Warung Bebas

Rabu, 24 Maret 2010

jamu pangku...

jamunya mas... bu jamu ndak bu...

inilah sapaan khas. sapa seorang perempuan yang menggendong bakul bermuatan beberapa botol yang berisikan aneka jamu. (konon, jumlah botol yang dibawa menandakan status apakah sang penjual sudah menikah atau masih lajang). satu peralatan lagi yang selalu menyertai adalah ember kecil yang dimuati beberapa gelas kecil.


sejak kapan jamu gendong mulai dijajakan? saya belum menemukan data yang pasti. tapi pastinya sejak saya masih anak-anak hingga sekarang saya mempunyai anak, penjaja jamu gendong sudah berkeliling kampung. saya juga pernah mencicipi jamu ini. ikut-ikutan orang tua. saya paling suka minuman yang diberikan setelah meneguk jamu, karena rasanya manis.

obat tradisional asli indonesia ini, berasal dari tradisi kraton, belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal. bahan-bahan pembuatnya juga alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang, buah. namun, ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau tangkur buaya. (jamu khusus sepertinya nih kalau yang menggunakan bagian tubuh hewan yah.)

oh, ya, ibu atau mbak jamu gendong ini, selain membawa botol-botol jamu juga membawa termos air panas dan telur ayam (katanya sih) kampung. loh, kok bawa termos segala? air panas digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan jamu seduhan. karena tidak semua pembeli suka jamu botolan itu. telur? buat didadar, ya gak lah. buat campuran jamu seduhan itulah.

jamu apa saja yang dijual? umumnya ada delapan macam, yaitu beras kencur, kunyit asem, sinom, cabe puyang, pahitan, kunci suruh, kudu laos, dan uyup-uyup. masing-masing mempunyai khasiat tersendiri. misal, beras kencur dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. dan, seterusnya, silakan baca di sini.

dalam perkembangannya, jamu gendong ini tidak selalu digendong, kadang ada juga yang didorong pakai gerobak kecil. atau dikayuh bersama sepeda. mungkin untuk memperluas pasar. atau, menghindarkan pinggang pegal karena kelamaan menggendong bakul? entahlah. dan, sampai kapan akan bertahan di tengah semakin banyaknya jamu yang dikemas secara modern serta dipromosikan dengan gencar? (oh, ya, sebelum diprotes, jamunya tidak digendong tapi dipangku :D)

anda suka minum jamu?

0 komentar em “jamu pangku...”

Posting Komentar

 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger