Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label ethical. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ethical. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 April 2012

mau jadi gula pasir atau sirop....

sudah merasa berjasa tapi kok dilupakan. jadi, sakit hati dong rasanya :D padahal, tak perlu kan seperti itu. tak perlulah gembar-gembor atas apa yang dikerjakan. toh, pada akhirnya orang juga akan tahu...
Tak ada yang lebih gusar melebihi makhluk Allah yang bernama gula pasir. Pemanis alami dari olahan tumbuhan tebu ini membandingkan dirinya dengan makhluk sejenisnya yang bernama sirop.

Masalahnya sederhana. Gula pasir merasa kalau selama ini dirinya tidak dihargai manusia. Dimanfaatkan, tapi dilupakan begitu saja. Walau ia sudah mengorbankan diri untuk memaniskan teh panas, tapi manusia tidak menyebut-nyebut dirinya dalam campuran teh dan gula itu. Manusia cuma menyebut, "Ini teh manis." Bukan teh gula. Apalagi teh gula pasir.

Begitu pun ketika gula pasir dicampur dengan kopi panas. Tak ada yang mengatakan campuran itu dengan 'kopi gula pasir'. Melainkan, kopi manis. Hal yang sama ia alami ketika dirinya dicampur berbagai adonan kue dan roti.

Gula pasir merasa kalau dirinya cuma dibutuhkan, tapi kemudian dilupakan. Ia cuma disebut manakala manusia butuh. Setelah itu, tak ada penghargaan sedikit pun. Tak ada yang menghargai pengorbanannya, kesetiaannya, dan perannya yang begitu besar sehingga sesuatu menjadi manis. Berbeda sekali dengan sirop.

Dari segi eksistensi, sirop tidak hilang ketika bercampur. Warnanya masih terlihat. Manusia pun mengatakan, "Ini es sirop." Bukan es manis. Bahkan tidak jarang sebutan diikuti dengan jatidiri yang lebih lengkap, "Es sirop mangga, es sirop lemon, kokopandan, " dan seterusnya.

Gula pasir pun akhirnya bilang ke sirop, "Andai aku seperti kamu."

**

Sosok gula pasir dan sirop merupakan pelajaran tersendiri buat mereka yang giat berbuat banyak untuk umat. Sadar atau tidak, kadang ada keinginan untuk diakui, dihargai, bahkan disebut-sebut namanya sebagai yang paling berjasa. Persis seperti yang disuarakan gula pasir.

Kalau saja gula pasir paham bahwa sebuah kebaikan kian bermutu ketika tetap tersembunyi. Kalau saja gula pasir sadar bahwa setinggi apa pun sirop dihargai, toh asalnya juga dari gula pasir. Kalau saja para pegiat kebaikan memahami kekeliruan gula pasir, tidak akan ada ungkapan, "Andai aku seperti sirop!" (MN/Eramuslim)

Senin, 05 Desember 2011

mau diisi apa celengan kita...

kalau ada pengamen atau pengemis yang meminta-minta, kadang atau seringnya kita mencari uang receh atau pecahan paling kecil untuk mereka. atau, kata-kata seperti ini: "maaf tidak ada uang kecil". sikap seperti ini, buat saya pribadi, lebih baik daripada memberikan uang tapi dalam hati menggerundel alias tidak ikhlas. namun demikian, memberikan banyak tapi dengan sikap sombong karena merasa sudah mampu, tidaklah baik juga. apapun yang kita miliki tak lain adalah milik gusti Allah, kita hanya dititipkan. lantas bagaimana kita mampu memberdayakan titipan itu tergantung sepenuhnya kepada diri kita. apakah kita tetap mengingatnya sebagai ujian atau sebagai hasil kerja keras kita semata. apa yang kita lakukan selama hidup kita di dunia, baik buruk maupun baik, tak lain adalah investasi untuk ukrawi. kutipan berikut yang saya copy-paste dari milis, barangkali, bisa dijadikan pengingat, paling tidak bagi diri saya sendiri...  
Kisah ini diceritakan oleh seorang ulama ternama di kota Bandung yang saat ini beliau masih hidup. Ulama ini mempunyai sahabat seorang pengusaha sukses yang kaya raya dan sekaligus orangnya dermawan kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongannya. Pengusaha kaya ini kalau sedang menginfaqkan hartanya kepada fakir miskin adalah harta yang terbaik yang dimilikinya tidak seperti kebanyakan orang saat ini yang kalau memberikan harta kepada fakir miskin adalah memilih-milih terlebih dahulu harta yang terjelek (terkecil).

Suatu hari Ulama ini bersama pengusaha kaya tersebut sedang dalam perjalanan di kota Jakarta utk memenuhi suatu undangan, tiba-tiba di perjalanan keduanya kedatangan seorang pengemis yang meminta sedekah kepada Pengusaha kaya tersebut, lalu sang pengusaha merogoh kantongnya yang ada uang Rp 50ribuan karena sifatnya yang dermawan ia langsung saja tanpa fikir panjang memberikan uang Rp 50.000 tersebut kepada pengemis tersebut.

Coba bayangkan Saudaraku bagaimana senangnya pengemis diberikan uang Rp 50ribuan yang biasanya paling-paling orang lain memberikan Rp 1000, tentu saja do'anya panjang x lebar bukan? Pengemis itu mendo'akan pengusaha itu panjang x lebar. Namun Pengusaha itu melakukan kesalahan ketika di doakan oleh pengemis tersebut dengan berkata, "Kamu jangan mendo'akan saya , kamu doakan saja dirimu, kalau saya sudah sukses dan kaya lebih baik kamu berdoa utk dirimu saja."

Pengemis itu lantas pergi setelah dikatakan seperti itu, menyaksikan hal tersebut Ulama sahabat pengusaha kaya langsung menegurnya, "Kamu jangan berkata seperti itu kepada pengemis tersebut, bagaimana kalau ia adalah seorang malaikat?"

Sang Pengusaha kaya langsung tersadar akan kesalahannya, dan langsung mengejar mencari pengemis tersebut. Namun sayang pengemis tersebut tidak ketemu padahal perginya belum lama.

Sepanjang perjalanan pulang dari Jakarta ke Bandung Pengusaha itu terus membahas si pengemis tadi khawatir benar Malaikat yang sedang menyamar mengujinya. Benar-benar ia sangat menyesal dengan perkataannya yang sombong saat bertemu pengemis tersebut. Ulama tersebut melanjutkan ceritanya kepada saya dan teman-teman dengan berkata, "Sejak saat itu Wallahua'lam ada hubungannya atau tidak usahanya mengalami kebangkrutan dan tidak pernah bisa bangkit kembali."

Saudaraku kisah tersebut di atas hendaknya bisa menjadikan pelajaran (ibrah) buat kita semua agar berhati - hati dalam berkata, berbuat dan menjaga hati jangan sampai ada kesombongan walaupun hanya kecil seberat zarah karena Allah,SWT akan langsung membalasnya di kehidupan dunia ini dan di akhirat nanti orang yang hatinya ada sifat sombong walaupun seberat biji zarah tidak akan masuk surga.

Berikut ciri-ciri orang sombong agar kita bisa menjauhinya :
1. Tutur katanya, perbuatannya merendahkan orang lain, merasa dirinya paling baik atau lebih baik dibandingkan dengan orang lain.

2. Menolak suatu nasehat kebenaran dari orang lain padahal nasehat itu sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah,SAW

3. Menjawab salam orang miskin berbeda dengan menjawab salam orang kaya

4. Berjalan dengan gaya sombong yaitu dengan membusungkan dada

5. Selalu berbuat zalim /aniaya kepada orang lain.

Ya Allah Ya Rabb lindungilah bimbinglah hati, perkataan dan perbuatan kami kepada yang Engkau Ridhai dan lindungilah kami dari sifat sombong.

Wallahua'lam

Jumat, 08 April 2011

duapuluh empat jam sehari...

dulu tidaklah seperti ini... sekarang, ketika masuk dan duduk di angkot, yang pertama dilakukan penumpang adalah mengeluarkan gadgetnya. jari tanganpun lincah memencet keypad. ekspresi segala rupa menghiasi wajah. meringis. senyum. kening berkerut. menggigit bibir. dan lain sebagainya...

kegiatan olahraga jari ini bisa berlangsung sepanjang perjalanan. pernah saya seperjalanan dengan seorang penumpang, dari pasar minggu hingga turun di depok, tak pernah lepas pencat-pencet. kagum saya dibuatnya. jari-jemarinya lincah sekali bergerak. pandang matanya lurus ke layar hapenya. biar pak supir mengerem mendadak, dia bergeming. mobil mau dikebut gak masalah.

di lain waktu. dari dua belas penumpang yang seangkot, cuma saya dan seorang penumpang lain yang tidak bercengkerama dengan gadget. pemandangan seperti ini, bukan hanya dapat disaksikan di angkot. halte, pinggir jalan, ruang tunggu, dan, yang paling terakhir saya saksikan adalah saat khatib shalat jumat, jamaah sebelah saya sesekali memainkan smartphonenya.

sekarang giliran kening saya yang berkerut. sedemikian pentingnyakah untuk terus-menerus terhubung dengan jejaring sosial? sepenting atau segenting apakah berita yang saling dibagikan itu? jangan-jangan, barangkali, di rumah mereka juga melakukan hal yang sama. terus berkutat dengan gadgetnya...

Senin, 22 November 2010

syaratnya selama persedian masih berlaku...

mau tidak mau. percaya tidak percaya. suka tidak suka. sejak bangun tidur hingga menjelang tidur, seakan-akan, kita dikepung oleh iklan. kata orang pinter: ada iklan yang bagus dan juga iklan yang jelek. semuanya bertujuan mengenalkan produk (berupa barang atau jasa). konsumen masa kini barangkali sudah lebih pintar daripada jaman baheula. tapi, tetaplah waspada, karena bahasa iklan amat sangat berbeda dengan bahasa hukum yang tidak dapat ditafsirkan macam-macam...
SAMSUDIN BERLIAN
Bahasa dan Iklan yang Menyesatkan
Kompas, Jumat, 19 November 2010

Iklan tentulah bagus untuk menekan harga serta memulai dan memperbesar usaha. Masalah muncul ketika bahasa iklan tidak lagi sekadar memperkenalkan atau memuji-muji barang dan jasa pengiklan. Ada beragam taktik yang banyak dipakai sekarang untuk menyesatkan pelanggan sehingga membeli barang atau jasa yang tidak sesuai dengan harapannya.

Obral dengan ungkapan up to atau sampai adalah salah satu yang paling umum dijumpai. Diskon up to 70% biasanya berarti bahwa dari 10.000 barang yang ditawarkan, ada 10 yang harganya dipotong 70 persen, 9.990 lagi dipotong kurang dari itu atau tidak sama sekali. Dalam banyak kasus, harga asli pun sudah lebih dahulu dinaikkan sebelum rabat. Ada lagi diskon 50%+20%. Pelanggan yang mengerti aturan penulisan dalam matematika maupun fisika untuk penjumlahan akan mengira ini 70%. Namun, yang dimaksud rupanya adalah 60%, yakni 50% ditambah dengan 20% dari 50%.

Begitu pula sambungan internet up to 1 Mbps—satu juta bit per detik—berarti kadang-kadang kecepatan unduh pelanggan akan mencapai angka itu, tetapi biasanya hanya separuhnya atau bahkan kurang. Apabila pelanggan mengeluhkannya, penyedia ISP selalu beralasan bahwa penyebab kelambatan itu ada di luar kekuasaannya atau kemungkinan besar masalahnya ada pada komputer atau kabel di dalam rumah pelanggan sendiri!

Pembuat perangkat komputer juga sering mencampuradukkan standar dunia komputer (biner atau basis-2) dengan standar metrik (desimal atau basis-10) yang berbeda. Misalnya, kalau Anda membeli cakram keras yang diiklankan sebesar 1 gigabyte (GB), yang Anda dapat biasanya bukan yang seharusnya 1.073.741.824 bytes (B), melainkan 1.000.000.000 B saja. Itulah sebabnya komputer Anda akan menunjukkan, kapasitas cakram keras itu hanya 0,93 GB, kurang 7 persen dari yang diiklankan!

Ada pula biaya tersembunyi atau tersamar. Banyak harga makanan restoran misalnya diiklankan tanpa biaya pajak dan tip wajib, service charge. Operator telepon genggam pandai beriklan tentang harga murah pulsanya, tetapi boleh dikata tidak ada yang menyatakan bahwa harga terendah biaya pemakaian telepon dibatasi oleh masa berlaku pulsa aktif. Apabila harga pulsa senilai Rp 10.000 berlaku selama dua minggu, paling tidak Anda tetap harus mengeluarkan uang sebesar itu setiap dua minggu, sekalipun operator menetapkan biaya panggil dan SMS Rp0!

Barang kemasan pun bisa dipakai untuk menipu. Isi semut kotak gajah. Belum lagi tawaran menggiurkan dengan ”syarat dan ketentuan berlaku” dan jangan lupa, hadiah menawan ”selama persediaan masih ada”.

Dalam banyak kasus, iklan menyesatkan tidak bisa dibuktikan. Namun, iklan berdampak menyesatkan karena memanfaatkan psikologi atau budaya pelanggan itu sehingga ia mengambil kesimpulan yang keliru, tetapi sesuai dengan kehendak pengiklan. Di sinilah peran perlindungan dari lembaga konsumen, DPR, dan pemerintah sangat diperlukan. Yang ini tak perlu studi banding sebab studi banding menyesatkan juga: ”jalan-jalan ke luar negeri dengan uang negara”.

SAMSUDIN BERLIAN Pemerhati Makna Kata

Senin, 26 April 2010

gak ada pylox, gak seru dong...

tahukah anda apa yang dibutuhkan saat ingin melihat pengumuman kelulusan? pylox! ya, pylox alias cat semprot itu. kalau baju (atau, bahkan, rambut) belum kena semprot pylox, rasanya belum sah. belum afdhal. uang yang di'buang' untuk 'eksistensi diri' para siswa sekolah yang saya yakin, tidak diajarkan berbuat seperti itu oleh para guru mereka tidaklah sedikit. harga satu kaleng cat itu sekitar tigapuluhribuan. sekali beli, bisa beberapa kaleng sekaligus. biar lebih warna-warni, tentunya. katakanlah, satu sekolah butuh lebih dari satu kaleng, dikalikan saja dengan jumlah sekolah yang ada (meski tidak semua siswa/i sekolah melakukannya). selain cat yang dibuang sia-sia, baju kemeja pun jelas-jelas tidak akan bisa dipakai lagi. padahal, kalau saja, mereka mau (sedikit) berpikir: uang tidak dibuang begitu saja. baju pun dapat diberikan kepada yang membutuhkan. mereka (yang ber-pylox ria itu juga tidak berempati dengan teman-teman mereka yang (mulai tahun ini diberikan kesempatan) mengulang ujiannya. apakah ini hasil pendidikan? wallahu alam bi shawab...

Jumat, 15 Januari 2010

batik bikin gak khusyuk...

dari dulu batik udah ada di indonesia. seragam pegawai negeri ada batiknya. para siswa sekolah juga mempunyai seragam batik. (tapi ada satu sekolah swasta yang mewajibkan siswanya memakai baju batik tapi batiknya bebas merdeka. mereka boleh memilih corak atau motif batik apa saja, yang penting batik.). ibu-ibu jelas sekali kain batiknya.

kini, batik semakin banyak digunakan. aneka macam model ada. anak kecil, remaja, dewasa semua memakai batik. malahan ada pertemuan dengan dress code batik. ah, jadi inget reunian tahun kemarin. kami semua sepakat, untuk memakai batik. terserah batik apa. mau tulis atau cetak silakan. tapi ada juga yang protes: kok pake batik kayak pak camat aja. dulu, emang kebanyakan, kalo ga pak lurah ya pak camat yang batikan.


sejak diproklamirkannya 'hari batik nasional', hari jumat sepertinya jadi hari wajib batik. para pegawai, swasta terutama, memakai batik. makanya tidak mengherankan kalau di masjid pun aneka batik bersliweran. sambil menunggu jumatan, bisa cuci mata dulu. ada batik yang motifnya biasa saja. ada juga yang kontemporer. warnanyapun bermacam-macam.

wah, jadi gak khusyuk dong sholat jumatnya. loh? karena jamaah di depan kita pakai batik sih jadinya kan ngliatin batiknya. mestinya kan tuh orang pake baju putih, biar gak eye catching. loh? bukankah khusyuk atau tidaknya tergantung kepada diri sendiri. dan, diri sendiri yang tahu itu. apa iya kalau jamaah di depan anda berbaju putih, atau sedang di masjidil haram atau nabawi saat berhaji, otomatis jadi khusyuk sholatnya?

wallahu alam bi shawab...

Selasa, 22 Desember 2009

kebetulan, sengaja, iseng atawa...

lagi gugling, eh, malah nemu postingan dengan gambar yang sama (yang pernah saya posting di multiply). apakah ini kebetulan? atau kesengajaan? atau iseng belaka? saya masih menunggu konfirmasi atawa klarifikasi daripada pemakaian gambar topeng monyet itu...



gambar kiri dapat dilihat di sini, gambar kanan dapat dilihat di sini

Kamis, 11 Desember 2008

elpiji langka, serobot punya tetangga...

elpiji langka. lagi? sudah berapa kali elpiji langka? menurut ini, pertamina kewalahan pasok gas. masih dari sumber yang sama, ini dikarenakan infrastruktur pertamina sendiri:
Vice President Gas Domestik PT Pertamina Wahyudin Akbar, mengemukakan, sejak konversi elpiji sudah stabil, konsumsi elpiji rumah tangga melonjak dari kemasan 3.000 ton per hari menjadi 6.000 ton per hari. Sementara, kondisi infrastruktur penyimpanan dan fasilitas pengisian elpiji belum bertambah
pasokan langka otomatis berpengaruh pada harga. di depok harganya naik. minggu kemarin untuk ukuran tabung 12 kg harus saya bayar seharga tujuhpuluhtujuh ribu rupiah. tak kurang, lebih boleh. terserah mau beli atau tidak. masih untung warung penjual gas tabung biru itu di seberang rumah jadi tak perlu ongkos tambahan.

ada beberapa warung penjual elpiji di perumahan yang saya huni. salah satunya yang saya sebutkan di atas. apakah para warung ini menjadi pesaing satu sama lain? bisa tidak, bisa juga ya. tapi mereka mempunyai konsumen masing-masing. nah, kemarin ada cerita yang rada heboh:
salah satu warung memesan elpiji kepada agen. sementara warung lain memesan air kemasan pada agen yang sama. saat mengantar pesanan-pesanan itu, si agen terlebih dahulu mengantar air kemasan. ini dikarenakan, biasanya, botol-botol itu ditaruh di atas tabung. demi melihat tabung gas, warung pemesan air matanya mendadak hijau (tabung 3kg kan hijau, kena refleksinya kale :D). sang pemilik warung pemesan air kemudian memaksa si agen untuk menurunkan gas yang bukan pesanannya itu di warungnya. awalnya si agen tidak mau karena takut dimarahi pemesan gas. tapi, dengan segala cara, pemesan air akhirnya mendapatkan gas yang bukan haknya itu. tinggallah pemesan sesungguhnya gigit jari. marah pun takkan ada gunanya. sementara pemesan air tertawa senang karena bisa menjual gas.
duh, sama-sama berdagang kok gitu ya? dimana etika bisnis? halah, warung aja pake etika segala. loh, etika, sepertinya, bukan hanya mata kuliah di universitas kan? mugi-mugi, si pemilik warung yang haknya 'dirampas' tidak terpancing untuk melakukan hal yang sama.

Senin, 16 Juni 2008

susahnya jadi orang kecil...

cerita mengenai orang kecil atawa bukan pesohor atawa terkenal atawa ngetop sudah banyak beredar di dunia maya maupun dalam kehidupan keseharian. maksudnya kisah bagaimana orang-orang ini diperlakukan dengan sesuka hati 'oleh orang-orang besar'. adalah pramuwisma paruh waktu di rumah saya yang bercerita dengan ikhlas mengenai rencana pernikahan putranya. saya kutipkan dialognya:
-- bagaimana persiapan nikahnya bu?
++ ya, gitulah... (pasrah, resah, seperti mengeluh)
-- gitu gimana bu...
++ ya... (enggan untuk bercerita)
setelah setengah dipaksa dan dirayu-rayu (halah), barulah si ibu bercerita bahwa untuk mengurus administrasi atau pencatatan pernikahan di kantor urusan agama ia harus mengeluarkan biaya yang jelas-jelas di luar tarif resmi. di tingkat birokrasi paling bawah alias rukun tetangga ia sudah dikenakan tarif sesuka hati. dan, ini jelas sekali tidak bisa ditawar-tawar. aka... kalo lo mau ya segitu, kalo gak ya gak usah kawin.
-- loh, ibu gak protes?
++ yah, orang kecil kayak saya bu. kalau macam-macam nanti malah dikucilin.
pasrah. tak mampu menggugat. inilah yang dialami si ibu. cerita mirip adalah ini.
Berurusan dengan pesohor yang punya akses besar dalam pemberitaan di media massa telah membawa kesulitan tersendiri bagi para petugas ambulans.
betapa karena bukan pesohor alias orang kecil, petugas ambulans harus mengalami sesuatu yang jelas-jelas tak mengenakkan. untungnya, masih ada pesohor yang mau membantu untuk menyuarakan suara mereka.

dari foto di atas ada yang menarik buat saya. coba perhatikan baik-baik yang berkacak pinggang: apa iya karena yang sedang menggelar konperensi pers adalah orang-orang kecil lantas si reporter atau kamerawati itu boleh bertolak pinggang dengan santainya?

ah, itu kan biasa. jangan-jangan hanya saya sendiri yang berlebih-lebihan menilai sebuah foto.

Senin, 28 April 2008

hari bebas kb...

eits, jangan berprasangka dulu bahwa ada hari dimana 'keluarga berencana' bebas ditiadakan. bukan, bukan itu maksudnya. tapi yang dimaksud adalah 'hari bebas kendaraan bermotor' alias hbkb yang mempunyai payung hukum berupa perda. dan, menurut bplhd provinsi jakarta hbkb mempunyai tujuan:
Perlu dipahami oleh masyarakat ibukota bahwa tujuan terlaksananya HBKB Sudirman-Thamrin tidak hanya sebagai salah satu cara untuk pemulihan kualitas udara tetapi juga sebagai salah satu wahana masyarakat ibukota untuk dapat berolahraga, berkesenian dan beraktifitas sosialisasi lainnya dengan tidak mengeluarkan biaya.
sama sekali tidak mengeluarkan biaya tentunya tidak ya. artinya kita tetap harus merogoh kocek juga, semisal, ingin minum soft drink atau mengunyah gorengan. kecuali tujuan kita ke sudirman hingga thamrin adalah semata untuk berjalan kaki atau bersepedaria. (lagipula dengan berbelanja kita turut beramal, halah, kok jadi ngebahas yang lain :d).

tapi kalau anda lelah bersepeda atau berjalan kaki, cerdaskan pikiran di hbkb juga bisa kok.
Selain dapat berteduh dari sengatan matahari, pengunjung juga bisa menambah pengetahuan dengan membaca buku di sana. Selain itu, tak usah takut gerah karena stand ini dilengkapi dengan pendingin ruangan. Gratis pula!
nah, asyik kan. hanya saja pada penyelenggaraan kemarin itu, ada kendaraan yang benar-benar bebas melenggang memasuki kawasan yang dimaksudkan untuk mengurangi polusi di jakarta. ah, saya tidak mengerti soal peraturan yang bisa diatur-atur semaunya seperti para pengendara sepeda motor yang suka menganggap lampu merah tidak ada atau tidak perlu menggunakan helm karena pergi ke pengajian.

oh, ya, ada yang namanya world car free network, hbkb di jakarta bagiannya bukan ya?

Kamis, 24 April 2008

Banyak cara untuk lulus...

pertanyaan: di mana bisa kirim-kirim-an kertas saat ujian nasional berlangsung? jawaban: di indonesia seperti terlihat dalam gambar yang direkam oleh kompas. bapak menteri pendidikan nasional boleh saja membantah. tapi kenyataan di lapangan macam ilustrasi di sini, sangat boleh jadi, bukanlah rekayasa. juga berita guru yang membantu siswanya juga bukan mengada-ada.

membantu jelas sebuah perbuatan mulia. tapi kalau membantu mengerjakan soal-soal ujian apakah namanya? apalagi yang membantu adalah para guru. duh, gusti... tadi pagi juga yang saya dengar di salah satu stasiun radio betapa pekerjaan mencontek menjadi sebuah kebanggaan. betapat tidak. para penelepon dengan gamblang dan bangga menceritakan siasat untuk mencontek. tidak tanggung-tanggung ini untuk satu kelas.

banyak cara untuk lulus. mulai dari yang wajar sampai yang tidak wajar (kalau tidak ingin dibilang kurang ajar). pilihan memang terpulang kepada masing-masing pribadi. apa iya ada ortu yang menyarankan anaknya untuk mencontek? mudah-mudahan tidak ada ya. kalaupun ada juga? bantu saya dong menjawabnya...

Selasa, 27 November 2007

cinta, penuh biaya dan perhitungan...

katanya sih ini cerita asli yang pernah dimuat di majalah fortune. seorang gadis dengan pedenya menuliskan surat yang berjudul: What should I do to marry a rich guy?. dan, gayung bersambut, seorang pemuda menjawab dengan gamblang:
I'm going to be honest of what I'm going to say here. I'm 25 this year. I'm very pretty, have style and good taste. I wish to marry a guy with $500k annual salary or above. You might say that I'm greedy, but an annual salary of $1M is considered only as middle class in New York. My requirement is not high. Is there anyone in this forum who has an income of $500k annual salary? Are you all married? I wanted to ask: what should I do to marry rich persons like you? Among those I've dated, the richest is $250k annual income, and it seems that this is my upper limit. If someone is going to move into high cost residential area on the west of New York City Garden (?), $250k annual income is not enough.

I'm here humbly to ask a few questions:
1) Where do most rich bachelors hang out? (Please list down the names and addresses of bars, restaurant, gym)
2) Which age group should I target?
3) Why most wives of the riches is only average-looking? I've met a few girls who doesn't have looks and are not interesting, but they are able to marry rich guys
4) How do you decide who can be your wife, and who can only be your girlfriend? (my target now is to get married)

Ms. Pretty

Here's a reply from a Wall Street Financial guy:

Dear Ms. Pretty,
I have read your post with great interest. Guess there are lots of girls out there who have similar questions like yours. Please allow me to analyze your situation as a professional investor. My annual income is more than $500k, which meets your requirement, so I hope everyone believes that I'm not wasting time here.

From the standpoint of a business person, it is a bad decision to marry you. The answer is very simple, so let me explain. Put the details aside, what you're trying to do is an exchange of "beauty" and "money": Person A provides beauty, and Person B pays for it, fair and square.

However, there's a deadly problem here, your beauty will fade, but my money will not be gone without any good reason. The fact is, my income might increase from year to year, but you can't be prettier year after year. Hence from the viewpoint of economics, I am an appreciation asset, and you are a depreciation asset. It's not just normal depreciation, but exponential depreciation. If that is your only asset, your value will be much worried 10 years later

By the terms we use in Wall Street, every trading has a position, dating with you is also a "trading position". If the trade value dropped we will sell it and it is not a good idea to keep it for long term same goes with the marriage that you wanted. It might be cruel to say this, but in order to make a wiser decision any assets with great depreciation value will be sold or "leased". Anyone with over $500k annual income is not a fool; we would only date you, but will not marry you. I would advice that you forget looking for any clues to marry a rich guy. And by the way, you could make yourself to become a rich person with $500k annual income. This has better chance than finding a rich fool.

Hope this reply helps. If you are interested in "leasing" services, do contact me
signed, J.P. Morgan
yang seperti ini mungkin tidak ya dilakukan di indonesia. beranikah wanita indonesia melakukan ini? jangan-jangan malah dilabel matre. serba salah ya.

Senin, 14 Mei 2007

ampuni saya (lagi)...

'mas tolong bikinin surat minta maaf,' agak memelas
"kamu kan bisa bikin sendiri," nolak
'yang ini laen mas,' makin memelas
"laen gimana? kan isinya sama aja, kamu aja yang bikin," masih nolak
'gak bisa mas, bahasanya harus laen. mas aja yang bikin,' maksa
"apanya yang laen? sama aja kan," tetep nolak
'lagian bu fulan mintanya mas yang bikin,' melas tambah maksa
"arrrggghhh..." (mau) melempar mouse
duh, baru kemarin saya minta ampun dan hari ini kok yah harus mengulang lagi. ini bukan untuk membuktikan bahwa bahasa indonesia memang susah. tapi lebih menerangkan betapa (kita) tak mau belajar untuk sesuatu yang sebenarnya dapat membuat (kita) lebih pintar. dan, satu hal lagi 'meng-atas-nama-kan' atasan untuk sebuah pekerjaan. bagi saya ini merupakan sebuah pemaksaan terselubung. sangat boleh jadi, si atasan sebenarnya tidak tahu kalau namanya di'catut'. anda atasan? atau bawahan yang kadang di'intimidasi' seperti itu?

Senin, 30 April 2007

mata yang berurai air...

tahun kemarin ujian nasional sudah ditengarai disusupi dengan ketidakberesan. tahun ini, para ibu dan bapak guru yang gagah berani di medan mengungkap kecurangan yang terjadi saat pelaksanaan un. linangan air mata para guru yang berani itu seakan menangisi dunia pendidikan indonesia. dan, seperti biasa keterangan mereka ditolak: tidak ada kecurangan!

ini baru yang terjadi di medan. bagaimana dengan daerah lain? mau dan beranikah para guru di daerah lain mengikuti jejak rekan-rekan mereka di medan ini? horas bah!

Rabu, 11 April 2007

ah, jadi serba salah...

zipper
setiap orang, barangkali pernah mengalaminya. kejadian yang tak pernah diharapkan. kancing yang lepas dari rumahnya. retsleting yang melorot. kalau tahu dan sadar maka langsung dirapihkan. masalah selesai. bagaimana jadinya kalau itu terjadi pada orang lain. kalau anda wanita dan melihat selerekan celana pria seangkot di depan anda, turun meluncur sehingga terjadilah pemandangan tak elok. atau anda pria dan wanita di depan anda, kancing bajunya ada yang keluar dari tempatnya sehingga membuat anda jengah. etiskah atau sopankah bila si wanita atau si pria memberitahukan apa yang terjadi? terus kalau diberitahukan apakah yang bersangkutan tidak merasa malu? atau jangan-jangan malah marah? atau lebih baik pura-pura saja tidak tahu? ah, bagaimanakah sebaiknya?
 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger