Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label environment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label environment. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2011

sisa-sisa tonggak merah, putih, hitam...

setiap kali melihat pal penanda jarak itu, ingatan saya kembali pada masa kecil. saat berdarmawisata bersama ayah dan kakak serta adik ke luar kota, naik jeep wyllis 4x4 yang beratapkan kanvas. jeep dengan kemudi kiri itu selalu siap menemani kami sekeluarga. puncak, cipanas, cianjur dan bandung pernah kami singgahi bersamanya. nah, sepanjang perjalanan itu, saya selalu memperhatikan pal batu ini. "oh, tinggal sekian kilometer lagi kita sampai," begitulah komentar kami kala melihat tonggak berwarna khas merah, hitam dan putih.

kini, saya jarang atau hampir tak pernah lagi ke luar kota. kalaupun ke luar kota biasanya menggunakan kereta api. bepergian dengan moda transportasi itu tentu saja tidak akan menjumpai tonggak jarak. sisa-sisa, kalaupun dapat dikatakan demikian, pal jarak masih dapat ditemukan di jalan margonda raya, depok. hanya ada beberapa. ditambah dengan yang ada di jalan tole iskandar/siliwangi, barangkali jumlahnya tidak lebih dari sepuluh bahkan mungkin kurang.


tonggak batu yang masih bersisa itu, menunjukkan jarak ke cibinong dan jakarta. hanya saja, yang menjadi pertanyaan apakah jarak itu masih akurat? dari margonda ke cibinong tertera 20 kilometer. di mana titik nol-nya di cibinong? begitupula dengan jarak menuju jakarta yang 37 kilometer lagi. padahal di ujung jalan margonda (menuju jakarta) dengan patung elang bondol tak sampai 37km. hanya beberapa kilometer.

berarti, pal penanda jarak itu tidak akurat. bisa ya, mungkin juga tidak. pada jaman tonggak itu didirikan (jaman belanda?) sangat boleh jadi, inilah penunjuk paling akurat manakala akan menuju suatu tempat atau kota. sekarang, kita memang tak perlu lagi tonggak-tonggak itu. (atau masih perlu?). namun, sebagai peninggalan atau artefak, barangkali tonggak ini patut dipertahankan. atau, jangan-jangan dia sudah menghiasi rumah seorang kolektor benda-benda langka.

wallahu alam bi shawab...

Rabu, 03 Maret 2010

hanya dua ribu...

duaribu'ibu dari mana?'
'dari puskesmas?'
'ah, yang bener?' tanyanya heran

kok heran? heran karena kok mau sih ke puskesmas. itu kan tempat berobat buat (maaf) orang gak mampu. bayarnya hanya dua ribu rupiah. barangkali, itulah gambaran umum ketika melihat yang namanya puskesmas. padahal puskesmas
adalah Organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat, dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat.
nah, jelas kan. upaya kesehatan yang dijalankan puskesmas memang harus terjangkau. tidak boleh ada diskriminasi. semua mendapatkan standar pelayanan yang sama. tak peduli, apakah anda datang bersandal jepit atau memakai sepatu kulit, di mata sang dokter anda adalah pasien. (lagipula saat memasuki ruang praktek, anda memang harus melepas alas kaki yang digunakan :D. saya setuju dengan kebijakan ini, agar ruangannya tetap bersih.)

tapi. tapi apa lagi? dokternya kan dokter umum semua. kalau yang sakit balita bagaimana dong. jangan takut. di puskesmas depok, pasien anak-anak dibagi menjadi di bawah usia lima tahun dan lima tahun hingga 14 tahun. sudah pasti, dokter yang bertugas di sini adalah dokter spesialis anak. dan, untuk lansia (di atas 55 tahun) ada poli tersendiri.

ada tapi yang lain? prosedurnya susah ya? harus ada surat pengantar dari rt-rw? ya gak lah :D. gampang alias mudah. jangan malu bertanya kalau baru pertama kali ke puskesmas. kalau hanya berdiri menunggu panggilan giliran, bisa jadi tidak ada panggilan untuk anda. lihat dulu kiri kanan, di dinding ditempelkan aneka informasi tentang kesehatan dan yang lain. nah, salah satunya adalah prosedur untuk berobat di puskesmas. tahap demi tahap dijelaskan apa yang harus dilakukan.

kalau semua sudah dilakukan, silakan menunggu giliran. jangan coba-coba untuk menyelusup atau menyerobot. semuanya tanpa kecuali harus antre. menanti giliran memang lebih lama ketimbang pemeriksaan oleh dokter. namun usah khawatir jadi bete. ada teve gantung yang siap menghibur anda. atau, kalau mau jajan silakan saja di luar banyak tukang yang berjualan.

oh, iya, bagaimana dengan kebersihan? sepanjang yang saya lihat: bersih. tentu saja, kebersihan adalah tanggung jawab bersama. janganlah semata-mata mengandalkan petugas di sana. apa salahnya kalau kita membantu mereka dengan tidak membuang sampah sembarangan...

cerita lain tentang puskesmas ada di sini...

Senin, 10 Agustus 2009

balap ya di sirkuit dong ah...


jalan raya lenteng agung arah depok dan sebaliknya termasuk mulus. dulu di saat masih ruksak, yang namanya balapan liar motor sering diadakan. malam hari dan tanpa lampu. entah sudah berapa banyak korban yang jatuh (motor maupun nyawa). tahun lalu kain rentang serupa sudah pernah dipasang (coba lihat di sini). kini, saat jalan mulus tentu lebih asyik lagi ngetrek. sekadar peringatan dari warga, nampaknya, tak pernah digubris. entah kalau pihak yang berwajib sudah turun tangan. akhirnya, warga pun memasang spanduk itu.

Senin, 25 Mei 2009

kawah putih yang hijau...

kebun strawberrysejauh mata memandang yang ada adalah hamparan pohon strawberry... itulah pemandangan sepanjang ciwidey. kiri-kanan rumah tinggal di halaman yang kecilpun ada pot besar pohon strawberry. dan, papan bertuliskan 'petik sendiri' melengkapi pohon-pohon itu. artinya, silakan petik sendiri buah-buah strawberry yang sudah matang. timbang beratnya dan bayar. kisaran harga antara tigapuluh hingga tigapuluh lima ribu rupiah per kilo. mahal? relatif. kalau memetik sendiri, kita dapat memilih buah yang besar-besar dan matang. menguntungkan daripada membeli yang sudah dikemas dan biasanya ukuran buahnya kecil, walau harganya lebih murah.

kalau sudah sampai ciwidey janganlah berhenti di wisata strawberry saja. banyak tujuan wisata di sekitar ciwidey. ada kebuh teh ciwalini beserta kolam air panasnya. tak ketinggalan pasar ciwalini dengan aneka cenderamata. ada situ patenggang dengan perahu yang bisa disewa untuk mengelilinginya, juga bumi perkemahan ranca upas dan last but not least kawah putih.

melengkapi hari libur 21 mei kemarin, bersama rombongan teman-teman sekantor, saya berwisata ke kawah putih. ini program murni jalan-jalan. tak diikuti s-w-o-t atau yang lain. dan, menurut hemat saya acara jalan-jalan sebaiknya memang jalan-jalan saja :D. dari situs perhutani, kawah putih itu:
Luas area 25 Ha berada di Ds. Alamendah, Kec. Pasir Jambu, Kab. Bandung. Terletak pada ketinggian 2.434 m dpl, suhu udara 8–22 derajat Celsius. Terdapat air danau yang berwarna putih kehijauan, tebing batu kapur, akomodasi vila pesanggrahan, warung wisata, kendaraan wisata, hiking/tracking, foto pre wedding, touring atv.
ada apa di kawah putih? yang pasti ya ada kawah tapi airnya tidak berwarna putih melainkan hijau tosca. seturut informasi yang ditempel di sana:
dari sinilah awal mula berdirinya pabrik belerang dengan sebutan pada jaman belanda yaitu zwavel ontgining kawah putih, dan pada jaman jepang usaha pabrik belerang ini dilanjutkan kembali dengan sebutan kawah putih kenzaka yokoya ciwidey dibawah pengawasan langsung militer jepang.
oh, ya, penemu belerangnya adalah dr franz wilhelm junghuhn. cerita lebih lengkap tentang kawah putih silakan di-gugling saja. atau kalau anda berminat mendengar langsung penuturan mengenai legenda kawah putih silakan bertanya dengan mang ayi bonsai. mengapa diberi julukan bonsai? karena tingginya tak sampai satu meter. mang ayi dengan kecapinya memperdengarkan kidung-kidung sunda. detilnya klik ini saja.

bagaimana untuk sampai ke sana dari jakarta? naik kendaraan pribadi sangat mudah tentunya. ambillah jalan tol cipularang dan keluar di tol kopo. ini rute pendek. tapi, bersiaplah bukan hanya raga tapi juga jiwa untuk menghadapi kemacetan di sepanjang jalan kopo. masalahnya anda harus melewati pasar kopo. alternatifnya lewati di malam hari saat pasar sudah tak ada kegiatan. dari kopo lanjutlah ke soreang dan terakhir ciwidey. inilah rute yang kami ambil kemarin.

kalau ingin berpanjang-panjang menikmati perjalanan atau pemandangan, tempuh jarak yang ini: dari jakarta lewat cipularang keluar di buah batu lantas menuju banjaran kemudian soreang dan stop di ciwidey. alternatif lain, jakarta-cipularang terus leuwi gajah ke soreang dan finish di ciwidey.

oh, ya, haruskah bermalam jika ingin ke kawah putih? jawabnya bisa ya, bisa juga tidak. kalau hanya ke kawah putih tak perlu menginap. tapi kalau ingin ke tempat-tempat lain, lebih baik bermalam. tapi, walau hanya ke kawah putih tak ada salahnya menginap semalam. jadi pagi-pagi anda bisa ke kawah putih yang jam operasionalnya dari jam tujuh pagi hingga lima sore.

Jumat, 28 November 2008

melanggar, awas...

tadi sore status ye-em seorang teman berbunyi (kurang lebih :D) seperti ini: hampir aja lewat! mangsudna? hampir-hampir saja dia tidak sampai ke kantor tapi ke rumah sakit (naudzubillah). kok bisa? ya bisalah. gara-garanya adalah paduan perut lapar dan (maaf) ingin b-a-b. ditambah lagi dengan lapangnya bus way tempat bus trans jakarta berlalu-lalang. gas pun dibejek tanpa sadar. makin cepat dan cepat. sampai sebuah kijang menyeruduk ingin masuk ke jalur buswei. sang kawan mendadak grogi kalau mendadak dangdut, malah lucu nih, dia bisa bernyanyi di atas pelana motornya. klakson ditekan berkali-kali. sang kijang bagai tuli. masih berusaha masuk. teman ini pun ambil keputusan: maju terus pantang mundur. artinya kuda besi itu harus dipacu lebih kencang. alhamdulillah dia menang. tapi, sueerr, gak lagi-lagi katanya. kapok dia. rasa lapar dan yang tadi itupun hilang. syukurlah kawan kalau kau sadar.

teman saya ini sadar. tapi, para pembalap liar di kawasan lenteng agung nampaknya tak pernah jera. berulang mereka membalap di jalan. sekadar peringatan lisan agaknya tak mau meredam ulah pembalap dadakan ini. aparat pun tampaknya tidak mampu kalau tiap hari harus menjaga lintasan itu. rasa kesal yang bertambah plus boleh jadi sudah jatuhnya korban warga sekitar situ, akhirnya muncullah tulisan seperti pada kain rentang itu.

salahkah warga bila mengancam seperti itu? main hakim sendiri jelas tidak boleh. tapi lewat jalur resmi, mungkin, tak mampu lagi.

Senin, 11 Agustus 2008

mana sayur, mana yang bukan...

kalau anda penglaju yang kerap melewati pasar minggu -- dimana terminal bus, stasiun kereta api saling berdekatan yang seringkali menimbulkan kemacetan, meskipun barangkali maksudnya untuk memudahkan pengguna kendaraan umum dan mereka yang ingin berbelanja -- pemandangan seperti di samping tentunya tak asing lagi. sambil berangkat ke kantor, nampaknya, banyak juga kaum wanita yang singgah berbelanja. sayurmayur yang ditata asal saja itu menarik mata untuk meliriknya. dibandingkan dengan pasar swalayan atau mall jelas lebih nyaman berbelanja di pusat perbelanjaan modern itu. namun ada satu yang takkan ditemui pasar swalayan yaitu acara tawarmenawar. kadang terlihat ada yang tarik urat. tawarmenanawar hingga terjadi kesepakatan. sungguh menarik untuk diperhatikan. namun diantara tataan sayurmayur itu terselip juga sampah. sampah? ya betul sampah hasil pembersihan sayurmayur yang dijual. sebelum ditata mereka membersihkan sayurmayur tersebut. semisal daun bawang atau sawi hijau dipangkas bagian yang rusak atau mulai membusuk sehingga tampilannya menjadi menarik. sejatinya para pedagang itu dapat memisahkan mana yang sayur dan mana yang sampah. toh dengan mudah sampah itu dimasukkan saja ke dalam karung sehingga lingkungan menjadi lebih bersih. pembelipun takkan terkecoh memilih sampah (kayaknya nggak mungkin salah deh :d). pertanyaannya maukah mereka melakukan itu? menjaga kebersihan lingkungannya yang berarti menjaga kesehatan diri sendiri? harapan berlebih-lebihankah?

Senin, 28 April 2008

hari bebas kb...

eits, jangan berprasangka dulu bahwa ada hari dimana 'keluarga berencana' bebas ditiadakan. bukan, bukan itu maksudnya. tapi yang dimaksud adalah 'hari bebas kendaraan bermotor' alias hbkb yang mempunyai payung hukum berupa perda. dan, menurut bplhd provinsi jakarta hbkb mempunyai tujuan:
Perlu dipahami oleh masyarakat ibukota bahwa tujuan terlaksananya HBKB Sudirman-Thamrin tidak hanya sebagai salah satu cara untuk pemulihan kualitas udara tetapi juga sebagai salah satu wahana masyarakat ibukota untuk dapat berolahraga, berkesenian dan beraktifitas sosialisasi lainnya dengan tidak mengeluarkan biaya.
sama sekali tidak mengeluarkan biaya tentunya tidak ya. artinya kita tetap harus merogoh kocek juga, semisal, ingin minum soft drink atau mengunyah gorengan. kecuali tujuan kita ke sudirman hingga thamrin adalah semata untuk berjalan kaki atau bersepedaria. (lagipula dengan berbelanja kita turut beramal, halah, kok jadi ngebahas yang lain :d).

tapi kalau anda lelah bersepeda atau berjalan kaki, cerdaskan pikiran di hbkb juga bisa kok.
Selain dapat berteduh dari sengatan matahari, pengunjung juga bisa menambah pengetahuan dengan membaca buku di sana. Selain itu, tak usah takut gerah karena stand ini dilengkapi dengan pendingin ruangan. Gratis pula!
nah, asyik kan. hanya saja pada penyelenggaraan kemarin itu, ada kendaraan yang benar-benar bebas melenggang memasuki kawasan yang dimaksudkan untuk mengurangi polusi di jakarta. ah, saya tidak mengerti soal peraturan yang bisa diatur-atur semaunya seperti para pengendara sepeda motor yang suka menganggap lampu merah tidak ada atau tidak perlu menggunakan helm karena pergi ke pengajian.

oh, ya, ada yang namanya world car free network, hbkb di jakarta bagiannya bukan ya?

Rabu, 15 Agustus 2007

pinangku sayang, pinangku malang...

Batang langsing, dapat mencapai ketinggian 25 m dengan diameter lk 15 Cm, tajuk tidak rimbun.
seterusnya silakan baca diwiki. sudah pasti dapat segera ditebak itu adalah cerita pohon pinang. dan, sudah pasti pula posting-an ini berhubungan dengan tujuhbelasan.

(angka) tujuh belas (di bulan agustus) adalah angka keramat. entah siapa yang (memulai) mengeramatkannya. tapi keramat atau tidak, bulan agustus selalu penuh dengan aneka keramaian serta lomba sebutlah yang klasik seperti tarik tambang, makan kerupuk, lari gundu kelereng, balap karung. bahkan, kadang, sebelum agustus pertandingan sudah digelar demi finalisasi di tanggal tujuh belas.

ada satu lomba yang memerlukan banyak biaya yaitu, apalagi, kalau bukan panjat pinang. berapa harga sebatang pohon pinang? tidak kurang dari seratus ribuan. malahan bisa lebih. belum lagi ragam hadiah yang digantungkan. jadi berapa total biaya? tak perlulah kita repot menghitungnya ya. biarkan panitia yang sibuk mencari dana.

adapun yang (sok) menjadi perhatian saya adalah batang-batang pinang itu. berapa banyak pohon pinang yang ditebang dan dikuliti setiap tahun demi memeriahkan hari ulang tahun republik indonesia? berapa banyak pula yang akhirnya terbuang alias tidak terjual dan teronggok sia-sia di pinggir jalan?

pohon pinang, barangkali, tidak termasuk tanaman langka yang dilindungi undang-undang. namun, menyia-nyiakannya jelas tidak ber-peri-pepohonan. mengapa tidak diganti saja dengan tiang stainless yang portable dan dapat digunakan setiap tahun. tapi, namanya bukan panjat pinang lagi dong. atau, ide ngawur dari tetangga sebelah: manfaatkan saja tiang yang ada seperti tiang telepon atau listrik. halah, bukannya dapat hadiah malah kesetrum. dasar tetangga ngeyel, masih dijawabnya pula: bikin aja khusus buat para pegawai pln. halah...
 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger