Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label traffic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label traffic. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Februari 2012

made in england, loh...

GAK nasionalis? usahlah kita langsung melabeli sesuatu dengan cara spontan. ini kan hanya urusan sebilah besi bermotif tikar berwarna kuning di jalan margonda-depok. lazimnya benda itu disebut 'polisi tidur'. barangkali yang membuat ia disebut tidak nasionalis adalah tulisan 'made in england' pada tubuhnya. impor dong? tentu saja, harganya pun hanya rp 50 juta per buah (atau per keping ya?)

mengapa sih harus impor? kok ya untuk urusan polisi tidur kita harus membuang-buang devisa. apakah kita tidak mampu membuatnya? kita kan sudah mampu membuat kapal terbang. mobil nasionalpun kita pernah memiliki, meski buatan korea. biar lebih mudah dan tidak mengganggu kendaraan yang lewat, semisal harus dicor seperti di jalan-jalan perumahan? 

katakanlah demikian adanya. kok ya tetap aneh ada polisi tidur di jalan raya alias jalan utama. sejatinya ada keputusan menteri perhubungan nomor 3 tahun 1994 mengenai pembuatan polisi tidur, yang salah satunya adalah "polisi tidur ditempatkan pada jalan di lingkungan pemukiman".

siapakah yang harus bertanggung jawab? pemkot depok atau dinas perhubungan pemkot depok?

Rabu, 30 November 2011

paling menderita di dunia...

berangkat agak siang dan berharap tiba di kantor tidak terlalu siang. tetapi, harapan tinggal harapan. kemacetan yang biasanya dimulai di kilometer sekian jalan tole iskandar malah maju di km minus sekian. ya, sudahlah, mau tak mau harus dinikmati, karena ini sebuah keniscayaan. parahnya lagi, saya mengenakan baju khaki. terik mentari membuat keringat menetes.

lepas dari tole iskandar. melaju di margonda. alhamdulillah. keringatpun tak lagi menetes. tapi, galian saluran membuat jalan macet. tarik nafas. untungnya tidak terlalu panjang. namun, baru berjalan beberapa meter lepas dari kemacetan terdengarlah suara mendesis. yah! ban kanan belakang kempes. turunlah para penumpang termasuk saya. ah, tinggal ganti angkutan.

itu teorinya. praktiknya, menunggu kendaraan pengganti itu agak menyebalkan. tak kurang dari sepuluh menit barulah saya mendapatkan angkutan pengganti. sambil manggut-manggut terkantuk-kantuk saya duduk di depan bersama pak sopir. asap knalpot pun berpadu dengan asap rokok sang pengemudi. kenapa tidak pindah saja? kalau ada bangku kosong di bagian belakang, sudahlah pasti saya memilih itu.

menjelang terminal pasar minggu, banyak sekali polisi lalu lintas. "jangan turun sembarangan," tegas pak sopir. "banyak polisi, jangan turun dulu, nanti di terminal," imbuhnya. tumben, penumpang menurut semua. tak ada yang menggerutu. kamipun turut di tempat yang ditentukan pengemudi. dari sini, saya harus menumpang metro mini untuk sampai di kantor. lah, tidak seperti biasanya, kok, bus kesayangan saya malah jarang lewat.

menunggu lagi. lama. hampir saja saya kembali ke rumah naik taksi :D akhirnya setelah berpanas-panas datang juga metro mini saya. tapi, lagi-lagi tapi, pak polisi menyuruh pak sopir untuk menepikan kendaraannya. dari dalam saya melihat pak sopir berusaha 'bernegosiasi' dengan pak polantas. gagal. dan, pak sopir mendapatkan sehelai kertas berwarna merah yang ditakutkan para pengemudi. hanya ada satu pasal pelanggaran: '"tilangnya dua ratus lima puluh ribu pak."

pak sopir yang sudah mengenakan seragam metro mini dan mempunyai kpp (kartu pengenal pengemudi) – dua-duanya resmi keluaran metro mini yang harus ditebus dengan selembar seratus ribuan – seakan tak percaya mendapatkan surat tilang. lebih dari sekali ia melihat dan melihat lagi surat itu. dalam benaknya sudah terbayang harus mengangsur denda dengan bos pemilik kendaraan. lagi, sebuah keniscayaan.

akan halnya razia angkutan umum, memang sudah direncanakan dishub jauh-jauh hari. tapi, tadi pagi tak ada satupun petugas dinas lalu lintas angkutan dan jalan (dllaj) dari dishub. semua perazia adalah polantas. angkutan umum sejatinya adalah ranah dllaj sementara polantas mengurusi surat ijin mengemudi dan stnk. pelanggaran yang dilakukan pak sopir adalah tidak masuk ke terminal. urusan siapakah ini?

di tengah kegalauan pak sopir yang sudah membayangkan harus mengangsur denda lewat bos pemilik kendaraan, ada seorang penumpang yang memberikan sumbang saran. "bapak cari relasi aja pak, biar bisa bayar lebih murah," katanya. barangkali, maksudnya, bukan lewat jalur resmi. "tadi mau saya kasih 50 ribu gak mau polisinya," jawab pak sopir.  "saya sih bukan nganjurin gak bener," imbuh sang penumpang budiman?:D. tapi, semuanya begitu, sekalian aja hancur, katanya lagi. "kecuali, razianya gak hangat-hangat tahi ayam," tutup sang penumpang.

blar. gubraks.

awalnya saya berpikir, hari ini saya adalah orang yang paling menderita sedunia lebay banget ya. tapi, demi melihat penderitaan pak sopir. dan, mendengar saran si penumpang, kantuk saya kembali menyerang...

Senin, 25 April 2011

hattrick plus satu...

sudah menjadi rahasia umum rahasia kok umum sih :D kondisi angkutan umum di jakarta (depok juga sih) jauh dari memuaskan. baik dari jumlahnya maupun kelaikan mobilnya. makanya mau pilah-pilih angkutan umum di jakarta? masih bisa sih tapi ya kadang kecewa juga.

pagi ini, dari depan kompleks perumahan saya menggunakan mikrolet menuju pasar minggu. masih ada beberapa kursi yang belum diisi penumpang. mikrolet melaju cukup kencang. (tapi, di ujung jalan dekat polsek sukmajaya berhenti. kok? harus berhenti karena berganti pengemudi. entah siapa yang membuat perarturan itu. setiap mobil yang datang dari pasar minggu harus berganti supir (di dekat polsek itu) bila ingin masuk ke depok timur. sekembalinya dari dalam, ini istilahnya para supir, supir pengganti sementara itu akan mendapatkan uang rokok sebesar dua ribu rupiah. kalikan saja dengan berapa mobil yang disupirinya. tapi supir cadangan ini cukup banyak jumlahnya.) entah apa pula yang dikejar si supir. sepanjang perjalanan, tak hentinya ia menekan klakson.

sampai di pasar minggu sayapun berganti dengan metro mini. nah, di sini bisa pilah-pilih. yang sudah penuh jelas tak saya tumpangi. apalagi yang penampilannya sudah tak karuan. tapi, kadang saya salah sangka juga. metro yang kelihatannya bagus ketika dinaiki ternyata knalpotnya bocor hingga asapnya masuk ke dalam ruang penumpang. untungnya saya dibekali sapu tangan jadi cukup menghalau asap yang menyesakkan itu.

kemaren saya mengalami kejadian yang rada langka dengan metro mini yang saya tumpangi. kalau di dunia sepakbola dikenal yang namanya hattrick, nah, yang ini empat kali. pertama, eh, saya ceritakan dulu supirnya. masih muda malah remaja sepertinya. penampilannya mirip abg gitu deh. kejadian nomer satu adalah, dia menabrak pembatas jalan sehingga harus mundur karena mobilnya tak bisa melaju. saya masih berpikir, ah ini sih biasa aja.

selanjutnya baru jalan sekitar lima ratusan meter, metro ini menyerempet mobil angkutan bandara. karena tidak parah lecetnya, kedua mobil jalan terus. seterusnya yang kena adalah sepeda motor. hampir saja tergencet si pengendara motor. masih untung, pesepedamotor tak memasalahkannya. setelah kejadian ini saya mulai memperhatikan si supir.

kelihatannya anak ini mengantuk. dan, blar... station wagon mewah ditumburnya. supir mobil mewah langsung turun dan menyuruh pengemudi metro mini untuk turun juga. pemilik mobil juga ikutan turun. langsung marah-marah. kedua mobil lalu menepi. dari mendengar sambil lalu, supir metro mini ini tidak punya sim.

duh, nyawa di tangan supir...

Selasa, 21 Desember 2010

zebra cross yang bukan kuda...

jembatan pada galibnya berfungsi untuk menyeberang. umumnya dipasang di atas sungai yang lebar maupun yang tidak terlalu lebar. namun, di jakarta, dan beberapa kota lain ada jembatan yang tanpa sungai di bawahnya. dan, ini tetap disebut jembatan dengan embel-embel penyeberangan. di depok, satu-satunya jembatan penyeberangan yang ada harus mengalah dengan pelebaran jalan. alhasil, saya sebagai salah satu penyeberang jalan harus rebutan dengan mobil dan motor ketika akan menyeberangi jalan margonda yang lebar itu.

alternatif pengganti jembatan penyeberangan adalah zebra cross. anda pasti sudah 'ngeh' dengan garis-garis putih yang mirip kuda zebra itu. menurut wiki:
After isolated experiments, the zebra crossing was first used at 1000 sites in the UK in 1949 in its original form of alternating strips of blue and yellow, and a 1951 measure introduced them into law. In 1971, the Green Cross Code was introduced to teach children safer crossing habits, replacing the earlier "kerb drill".

In the United Kingdom the crossing is marked with Belisha beacons, flashing amber globes on black and white posts on each side of the road, named after Leslie Hore-Belisha, the Minister of Transport, who introduced them in 1934. The crossings were originally marked by beacons and parallel rows of studs, and the stripes were soon added for visibility.
jadi usianya belum terlalu lama yah.

namun, sayangnya, tidak semua jalan mempunyai zebra cross. kalaupun ada kadang garisnya sudah samar-samar atau hilang sama sekali. saya juga bingung dengan perilaku para pengendara motor atawa mobil yang seperti tidak peduli dengan para penyeberang jalan. padahal jelas-jelas ada aturannya. kalau pejalan kaki sudah menginjakan kaki di zebra cross, maka kendaraan harus berhenti memberi jalan pejalan kaki lebih dahulu.

peraturan tinggal peraturan. atau coba perhatikan gambar di samping ini. entah siapa yang salah. tapi, seingat saya, zebra cross sudah ada lebih dahulu. baru kemudian dinas pertanaman (?) menaruh pot, yang maksudnya barangkali untuk memperindah jalan. namun, malah jadi penghalang bagi mereka yang menyeberang...

Selasa, 06 April 2010

langgarlah kau (tidak) kutegur...

apa gunanya peraturan dibuat? untuk dilanggar. ini, hanya salah satu contoh nyata dan jelas dilihat dengan mata telanjang. jelas ada pembatas batu. masih kurang? diperkuat juga dengan tali. masih kurang lagi? ini yang ironis, tragis, lucu sekaligus mengesalkan dan menyebalkan: di dekat situ ada petugas yang berjaga. adakalanya polisi lalu lintas, kadang petugas dinas lalu lintas angkutan dan jalan alias dllaj. acapkali, keduanya berdiri di situ mengatur lalu lintas agar tak ada angkot yang menaik-turunkan penumpang. yang lebih lagi, bukan hanya sepeda motor -- yang memang banyak peraturan, rambu atau marka lalu lintas tidak berlaku bagi mereka -- kadang ada juga mobil yang memotong jalur di situ. sepanjang yang saya lihat, belum pernah ada petugas yang menangkap atau menilang. perbuatan itu sepertinya dianggap biasa dan tidak mengganggu...

Sabtu, 13 Maret 2010

kok bisa sih...


RAMBUNYA jelas kok. ada rambonya eh, polantasnya juga yang jaga di situ. tapi angkutan umum yang satu ini dengan mulus dan lancar memasuki jalur yang sebenarnya terlarang untuknya. atau, si supir punya penafsiran sendiri atas rambu itu: karena tak mau masuk terminal ya pilih underpass dong ah...

Selasa, 09 Maret 2010

malu tak malu...

JAMAN sekolah di sd, smp atau sma kalau kita melakukan kesalahan, salah satu hukuman yang acap diberikan guru adalah berdiri di sudut kelas sambil mengangkat satu kaki. malu tak malu, mau tak mau, jadilah tontonan teman-teman sekelas. nah, kalau yang ini, yang melihat semua orang yang lewat di jalan raya pasar minggu raya.

awalnya saya menduga, kehidupan yang sangat keras di ibukota membuat si bapak stres dan naik di atap mikrolet. tapi kok ada dua orang, satu lagi angkot yang tak sempat diabadikan gambarnya. setelah melihat pak perwira polisi yang tidak berwajah garang memegang surat-surat mobil, barulah saya sadar, oh si bapak itu sedang dihukum berdiri di atas mobilnya sendiri.


seberang setasiun pasar minggu tempat si bapak ngetem memang lokasi strategis tempat penumpang berganti moda angkutan. namun, baik angkot, mikrolet, metromini yang berhenti di situ, suka seenaknya saja semacam berhenti di tengah jalan. alhasil jadilah macet. padahal jelas-jelas ada rambu yang tidak membolehkan kendaraan stop. tapi, demi mengejar setoran apapun kadang dilakukan. simnya nembak? tak tahulah saya...

Jumat, 29 Januari 2010

sia-siakah...

kematian yang sia-sia. barangkali terlalu berlebihan.. tapi, apa namanya bila melihat sebuah mobil terbalik dan semua penumpang tewas. atau, sebuah motor masuk ke kolong sebuah truk. dan, mereka, para penumpang atau pengemudi kendaraan itu adalah remaja yang sedang bertumbuh dewasa.

miris melihat mereka mengemudikan kendaraan. baik motor maupun mobil. kadang mereka menaiki motor bertiga. tanpa helm. asyik ngobrol sambil merokok juga. seragam putih biru alias tingkat smp. asyik nelpon atau sms-an. atau, para abu-abu-ers yang menyetir mobil, kadang, seperti sedang mengikuti rally. pindah jalur. susul-menyusul.


tadi siang saya menerima e-mail dari seorang teman yang menceritakan bahwa ia baru saja melayat anak saudaranya --laki-laki, 17 tahun, kelas 3 sma-- yang meninggal. inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. anak semata wayang ini meninggal karena kecelakaan mobil di jalan tol. mobil yang dia tumpangi bersama teman-temannya menyenggol mobil yang disusul dari bahu jalan.

anak-anak ini baru saja pulang dari bimbel. mereka termasuk kelas akselerasi. barangkali, ingin melepaskan rasa jenuh dan kelelahan belajar mereka ingin melemaskan otak yang dipakai melihat rumus-rumus. namun, mereka tak pernah sampai ke tempat yang diinginkan. ada yang meninggal, ada yang koma, ada yang luka parah, ada juga yang tidak apa-apa.

jiwa muda yang menggelegak memang butuh penyaluran. saat sarana ada apapun bisa dilakukan. salahkah mereka? saya tidak dalam posisi untuk menilai salah atau benar. mereka, mestinya, punya sim. artinya mereka mengerti peraturan lalu lintas. apa yang boleh dan dilarang dilakukan saat berada di jalan, mereka pahami. namun, boleh jadi, emosi yang belum stabil memicu mereka untuk menjadi yang paling 'oke'.

bapak, ibu, kakak, om, tante janganlah pernah bosan-bosannya, ingatkanlah anak, adik, keponakan anda untuk selalu waspada di jalan, mematuhi peraturan lalulintas, agar mereka saling mengingatkan temannya untuk tidak bercanda ketika sedang berkendara. ingatkanlah mereka untuk selalu berdoa sebelum memulai kegiatan, termasuk nyetir mobil tentunya. dan, sertailah mereka selalu dengan doa dari bapak, ibu, kakak, om, tante.

wallahu alam bi shawab...
 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger