ sudah jarang terjadi. sticker itu merupakan kenang-kenangan atau penanda bahwasanya tawuran itu merugikan orang lain selain diri sendiri.

Senin, 26 April 2010

gak ada pylox, gak seru dong...

tahukah anda apa yang dibutuhkan saat ingin melihat pengumuman kelulusan? pylox! ya, pylox alias cat semprot itu. kalau baju (atau, bahkan, rambut) belum kena semprot pylox, rasanya belum sah. belum afdhal. uang yang di'buang' untuk 'eksistensi diri' para siswa sekolah yang saya yakin, tidak diajarkan berbuat seperti itu oleh para guru mereka tidaklah sedikit. harga satu kaleng cat itu sekitar tigapuluhribuan. sekali beli, bisa beberapa kaleng sekaligus. biar lebih warna-warni, tentunya. katakanlah, satu sekolah butuh lebih dari satu kaleng, dikalikan saja dengan jumlah sekolah yang ada (meski tidak semua siswa/i sekolah melakukannya). selain cat yang dibuang sia-sia, baju kemeja pun jelas-jelas tidak akan bisa dipakai lagi. padahal, kalau saja, mereka mau (sedikit) berpikir: uang tidak dibuang begitu saja. baju pun dapat diberikan kepada yang membutuhkan. mereka (yang ber-pylox ria itu juga tidak berempati dengan teman-teman mereka yang (mulai tahun ini diberikan kesempatan) mengulang ujiannya. apakah ini hasil pendidikan? wallahu alam bi shawab...

Selasa, 16 September 2008

duapuluhribu pembawa petaka...

...21 orang tewas terinjak-injak dan 13 orang lainnya luka-luka.
seperti ditulis di sini. inna lillahi wa inna ilaihi rajiun... tewas untuk sebuah ke-sia-sia-an? wallahu alam bi'shawab. gusti allah pasti tahu apa yang terbaik untuk mereka. sementara yang hidup enggan lebih pas dikatakan tidak mau belajar dari kejadian sebelumnya yang juga memakan korban. padahal kata pepatah pengalaman adalah guru yang baik.

mengapa sang dermawan tidak mau menyerahkan langsung zakatnya? padahal kata tetangga sebelah, lebih afdhal kalau diserahkan langsung kepada yang berhak. kalau ini yang dijadikan patokan, jelas kemana sampainya uang yang diberikan. kekeliruan mestinya lebih dapat diminimalisasikan. atau serahkan saja kepada
pengelola resmi zakat milik pemerintah. takut tak sampai? atau takut tak ada transparansi? kenapa tidak mampir ke swasta, seperti ini atau ini atau ini.

namun pada akhirnya kembali kepada yang ingin berzakat. sepanjang cara yang dipilih syar'i dan tidak menimbulkan korban hingga tewas, tentunya sah-sah saja.

Selasa, 08 Juli 2008

jurnal bikin mual...

minggu lalu, saya sudah bagaikan pialang saham. melihat dengan seksama pergerakan jurnal alias rangking nanda di sekolah menengah negeri depok yang akan menjadi jenjang pendidikan berikutnya. alhamdulillah, psb alias penerimaan siswa baru depok (serta kota-kota lain) dapat dipantau online (meski tidak realtime). jadi para ortu tak perlu lagi wira-wiri rumah-sekolah-rumah.

para support yang berkutat mengurus jurnal boleh diacungi jempol. di hari pertama pendafataran, belum lagi pukul 12.00 (seperti tertulis di situsnya bahwa pengumuman mulai pukul 12.00) para ortu sudah dapat melihat rangking putra-putrinya di sekolah yang dituju. (belum semua sekolah memang.dan, saya lebih fokus ke smp karena nanda memang mendaftar untuk smp).

di hari pertama jurnal nanda menduduki rangking ke-17 (dari 360 calon yang sudah mendaftar) dan masih di batas aman. hari berikut posisinya melorot ke 50. kok bisa? tentu bisa karena ada siswa yang mendaftar dengan nilai uasbn jauh di atas nanda. hari ke tiga kedudukannya masih di seputar angka seperti hari sebelumnya.

nah, di hari ke empat yang boleh dikatakan hari penentuan, karena hari terakhir pendaftaran, situs yang populer dikunjungi itu menjelang sholat jumat malah tak dapat diakses. wah, ada yang bilang sabotage. ada yang nyeletuk rekayasa. halah, saya bilang datanya semua jelas kok. kalo main-main dengan itu semua bisa-bisa para ortu sedepok ngamuk. wuih, gak kebayang yah :d

sambil menyelesaikan pekerjaan kantor, saya berkali-kali mencoba mengakses situs psb itu. namun tetap 'dalam maintenance'. duh, gimana nih? meski nanda sudah dalam posisi aman. tapi keinginan untuk tetap melihat kedudukan terakhir tak pernah berkurang. alhamdulillah, sekitar setengahsepuluhan malam, psb-depok.com dapat diakses lagi. sesuai dengan perkiraan saya, posisi nanda nangkring di 50 atau sama dengan diterima di sini.

melihat pergerakan jurnal menerbitkan rasa sedih juga. mengapa demikian? karena saya tidak semata melihat rangking nanda. tapi juga melihat peringkat teman-temannya satu kelas (dan sekolah). ikut sedih rasanya manakala melihat nama temannya tak ada lagi. apalagi kalau teman dekat yang sering kita bicarakan bersama....

sisi lain sistem jurnal adalah adanya ortu yang bersikap bak preman. mereka menjaga gerbang sekolah dan menghadang orang tua lain yang ingin mendaftarkan anaknya. awalnya saya pikir ini hanya isapan jempol belaka. ternyata sungguh terjadi. jadi anak beberapa ibu yang berbaris, bagaikan among tamu di perhelatan, yang setengahmengancam ortu lain. mereka bilang: pendaftaran sudah tutup. padahal jelas-jelas di hari terakhir pendaftaran adalah pukul 11.00. dan, ketika sirine tanda pendaftaran tutup melengking, mereka pun bersorak-sorak kegirangan. mengapa mereka berperilaku demikian? karena kalau ada pedaftar dengan nilai yang lebih tinggi otomatis yang nilainya lebih rendah akan tergusur dari jurnal.

yang juga bikin kesal adalah ortu yang mendaftarkan anaknya tapi tidak jadi sekolah di situ. yang lebih mengesalkan adalah nilai uasbn anak ini tinggi yang otomatis meruntuhkan nilai dibawahnya. saya tak habis pikir dengan ortu yang begini. sementara ortu lain kebingungan atau harap-harap cemas mereka malah bermain-main. saya juga ragu kalau mereka tak sadar sudah menghilangkan kesempatan orang lain. ini memang hak mereka. tapi, cobalah mereka bayangkan kalau itu terjadi kepada saudara atau keluarga mereka.

ironis.

Senin, 22 Oktober 2007

aduh, jadi malu...

aduh, kita jadi malu nih, segitu perhatiannya. terima kasih ya. padahal kemaren itu kita kan cuma bilang aja. nggak ada maksud apa-apa...
... sebuah penggalan cerita sehari-hari dari seorang teman yang ingin berbagi. "saya percaya, ini adalah ucapan terima kasih yang tulus. dan, tidak dibuat-buat dari ibu itu," lanjut teman saya. "padahal apa yang saya berikan bukanlah sesuatu yang wah dan bernilai besar. saya hanya ingin berbagi rejeki sedikit," katanya lagi.

"awalnya saya mampir ke rumah si ibu itu dan mendapatkan kabar bahwa putri sulungnya masuk rumah sakit karena demam berdarah. saya hanya membatin membayangkan keluarga itu. sebuah keluarga yang pekerjaan kakek si putri adalah sebagai satpam. neneknya berjualan di sekolah si putri, namun sepanjang ramadhan ia tak berjualan. sementara ayah si putri antara kerja dan tidak," tambahnya. "dulu ayah si anak punya pangkalan kusen tapi krisis ekonomi mematikan usahanya. saya pun kembali ke rumah sambil masih memikirkan keluarga si ibu yang pekerjaannya ibu rumah tangga itu, hingga akhirnya saya memutuskan berbagi," tutup teman saya.

saya tahu, teman saya itu bukanlah termasuk orang yang sangat berada. tapi memang lebih dibanding keluarga si putri. namun, dengan kelebihan yang hanya sedikit ia berani untuk berbagi. saya tak berani bertanya seperti ini: kok mau sih ngasih-ngasih padahal elo juga gak lebih-lebih amat.

saya yakin, bukan karena masih di bulan syawal teman saya itu mau berbagi. dan, kita memang tak perlu menunggu bulan syawal kalau ingin berbagi. ah, saya membayangkan ucapan terima kasih yang tulus itu keluar dari hati dengan mata berbinar menyinarkan syukur kepada sang khalik. ah, jadi malu saya...

Senin, 17 September 2007

kalau datang semua malah...

bapak-bapak, remaja dan muslimin taman depok permai dan sekitarnya, dimohon kehadirannya di masjid al mujahidin untuk pengecoran terakhir menara masjid...
sejatinya pada malam ke dua sholat tarawih, ketua dewan kemakmuran masjid sudah mengumumkan kegiatan ini. halo-halo dari pengeras suara sore kemaren hanyalah pengingat agar para bapak yang tidak berhalangan berkenan hadir di masjid.

alhamdulillah, sinar mentari di pukul enam belas tidaklah terlalu terik. beberapa orang bapak sudah mulai mengolah bahan cor-an. ada yang mengaduk-aduk. ada yang menuangkan batu split. ada yang menuangkan pasir. ada juga yang bengong :d (yang ini mungkin pernah menjadi
mandor kontraktor). sementara pak ahmad, tukang insinyur asyik mengocok-ngocok botol bekas air mineral yang berisikan bahan untuk membuat cor-an lebih cepat mengering.

ketika tukang insinyur melihat adonan sudah khalis, maka ember-ember mulai beredar. dari tangan ke tangan dan akhirnya sampai di puncak menara yang menurut proposal tingginya 20 meter. oh, ya, para peserta kerja bakti ini sekitar duapuluhan orang saja. dan, ini merupakan penutup dari acara cor-mengecor yang telah dilakukan sebelumnya.

sementara soal biaya merupakan urunan dari warga kompleks. mau menyumbang berapapun pasti diterima. berupa uang ya syukur. kalaupun berbentuk material tidak menjadi masalah. ada cerita menarik soal dana ini. bukan bocoran. bukan pula gosip. katakan pak 'fulan satu' menyumbang sekian puluh juta. tapi tak mau disebutkan namanya. panitia keberatan kalau anonim karena jumlahnya cukup besar. akhirnya pak 'fulan satu' setuju namanya ditulis di daftar donatur.

kali lain, pak 'fulan dua' mendatangi panitia dan menanyakan dana yang sudah terkumpul. panitia menyerahkan daftarnya. dan, pak 'fulan dua' yang sudah menyumbang lebih dahulu, agaknya, tergerak hatinya demi melihat sumbangan pak 'fulan satu'. akhirnya, pak 'fulan dua' menyamakan jumlah sumbangan sebesar sumbangan pak 'fulan satu'. saya tahu pak 'fulan dua' bukanlah ingin sok-sok-an dan pamer manakala berbuat itu. ini lebih karena ia merasa 'malu' karena mampu tapi menyumbang tidak sesuai kemampuan.

kembali ke cor-cor-an. apa yang membuat pekerjaan ini terasa ringan (secara kami sedang menjalankan ibadah puasa), barangkali, adalah celetukan-celetukan segar dari bapak-bapak yang sudah tidak muda lagi itu. saling mengejek. atau siram-siraman air pakai selang (persis anak kecil main air :d). atau kaki yang ditimbun batu split. sementara ada juga bagian 'kompor' yang mengumumkan waktu berbuka yang katanya tinggal dua puluh menit, padahal magrib masih jauh.


semua tertawa. semua gembira. tak ada rasa lelah (padahal lumayan pegal juga sih :d). alhasil jam lima pekerjaan rampung. wajah-wajah cerah-ceria menghiasi sore yang semakin tua. tak semua warga memang yang datang. bahkan boleh dikatakan yang hadir adalah wajah yang itu-itu mulu. memakai istilah warga 'orang-orang masjid'. tak ada paksaan. tak ada keharusan. bukan pula kewajiban. siapa suka silakan datang. dan, kalau saja yang datang orang satu kompleks yang tiga ratus kepala keluarga itu, wah, malah rusuh kali ya.

Sabtu, 24 Maret 2007

horeee dapet... laptop

leptobpara anggota dewan yang terhormat dan berkantor di senayan nampaknya senang membikin berita atau dijadikan berita. berita terbaru adalah kembali ke, eh, mereka meminta laptop. menurut arbi sanit di sini, "ini barang kecil, tapi akan menjadi masalah besar." apakah permintaan ini sebuah kebutuhan atau sekadar terpengaruh sama popularitas pesohor ini, entahlah.
meski ada yang tidak setuju dengan permintaan itu, nampaknya tak akan ada aral yang merintangi karena sudah disetujui sejak oktober 2006.

kalau saja dana sebesar duabelas milyar lebih itu dipakai untuk berpartisipasi pada olpc alias 'satu anak satu notebook' boleh jadi anak-anak di desa terpencil di negeri ini jadi melek informasi. tapi...

Selasa, 20 Maret 2007

partisipasi vs kontribusi...

nb. bagi mereka yang tidak dapat berpartisipasi harap memberikan kontribusi.
itulah penutup undangan dari pak ketua rukun tetangga. isi undangannya: semua warga diharapkan kehadirannya untuk kerja bakti membersihkan rumput di sebelah lapangan voli. acara dimulai pukul tujuh waktu indonesia bagian barat. tapi sebelum berangkat ke lapangan, seperti pesan di undangan, jangan lupa untuk membersihkan selokan di depan rumah.

alhamdulillah. di depan rumah pohon teh-teh-an sudah dipangkasrapikan oleh kakek (tetangga yang sering dimintakan tolong oleh ibunya nanda). selokanpun sudah bersih. dalam artian tak perlu lagi dibersihkan karena yang tertinggal di dalamnya adalah endapan lumpur. kalaupun (nekad) ingin mengangkatnya menaruh lumpurnya malah bingung. ditauh di pinggiran jalan malah mengganggu lalu lalang kendaraan dan orang. jadi, biarkan saja :d.

balik ke 'nb undangan' awalnya saya juga berpikir ingin berkontribusi saja tanpa perlu ke lapangan. (lagipula malamnya kan ke pesta kawinan, cape dong ah :d). tapi kalau semua mempunyai ide yang sama dengan saya yaitu berkontribusi alias memberikan makanan atau minuman, bisa-bisa lebih banyak kontribusinya daripada yang kerja bakti.

dan, ternyata, sesampainya di lapangan yang ikutan hanya beberapa bapak. apa iya yang lain berkontribusi? nanti dulu. sesuai tradisi, tanpa ditulis di 'nb' pun sudah pasti ada yang mau menyumbang konsumsi. lalu kemana bapak-bapak lainnya? apa kebetulan libur panjang jadi punya acara masing-masing. oh, ya, acaranya 18 maret kemarin. entahlah.

padahal kerja bakti seperti ini, merupakan ajang silaturahim yang jarang terjadi. yang bisa untuk saling mengenal tetangga baru. bisa pula untuk ajang ngerumpi ngalor-ngidul yang bikin erat hubungan ketetanggaan. atau membuka ladang bisnis baru.

mudah-mudahan ini bukan fenomena yang seperti terjadi di kompleks perumahan elit dimana sesama tetangga saling tak tahu nama dan saling tak mau tahu. mudah-mudahan hanya karena waktunya yang tidak pas. (tapi ngepasin waktu orang se-rt susah kan ya).
 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger