Warung Bebas

Jumat, 03 Agustus 2007

pindah lagi ya...

memasuki sebuah dunia (yang sebenarnya tidak) baru memang tidak menyenangkan. inilah yang harus dialami nanda dengan sekolah barunya. sekolah baru? ya, sekolah baru. hari ini merupakan hari ke lima nanda bersekolah di sebuah sekolah dasar negeri. dan, ini merupakan kepindahan yang ke dua kali dalam kurun waktu hampir enam tahun nanda bersekolah. (kalau dipikir-pikir, 'sadis' juga ya ibu dan ayahnya nanda. buat anak kok coba-coba :d).

banyak yang bertanya-tanya dengan kepindahan ini. tetangga juga berpikir ada apa dengan nanda. di sekolah (lamanya), konon, berhembus kabar angin bahwa nanda keluar karena 'gini dan gitu'. apalagi pindahnya ke sekolah dasar negeri. sekolah yang kadang dipandang sebelah mata. sekolah yang sering diberitakan gedungnya amburadul. sekolah yang mutunya dianggap lebih rendah (namun dipakai untuk numpang ujian akhir oleh sekolah swasta -- yang konon lebih tinggi mutunya tapi tidak dapat menyelenggarakan ujian sendiri karena tidak atau belum mempunyai ijin dari depdiknas). dan, berbagai predikat lain yang diberikan. tapi, biarlah itu semua berlalu bersama sang waktu yang tak pernah berhenti berdetak.

berbagai penyesuaian harus dilakukan nanda di sekolah barunya. secara ia terbiasa dengan sekolah swasta. oh, ya, ke belakang sejenak, mengapa kami memilih sekolah swasta? karena kami ingin nanda belajar tanpa tekanan dengan banyak pekerjaan rumah dan sistem drilling. (beberapa sekolah swasta sebenarnya ada juga yang memakai sistem ini).

pilihan pun jatuh ke sekolah swasta dengan sistem pembelajaran alternatif. dimana, belajar seperti bermain-main. pekerjaan rumah hampir tidak ada, kecuali saat libur panjang. jumlah siswa di kelas paling hanya 24 orang dengan dua orang guru. ini sebuah pilihan sadar yang penuh risiko karena umumnya sekolah model ini belum (atau tidak) mempunyai ijin operasional dari departemen pendidikan nasional. tapi kami bergeming meski banyak yang mempertanyakan pilihan ini.

sekarang di sd negeri, nanda harus menggunakan seragam (putih-putih, putih-merah, rompi-putih-merah, pramuka, olahraga). warna sepatu pun harus hitam (alhamdulillah mereknya bebas :d). buku catatan juga harus rapi, tidak boleh di-gambar-in. ada piket membersihkan kelas. ada juga buku paket yang tiap hari harus dibawa. hari sabtu pun tetap sekolah. semuanya memang jadi teratur. (namun tidak berarti di sekolah swasta tidak teratur. peraturan tentu saja ada. hanya saja lebih luwes.)

nanda pun harus membiasakan diri dengan tiga puluh delapan teman baru di kelasnya. ia pun harus terbiasa dengan hiruk-pikuk teman-temannya saat bersenda-gurau. pun dengan keributan di ruang kelas yang dapat mendadak sontak menjadi sunyi manakala guru memasuki kelas. juga dengan om ojek yang mengantar-jemput.

sungguh ini bukan sekadar masa transisi dari swasta ke negeri. bukan pula melebih-lebihkan kalau ini merupakan masa paling sulit bagi nanda untuk menyesuaikan diri. betapa tiba-tiba perutnya menjadi mual saat ia dijemput om ojek. dua sungai kecil pun mengaliri wajahnya. melihatnya hati bagai diiris. kalau sudah begini, mau tak mau, jam keberangkatan ke kantor pun harus ditunda. alhamdulillah, jam kerja saya cukup luwes.

adalah bundanya yang demikian sabarnya menghadapi hal-hal semacam ini sejak dulu. sementara sesabar-sabarnya bapaknya, tetap saja berbeda. alias gak sabaran. (dunia lelaki memang berbeda dengan dunia kaum hawa. lah iyah lah om :d).

jalanmu masih panjang anakku. bermimpi tentu boleh. tapi janga terlena. sementara masa depan belum lagi kita ketahui rupanya. sekarang ini merupakan saatnya kau belajar lebih banyak tentang dunia yang nyata. tak perlu tergesa-gesa. berjalan perlahan namun yakinlah dengan segala langkahmu. ibu dan ayah hanya dapat mendoakan dan tut wuri handayani. dan, jangan pernah keluar dari jalur-nya. insya allah semua menjadi tabungan untuk ukhrowi kelak. amin.

pemutakhiran: pindah pertama karena konseptor sekolahnya keluar dan masuk investor baru yang otomatis mengubah juga konsep sekolah. pindah kedua karena kami menginginkan nanda mempunyai lebih banyak kesempatan saat meneruskan smp karena wilayahnya sama-sama di depok. kalo pindahnya nanti setelah lulus sd, sementara sekolahnya yang menumpang ujian di sd negeri terdekat masuk rayon jakarta selatan, urusannya repot bin sulit.

0 komentar em “pindah lagi ya...”

Posting Komentar

 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger