Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label entrepreneurship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label entrepreneurship. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2011

umkm: dibina, jangan dibinasakan...

sudah beberapa kali saya melewati warung mie yang didominasi warna hijau itu. setiap lewat saya suka senyum membaca namanya: mie khangen, enaknya ngangenin. saya berpikir, seenak apa sih, lihat warungnya gitu-gitu aja kok. tapi, ya selalu cuma dilewatin saja. sampai satu saat ada temen (istri saya) yang pasang status: siapa mau bakso sehat. wah, bakso sehat. tidak memakai segala pernik yang beracun itu tentunya. usut punya usut, bakso sehat itu adanya di mie khangen ini. 

penasaran dengan daging bundar itu, sabtu kemarin kami menyambangi mie khangen. warungnya berada di tepi jalan merdeka, depok 2 timur. ketika masuk kami disambut dengan poster besar bertulisan: 9 alasan kenapa kita mengkomsumsi mie khangen, salah satunya:
'mie khangen selalu fresh & sehat karena di proses dan di masak pada hari yang sama dan di buat dari bahan kwalitas no 1.
"alasan-alasan" di poster yang ditempelkan di dinding warung agak berbeda dengan 8 manfaat kenapa kita mengkonsumsi mie khangen. saat kami tiba jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang namun belum semua masakan yang ada di daftar menu tersedia. lihat-lihat akhirnya pilihan jatuh pada mie hijau. harganya memang lebih mahal daripada mie biasa. mie sehat ini merupakan campuran daun katuk, bayam, sawi dan brokoli. namun, begitulah, yang namanya makanan sehat, tidak begitu sedap dipandang mata. selain mie hijau, ada juga mie orange yang berbahan dasar wortel.

siapa sebenarnya pemilik ide mie sehat ini? ternyata, adalah markiyat berlian, 
Di usia mudanya ia pernah bekerja di sebuah perusahaan pembuat mie kering. Pengalaman itu begitu membekas dan menjadi guru bagi Marki, demikian panggilan akrabnya untuk membuka lahan usaha. Marki meyakini mie mempunyai pasar yang sangat baik. Tua muda menyukainya dan enak disantap setiap waktu. Penyajiannya juga bermacam-macam, bisa dibuat mie rebus, mie ayam, mie bakso atau mie goring. Tak ada yang tak menyukainya. Markiyat meyakini jika ditekuni maka usaha ini akan sukses dikemudian hari. 
putra kelahiran gunung kidul, yang menamatkan kuliah di fakultas sastra ui-depok ini juga pernah bekerja di perusahaan minyak negara berlambang kuda laut. predikat mantan atlet nasional disandangnya di cabang olah raga hockey. masih dirasakan kurang kesibukannya ia pun menjadi trainer untuk pelatihan di berbagai organisasi mahasiswa, perusahaan swasta/bumn.
 
menuai sukses sebagai pengusaha mie kering, markiyat kemudian bergulat dengan mie siap saji atau mie ayam gerobak. tidak kurang dari 80 gerobak dimilikinya. masuk di tahun 2010, marki – panggilannya – memulai usaha mie khangen, kedai siap saji yang menyediakan beraneka menu berbahan dasar mie. dan, dalam empat bulan sudah hadir cabang kedua di jalan raya bogor. 

dalam berusaha, marki tidak setengah-setengah. usahanya sudah mengantongi sertifikat halal dari LPPOM MUI, provinsi jawa barat. juga sertifikat mie sehat dari dinas kesehatan kota depok. dan, tentu saja sebagai umkm (usaha mikro, kecil dan menengah) mie khangen mendapatkan binaan dari pihak-pihak terkait. ditemui, sehabis meracik mie pesanan kami (ya, marki masih terjun sendiri meracik mie meski statusnya adalah juragan), saya sempat menanyakan mengapa masih menggunakan styrofoam yang merupakan kemasan yang tidak sehat dan tidak ramah lingkungan. 


sambil senyum, marki menjawab, sejatinya saya tahu ada kemasan yang sehat dan ramah lingkungan, ada styrofoam dan juga karton yang sehat. "tapi, harganya tidak ngangkat (maksudnya, kemahalan)," sambungnya. styrofoam yang dipakainya hanya berharga enam ratus per buah sudah lengkap dengan mereknya. sementara harga styrofoam sehat lebih dari seribu rupiah per buah.

barangkali, sudah saatnya, bagi pihak-pihak terkait yang mengurusi umkm untuk benar-benar membina mereka (dalam segala hal) dan bukan sebaliknya membinasakan karena mereka kekurangan akses untuk hal-hal yang dapat memajukan usaha mereka. semoga...

Senin, 11 Januari 2010

penjual dan pembeli: sama-sama melanggar aturan...

tukang gorengan, sayur, buah, makanan, minuman, sandal jepit dan aneka mata dagangan lain yang bisa digelar di atas lahan minimalis umumnya disebut pedagang kaki lima atau istilah kerennya sektor informal. (sering juga disebut sebagai katup penyelamat yang menggerakan ekonomi di sektor riel. meski kelihatannya usaha kecil, perputaran uang di sini tidaklah kecil). tak ada atau tak diperlukan ijin usaha untuk memulai kegiatan ini. modal yang diperlukan antara lain, selain uang, adalah kerja keras, pintar mencari lokasi. kalo mata dagangannya sama? rejeki kan gak bakalan ketuker.

salah satu lokasi yang banyak diminati para pkl atau pedagang kaki lima adalah daerah pasar minggu, jakarta selatan, terminal bus dan setasiun kereta api. di dalam terminal kita bisa menemukan tukang buah, sayur-sayuran dan aneka lainnya. sebelum tahun 98, kala malam hari, terminal tidak bisa dilalui angkutan umum. tapi pagi hari selepas pukul tujuh, pedagang yang coba-coba menutup jalan, siap-siap saja dagangannya berantakan ditertibkan kamtib. setelah tahun 98, mungkin masih hangat-hangatnya reformasi, keadaan terminal malah parah. siang maupun malam terminal tidak bisa dilewati bus atau mikrolet. tapi, sekarang, dari dua jalur yang ada, satu jalur masih bisa digunakan kendaraan umum.


kalau dulu yang menertibkan para pedagang adalah kamtib, kini penertibnya adalah satpol pp alias satuan polisi pamong praja. alasan penertiban adalah: mengganggu ketertiban umum. kini selain satpol pp ada juga papan pengumuman dilarang berjualan bagi
"setiap orang atau badan dilarang berdagang, berusaha dibagian jalan/trotoar, halte, jembatan penyeberangan orang dan tempat-tempat diluar ketentuan..."
dan, jangan lupa, anda (termasuk saya) juga dilarang membeli pedagang barang dagangan pedagang kaki lima. ada sanksinya loh: denda hingga dua puluh juta rupiah.

Senin, 16 April 2007

jangan makan bakso...

selain bakmi, rasa-rasanya bakso adalah makanan yang disukai semua orang. di jakarta sempat beken yang namanya bakso lapangan tembak. serta bakso lainnya. dan, tentu saja bakso-bakso yang keliling dengan gerobak. biar tukang bakso sudah ada dimana-mana, masih saja ada yang membuka gerai bakso. nah, kalau terbiasa makan bakso dengan pengawet, pengenyal dan borax, sangat disarankan untuk tidak mengkonsumi bakso atom karena bakso atom tidak menggunakan tiga bahan itu.:d.

disarankan juga saat anda berniat makan bakso atom, sebaiknya perut dalam keadaan benar-benar kosong. ini dikarenakan ukuran baksonya hampir sebesar bola tenis tapi lebih besar dari bola pingpong. tambahan lagi, baksonya daging semua. terigu atau kanjinya hampir tak terasa. jenis baksonya lumayan beragam. selain yang biasa, ada juga bakso urat, bakso keju, bakso sumsum, bakso buntel (bakso ini berbentuk kotak, di dalamnya ada sayuran dan daging dibungkus a la martabak), tahu udang dan bakso telor ayam kampung.

tapi tak ada mie kuning di bakso atom. yang ada hanya mie putih yang boleh anda ambil sesuka hati alias gratis (tapi mestinya sih udah dihitung dong, mana ada pedagang yang mau rugi sih? :d). konsepnya adalah melayani diri sendiri. sampai di gerainya silakan ambil mangkok, pilih baksonya, minta kuahnya, minta minumnya dan bayar. lalu tambahkan sendiri dengan daun seledri, bawang goreng, tongcai dan cabe hijau (pedes banget). tak ada daun caisim atawa sawi di sini jadi jangan minta itu ya. kalau masih kurang bumbu, di meja disediakan saos dan kecap manis.

harganya, menurut saya, sebanding dengan rasanya, sekitar 4500 hingga 5500 per satu biji. satu biji? iya betul. makan dua bakso plus sedikit mie putih dijamin kenyang. (kecuali lapar banget dan ukuran perutnya ekstra.) mau coba? gerainya ada di ciputat, cirendeu, gatot subroto, tangerang, serpong, kebayoran baru, bekasi, bintaro dan depok.

Senin, 09 April 2007

(belajar) jualan di pasar gocap...

adalah seruas jalan di depok 2 yang kalau hari minggu, sejak pagi hingga menjelang siang, berubah fungsi menjadi pasar. jalan merdeka, ini nama jalannya, sebenarnya merupakan jalan tembus ke jalan keadilan di depok timur. tapi karena dipakai berdagang otomatis jalan itu 'lumpuh'.

konon, awalnya hanya beberapa pedagang yang menggelar dagangannya dan panjang jalan yang 'disita' pun hanya 50 meteran sehingga diberi nama pasar gocap. sekarang, bukan hanya 50 meteran jalan yang dipakai bisa jadi sudah limaratusan meter alias setengah kilometer. ragam mata dagangpun sangat bervariasi. mulai sayur mayur, makanan matang, minuman, es krim, baju wanita+pria, busana muslim, kerudung, pakaian dalam (pria dan wanita), vcd (tiga sepuluhribu), dvd player, tanaman hingga sepeda motor (kreditan). yang belum ada kalau saya tak salah lihat adalah mobil :d.

nah, di pasar kaget inilah nanda dan teman-temannya serta kakak kelasnya dari sekolahalam ciganjur, hari minggu kemarin bersaing dengan para pedagang profesional. kalau meminjam istilah pemasaran, mereka 'head to head' dengan para wiraswastan/wati sungguhan dan kagetan. (nanda dan kawan-kawan masuk kategori kagetan juga sih :d).

program jualan atau istilah sekolah nanda market day merupakan salah satu program rutin sekolah. ini merupakan sebuah pembelajaran yang berkaitan dengan kewiraswastaan. tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini 'hari pasar' digelar di luar lingkungan sekolah. dan, tidak ada tema tertentu yang menjadi anutan apa yang ingin didagangkan.

terlepas dari lokasi dan tema, gelaran kemarin berlangsung cukup sukses. dalam artian, koordinasi dari sekolah dapat dibilang rapi. para siswa dan siswi dilokalisir pada tempat yang berdekatan sehingga mudah diawasi. selain itu, karena sudah terbiasa mereka menikmati acara itu. "ayo mi goreng, spaghetti, yang belum sarapan," teriak nanda menjajakan dagangan yang dibuat ibunya. sementara anak lain mengasong keliling. tanpa malu-malu.

ada keuntungan lain dari berdagang di luar sekolah yaitu para pembeli tidak melulu para orang tua. di sini mereka harus merayu pembeli yang tidak mereka kenal sama sekali. sementara di sekolah kan sepertinya setengah memaksa yang membuat orang tua juga terpaksa membeli. :d. dan, ketika jarum jam menunjuk angka delapan lewat tigapuluh, jualan usai.

semua nampak gembira. kamipun pulang meski badan rasanya remuk-redam menyiapkan barang dagangan. insya allah, ada sesuatu yang dapat dipetik oleh anak-anak dari acara ini, amin.
 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger