Warung Bebas

Rabu, 14 Maret 2007

si merah bikin sesak...

domestik"engga bisa, jangan parkir di sini," nada setengah teriak. "kalo gak di sini parkir dimana?" vokal tak kalah tinggi. "parkir disini asepnya masuk rumah," nada masih setengah teriak. "tutup dong pintunya biar asepnya gak masuk," vokal masih tinggi juga.

saya yang berada dalam rumah dan sedang asyik-masyuk dengan koran jadi bertanya-tanya. apa urusannya tetangga sebelah dan seberangnya jadi seperti sedang a cappella. untunglah tak perlu investigasi mendalam untuk mencari penyebabnya. ternyata biang keladinya adalah si mobil merah itu.

rupanya pemesan mobil merah meminta mobil itu diparkir di depan rumahnya. untuk bekerja (mengambil limbah domestik itu) si mobil merah ini harus memakai mesin penyedot yang mengeluarkan asap bak bajaj tak pernah diurus. tetangga seberang jadi berang karena asap mesin masuk ke dalam rumahnya.

salah si mesin? tunggu dulu. seperti kebanyakan rumah di btn (bangunan tidak normal :d) renovasi boleh dilakukan sesuka hati. rumah bapak seberang itu tak ada lagi halamannya. semua jadi ruangan. halaman jadi ruang tamu. makanya mau tak mau asap leluasa bertamu.

sementara mesin itu mau tak mau harus dioperasikan. kalau tidak, urusan si bapak vokal tinggi bisa panjang karena 'deposit tanker'nya sudah penuh. ada yang usul: malam hari dong operasinya. tak mungkin ini. jam kerja mereka pagi hari paling sampai sore. pagi atau sore, asapnya sama saja: menyesakkan. ada usul? biar tak muncul lagi grup a capella dadakan. dan, tetangga rukun satu sama lain.

0 komentar em “si merah bikin sesak...”

Posting Komentar

 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger