Warung Bebas

Senin, 13 Desember 2010

bawa bekal sendiri, ih...

bekerja di kantor yang dekat dengan aneka penjual makanan, tidak selalu memudahkan saya untuk memilih menu makan siang. kadang dalam seminggu kerja, perputaran menu ya balik ke itu-itu lagi. kalau tidak padang, ya betawi atau soto mi, tongseng, nasi goreng kambing dan ayam bakar, gado-gado. malahan sekarang alternatif menu berkurang dengan digusurnya amigos.

apa tidak ada alternatif lain? tentu saja ada: bawa dari rumah! what? bawa bekal makan siang dari rumah? lucu ah. kayak ibu-ibu aja. (sejatinya, ada beberapa teman yang membawa bekal. ada yang karena sedang masa pemulihan setelah sakit sehingga harus makan makanan rumah. atau dengan alasan lainnya.) tawaran ini datang dari istri saya. suatu siang, kami cit-cet, ngobrol macam-macam sampai urusan makan siang. "ayah makan siangnya apa?" tanya istri saya. lagi pengin makan yang berkuah makanya beli itu nama makanan sengaja tidak disebut untuk menghindarkan cap yang tidak-tidak :D. lanjut istri saya: "yah, kok makan itu sih. itu kan gini-gitu." ah, gak kok yang ini kelihatannya gak aneh-aneh, saya berusaha mengelak. tambahnya: "kapan ya ayah bisa bawa makan siang dari rumah?" kapan ibu bisa siapin aja. "kalo gitu, gimana kalo mulai besok?" oke, jawab saya.

duh, kebayang deh. bakalan ribet bawa-bawannya. harus beli tempat makan khusus pula. ah, lebay deh. kalau pengin keren memang bekal dibawa dengan ompreng khusus yang harganya tidak murah itu. daripada buang-buang uang, sayapun memilih menggunakan ompreng yang ada. ompreng yang suka dipergunakan nanda saat ia masih di sd. ompreng untuk nasi. dan, lauk-pauk? cukup dimasukkan ke dalam kantong plastik tahan panas. sederhana. gak pakai repot juga. tinggal dimasukkan ke dalam backpack, selesai, beres.

apa sih untungnya bawa bekal? salah satunya adalah tak perlu bingung mikirin menu makan siang. kebersihan makanan pastinya terjamin dong. tak pakai penyedap rasa pula. nasinya pun nasi merah (dicampur dengan nasi putih sebenarnya sih agar tak terlalu keras). empat sehat lima sempurna :D dan, uang makan siang bisa dialokasikan untuk yang lain, semisal beli camilan, gak deng.

tapi, di sisi lain, dengan membawa bekal, istri saya harus bangun lebih awal untuk menyiapkan semuanya. jatah istirahatnya, mau tak mau, dikonversi ke siang hari. bagaimanapun istri saya tetap memerlukan ruang untuk dirinya sendiri. apakah dengan berinternet (yang kadang, hasilnya guglingnya, semisal resep kue, juga untuk saya dan nanda) atau kegiatan yang lain. jazakillah, barakalah ya bu.

Minggu, 05 Desember 2010

mampuslah kau penumpang!

mencermati bahasa indonesia memang mengasyikkan. bila anda membaca judul postingan ini, tentu bukanlah sumpah serapah agar para penumpang mampus. alih-alih demikian, pak mulyo berusaha menerangkan asal mula mengapa penumpang angkutan umum disebut sebagai 'sewa' ketimbang ketimbang dibilang penumpang. lucu juga bila melihat sejarahnya...
MULYO SUNYOTO
Matinya Penumpang
Kompas, Jumat, 3 Desember 2010

Sebuah bus pengangkutan umum berjalan perlahan keluar dari Terminal Kampung Rambutan Jakarta. Di belakang kendaraan itu, dalam jarak sepelempar, seseorang bergegas mengejar bus. Sopir tak menghentikan kendaraannya. Kenek melihat gelagat orang itu lewat kaca spion. Kepada sopir, sang kenek berteriak, ”Ada sewa, ada sewa.”

Sewa, bukan penumpang. Sopir dan kenek kendaraan pengangkutan umum di Jakarta seolah tabu menggunakan kata penumpang menyebut 'orang yang naik kendaraan umum'. Sejak kapan dan mengapa para awak kendaraan umum di Jakarta memilih sewa dan menampik penumpang? Saya tak tahu. Yang pasti, di Sumatera Utara hal itu kaprah belaka.

Namun, saya punya hipotesis mengapa mereka menyingkirkan penumpang dari perbendaharaan bahasa mereka. Di tahun 1980 saya pertama kali menginjak Jakarta. Dua hari saya berpelesir di atas bus kota, yang saat itu populer sebagai bus PPD. Maksudnya, Perusahaan Pengangkutan Djakarta. Dengan tarif Rp 50 sekali naik, sepanjang perjalanan Cililitan-Lapangan Banteng saya manjakan mata mengamat-amati lanskap ibu kota. Hari kedua saya melanglang di atas roda PPD dengan rute lain.

Sebagai pelajar SMA di kota kecil, 1.000 kilometer dari arah timur Jakarta, saya terperangah bukan oleh pemandangan di luar, tapi kejadian di dalam bus! Beberapa kali peristiwa itu berlangsung. Anak-anak SMA menghentikan bus. Mereka naik. Kondektur minta ongkos. Dengan nada datar mereka membalas, ”Numpang, Bang.” Yang disapa Bang melengos dengan muka kecut. Dalam sehari, sepekan, sebulan, setahun, berapa kali para kondektur mendengar kosakata yang masam ini? Itu sebabnya mereka membalas dendam: tak sudi mengucapkan kata itu beserta turunannya. Mampuslah kau penumpang!

Meski bukan linguis, mereka jitu tatkala menemukan sewa sebagai alternatif. Maksud mereka tentulah penyewa. Urusan keringkasan dengan melesapkan awalan, buat mereka, lebih utama ketimbang formalisme linguistik, yang memilah kata dalam kelas-kelas. Bukankah rampok sudah halal dipadankan dengan perampok, meski rompak terasa haram disepantarkan dengan perompak?

Kamus-kamus memaknai sewa sebagai 'pemakaian sesuatu dengan membayar uang'. Frasa kuncinya: membayar dengan uang. Itu berlainan arti dengan tumpang yang menurunkan (me)numpang dan penumpang. Makna tumpang: 'turut, ikut serta, membonceng'. Lazimnya orang yang turut, ikut serta, atau membonceng tak diwajibkan membayar dengan uang.

Kini perkara sewa beralih ke pundak pekamus. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi IV Pusat Bahasa dan Tesaurus Bahasa Indonesia Eko Endarmoko belum menambahkan arti sewa sebagaimana dimaksud para penggunanya. Kalau jumlah kendaraan pengangkutan umum di Jakarta ratusan ribu, sedikitnya ada lebih dari angka itu pengucap kosakata sewa. Sopir, kenek, calo, timer (nah, mereka menciptakan satu lagi makna baru untuk alat pengukur waktu) di ibu kota pastilah pernah mengucapkan sewa untuk arti yang Inggrisnya adalah passenger.

Penggusur penumpang tampaknya tak cuma awak kendaraan umum darat, pramugari maskapai penerbangan swata pun menyapa ”bapak dan ibu terhormat” alih-alih ”penumpang terhormat” saat hendak memeragakan penggunaan perlengkapan keselamatan sebelum pesawat tinggal landas. Bagaimana dengan awak kapal laut? Cepat atau lambat mereka pun sepakat menolak kehadiran penumpang yang hanya bikin perusahaan merugi kalau bukan bangkrut. Penumpang akhirnya terkubur setelah disingkirkan dari matra darat, udara, dan laut. RIP for penumpang.

Mulyo Sunyoto Magister dalam Linguistik

Rabu, 24 November 2010

guru kencing berdiri, murid kencing berlari

Oemar Bakri… Oemar Bakri 40 tahun mengabdi
Jadi guru jujur berbakti memang makan hati
Oemar Bakri… Oemar Bakri banyak ciptakan menteri
Oemar Bakri… bikin otak seperti otak Habibie
Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri

iwan fals guru oemar bakrie
setiap tanggal 25 november di indonesia diperingat sebagai hari guru nasional. apaan sih hari guru? menurut wiki:
Hari Guru adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru, dan diperingati pada tanggal yang berbeda-beda bergantung pada negaranya. Di beberapa negara, hari guru merupakan hari libur sekolah.
apa iya diperlukan hari guru? kalau hanya sekadar seremonial yang dihadiri para petinggi negara (dan biasanya juga mengerahkan para pelajar sebagai penggembira atau menuh-menuhin gedung), rasanya gak perlu diadakan. apalagi kalau setelah itu selesai blas alias tidak ada apa-apa sebagai realisasi daripada apa yang disampaikan para petinggi.

barangkali, yang lebih perlu diperhatikan adalah kesejahteraan para guru. apalagi mereka yang mengajar di tempat-tempat terpencil. yang kadang gajinya 'dirapel' beberapa bulan sekaligus. meski dikatakan ada tunjangan khusus untuk mereka ternyata belum final.

bagaimanapun guru merupakan profesi tersendiri yang tidak semua orang mampu (dan mau menjalaninya). coba klik betapa tidak mudahnya menjadi guru: ini. dan, berapa banyak lulusan universitas negeri (dulu disebut ikip) maupun swasta yang benar-benar memilih mengajar sebagai profesi? tapi, sebaliknya ada juga mereka yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan malah memilih menjadi guru.

selamat hari guru nasional yang jatuh pada hari ini, 25 november, semoga tidak ada lagi oemar bakri-oemar bakri lain atawa 'guru kencing berdiri, murid kencing berlari'.

selamat buat bapak (almarhum) dan ibu (almarhumah) mertua kami yang selama hidupnya menjadi guru secara formal maupun tidak formal hingga akhir hayatnya.

Senin, 22 November 2010

syaratnya selama persedian masih berlaku...

mau tidak mau. percaya tidak percaya. suka tidak suka. sejak bangun tidur hingga menjelang tidur, seakan-akan, kita dikepung oleh iklan. kata orang pinter: ada iklan yang bagus dan juga iklan yang jelek. semuanya bertujuan mengenalkan produk (berupa barang atau jasa). konsumen masa kini barangkali sudah lebih pintar daripada jaman baheula. tapi, tetaplah waspada, karena bahasa iklan amat sangat berbeda dengan bahasa hukum yang tidak dapat ditafsirkan macam-macam...
SAMSUDIN BERLIAN
Bahasa dan Iklan yang Menyesatkan
Kompas, Jumat, 19 November 2010

Iklan tentulah bagus untuk menekan harga serta memulai dan memperbesar usaha. Masalah muncul ketika bahasa iklan tidak lagi sekadar memperkenalkan atau memuji-muji barang dan jasa pengiklan. Ada beragam taktik yang banyak dipakai sekarang untuk menyesatkan pelanggan sehingga membeli barang atau jasa yang tidak sesuai dengan harapannya.

Obral dengan ungkapan up to atau sampai adalah salah satu yang paling umum dijumpai. Diskon up to 70% biasanya berarti bahwa dari 10.000 barang yang ditawarkan, ada 10 yang harganya dipotong 70 persen, 9.990 lagi dipotong kurang dari itu atau tidak sama sekali. Dalam banyak kasus, harga asli pun sudah lebih dahulu dinaikkan sebelum rabat. Ada lagi diskon 50%+20%. Pelanggan yang mengerti aturan penulisan dalam matematika maupun fisika untuk penjumlahan akan mengira ini 70%. Namun, yang dimaksud rupanya adalah 60%, yakni 50% ditambah dengan 20% dari 50%.

Begitu pula sambungan internet up to 1 Mbps—satu juta bit per detik—berarti kadang-kadang kecepatan unduh pelanggan akan mencapai angka itu, tetapi biasanya hanya separuhnya atau bahkan kurang. Apabila pelanggan mengeluhkannya, penyedia ISP selalu beralasan bahwa penyebab kelambatan itu ada di luar kekuasaannya atau kemungkinan besar masalahnya ada pada komputer atau kabel di dalam rumah pelanggan sendiri!

Pembuat perangkat komputer juga sering mencampuradukkan standar dunia komputer (biner atau basis-2) dengan standar metrik (desimal atau basis-10) yang berbeda. Misalnya, kalau Anda membeli cakram keras yang diiklankan sebesar 1 gigabyte (GB), yang Anda dapat biasanya bukan yang seharusnya 1.073.741.824 bytes (B), melainkan 1.000.000.000 B saja. Itulah sebabnya komputer Anda akan menunjukkan, kapasitas cakram keras itu hanya 0,93 GB, kurang 7 persen dari yang diiklankan!

Ada pula biaya tersembunyi atau tersamar. Banyak harga makanan restoran misalnya diiklankan tanpa biaya pajak dan tip wajib, service charge. Operator telepon genggam pandai beriklan tentang harga murah pulsanya, tetapi boleh dikata tidak ada yang menyatakan bahwa harga terendah biaya pemakaian telepon dibatasi oleh masa berlaku pulsa aktif. Apabila harga pulsa senilai Rp 10.000 berlaku selama dua minggu, paling tidak Anda tetap harus mengeluarkan uang sebesar itu setiap dua minggu, sekalipun operator menetapkan biaya panggil dan SMS Rp0!

Barang kemasan pun bisa dipakai untuk menipu. Isi semut kotak gajah. Belum lagi tawaran menggiurkan dengan ”syarat dan ketentuan berlaku” dan jangan lupa, hadiah menawan ”selama persediaan masih ada”.

Dalam banyak kasus, iklan menyesatkan tidak bisa dibuktikan. Namun, iklan berdampak menyesatkan karena memanfaatkan psikologi atau budaya pelanggan itu sehingga ia mengambil kesimpulan yang keliru, tetapi sesuai dengan kehendak pengiklan. Di sinilah peran perlindungan dari lembaga konsumen, DPR, dan pemerintah sangat diperlukan. Yang ini tak perlu studi banding sebab studi banding menyesatkan juga: ”jalan-jalan ke luar negeri dengan uang negara”.

SAMSUDIN BERLIAN Pemerhati Makna Kata

Jumat, 19 November 2010

Pengumuman Penerimaan CPNS

Secara serentak kabupaten di Jawa Timur mengadakan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil mulai tanggal 19 November 2010 ini...... Silahkan mengadu keberuntungan di tahun ini, semoga kejujuran dan keberuntungan menyertai anda.. Amin.......

Google menjadi langkah awal anda untuk mendapatkan informasi akurat mengenai formasi dan tata cara pendaftaran CPNS tahun 2010 ini..... Satu hal yang saya cermati, hasil pencarian google saat ini kurang begitu relevan lantaran banyak situs jebakan yang hanya mengandalkan SERP dari mesin pencari raksasa ini.. Hihihi....

Langkah awal untuk menggapai mimpi anda menjadi seorang abdi negara harus dilalui secara jeli dan penuh kecermatan memilih puluhan situs yang terpampang di halaman pertama mesin pencari Google..... Hihihihihi.....

Selamat berjuang calon aparat negara.... Doa blog biru menyertaimu......... :)

Selasa, 09 November 2010

bocor oh bocor...

atap bocor. urusannya pasti dengan tukang bangunan (plus tukang material juga sih). berurusan dengan tukang biasanya susah-susah gampang. susah dicari saat dibutuhkan. gampang ketemu ketika tak ada pekerjaan. serba salah juga kan jadinya. pas ketemu, pas ada kerjaan kadang ada juga ganjalannya, semisal ongkos belum mencukupi.

suatu saat, penutup lantai alias keramik di ruang tamu mendadak naik karena ada gas (istilah tukang :D). secara ruang tamu adalah tempat lalu lintas orang banyak, mau tak mau harus diperbaiki. sambil mencari tukang, sok-sok-an membuka sendiri keramik yang naik. alhasil, yang ada keramiknya pecah dan jari kena martil. maka kamipun (saya dan istri) berdiskusi, berpikir siapa yang dapat membantu.

bukannya pilih-pilih tebu. kami hanya tak ingin mengulang kejadian yang lalu: tukangnya tak mampu memperbaiki hasil pekerjaannya sendiri. kok bisa? itulah nyatanya. padahal si tukang ini merupakan rekomendasi dari para tetangga: kerjaannya bagus bla bla bla... awalnya, kami hanya ingin memperbaiki bocoran di dinding. tapi, itulah, kalau memperbaiki rumah selalu merembet ke sana dan ke mari. akhirnya total dibongkar semua atap. perkiraan pekerjaan yang hanya satu minggu malah menjadi hampir satu bulan. dalam hati tak mengapalah asal pekerjaannya rapi.

saat si tukang merampungkan pekerjaannya, hujanpun turun deras. bocor? nah, benar sekali. dinding itu kembali kena rembesan bocoran. kebetulan si tukang masih belum ada kerjaan lain. kami panggil kembali untuk minta dia membetulkan kembali. selesai. hujan. eh, bocor lagi. tak kurang dari lima kali datang dan terakhir si tukang angkat tangan bukan ditodong senjata, pastinya tak mampu menambal kebocoran itu.

nah, kalau kejadian seperti di atas lagi kan gak ada bagus-bagusnya. tukang belum dapat juga sementara keramik yang naik semakin banyak. alhamdulillah, ada si abah (demikianlah para tetangga memanggilnya, padahal usianya sih belum terlalu tua) yang punya keahlian memijat tapi sejatinya lebih dikenal sebagai tukang. melihat kenaikan keramik itu, si abah memperkirakan ini dan itu sebagai penyebabnya. ah, daripada panjang lebar ngomong, saya menawarkan si abah untuk menjadi tukang. ia bersedia. nego soal upah kerja. beres.

esoknya ia mulai bekerja dibantu seorang asisten. buat tukang memperbaiki rumah lama sebenarnya lebih banyak resikonya. karena ia harus lebih hati-hati agar bagian lain yang tidak rusak tetap terjaga utuh. dengan begini, pekerjaanpun menjadi lebih lama. tak mengapalah, ini memang konsekuensi yang harus ditanggung pemilik rumah.

selesai urusan keramik, kami menawarkan pekerjaan lain: rembesan di dinding. ketika melihat rembesan itu, rupanya si abah langsung berpikir. kalau dibongkar semua gentengnya akan memakan banyak biaya dan menghabiskan waktu yang lama. lantas ia mengusulkan solusi. sambil menerangkan ini dan itu. saya hanya manggut-manggut sepertinya ngerti, padahal mau belom jelas juga :D. saya hanya berkata: saya sih terima beres aja bah, yang penting gak bocor lagi. si abah manggut-manggut juga.

pak, harus beli bahan ini dan itu buat ini dan itu, kata si abah. saya hanya mengiyakan dan menyediakan uangnya. enaknya, untungnya, alhamdulillah, karena si abah sudah dikenal pemilik toko material bila uang yang kami sediakan ternyata kurang tidak menjadi masalah. boleh ngebon dulu. material lengkap, si abah pun bekerja. selesai kerja, hujanpun turun. alhamdulillah, jadi bisa langsung dilihat hasil kerjanya. wa syukurillah, bocorannya tertutup.

apakah ada yang pernah mengalami kejadian dengan tukang yang tak mampu membenahi pekerjaannya sendiri? mudah-mudahan tidak ya...

Senin, 01 November 2010

Nelpon Murah simPATI Talkmania

Siapa tidak kenal Telkomsel? Sebagai pemimpin pasar telekomunikasi seluler tanah air terbukti telah lebih dari 90-an juta pengguna di seluruh Indonesia, Telkomsel tidak akan lengah dalam upaya tetap mempertahankan predikat tersebut. Hampir 30 ribu BTS Telkomsel hingga pelosok terpencil siap melayani kebutuhan anda... Tak perlu anda ragukan lagi...

Kartu simPATI yang merupakan salah satu andalan Telkomsel mengeluarkan promo terbaru yakni simPATI TALKMANIA... Program yang ditujukan bagi anda yang gemar berkomunikasi suara dengan kerabat, rekan bisnis, teman, pacar atau yang lain. Dijamin anda bakal ketagihan nelpon karena tidak ada quota lagi..... Tak ada batas!

Poin lebihnya program ini adalah komunikasi suara alias telpon murah tidak hanya bagi sesama simPATI atau Telkomsel saja, melainkan bisa dipakai SEMUA OPERATOR.... Ya... Kini anda tak lagi harus pusing untuk telpon lintas operator dengan simPATI TALKMANIA...

Tak usah diragukan lagi simPATI dan Telkomsel memang memanjakan kita dengan coverage yang menjangkau ke pelosok plus dengan kualitas layanan yang sesuai dengan yang kita harapkan... Ibarat mendengar keluhan konsumen bahwa telpon itu mahal, apalagi ke luar operator. Nah, kini hadir program simPATI TALKMANIA yang membuat telinga anda panas dan bibir anda jontor untuk telepon tanpa batas ke SEMUA OPERATOR.


Cara daftarnya sangat mudah. Bagi anda pelanggan simPATI freedom yang aktif mulai 12 Oktober 2010 bisa menghubungi *999*55#... Jadi segera buru kartu simPATI freedom dan manfaatkan paket ngobrol tanpa batas ke SEMUA OPERATOR ini.....

Keterangan lebih lanjut lihat disini..
 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger