Warung Bebas

Rabu, 26 Desember 2007

bimbel (bisa bikin) sebel...

++ halo, bisa saya bicara dengan orang tuanya nandana?
== saya orang tuanya...
++ oh, selamat pagi pak, saya fulanah dari bimbel bla-bla...
== bimbel?
++ iya pak, bimbingan belajar bla-bla yang di jalan abc...
== oh, yang di ruko itu yah. ada apa bu?
++ saya mau mengabarkan pak bahwa nanda dari try out yang pernah kami adakan masuk di jajaran sepuluh besar dari sejumlah anak yang ikut...
-- oh, gitu. nilainya bisa saya dapatkankah?
++ bisa pak, bapak datang saja ke tempat kami. selain itu, nanda juga mendapatkan voucher senilai xxx rupiah yang bisa dipakai untuk mengikuti persiapan ujian di bimbel bla-bla...
== oh, nanti saya ke bla-bla
++ bapak bisa datang hari senin, selasa atau rabu...
dan, saya tidak pernah datang ke bimbel bla-bla :d. salah alamat si mbak itu. hari-hari belakang ini para ortu memang lagi disibukkan dengan urusan ujian akhir. entah di tingkat sd, smp atau sma. tahun ini tingkat sd, yang awalnya digembar-gemborkan akan ada un alias ujian nasional, diubah menjadi untus. hah? iya, ujian nasional yang terintegrasi dengan ujian sekolah. lewat untus, lulus tidaknya seorang murid ditentukan oleh sekolah. dan, berita lengkapnya silakan minta tolong paman google saja yah.

let's forget untus. yang mau saya omong-omong-kan ya si bimbel tadi yang hari-hari belakangan ini sedang menangguk rejeki dari para ortu yang ketakutan atau ingin anaknya lulus ujian. lewat spanduk, selebaran dan try out yang harus bayar dan sepertinya dilakukan pihak sekolah, para bimbel bergerilya menakuti para ortu bahwa dengan mengikuti bimbel dijamin anaknya lulus ujian. agak menyesatkan kalau tidak ingin dibilang menyesatkan.

padahal dengan sistem belajar di sd negeri yang model drilling, mestinya sih anak tinggal mengulang pelajaran di rumah dengan bantuan orang tua tentunya. bimbel, bagi saya pribadi, berguna buat siswa yang benar-benar kurang pengetahuannya atau anak yang tidak pernah belajar. di bimbel itulah si anak belajar. bagi anak-anak yang pengetahuannya sudah mumpuni, ya tidak usah ikut bimbel dong.

dan, kalau melihat anak yang ikut bimbel kok saya kasihan. karena biasanya bimbel dilakoni sehabis jam pelajaran sekolah. kapan ya si anak istirahat. ah, setiap ortu pasti punya cara tersendiri dalam menangani putra-putrinya. cara saya belum tentu cocok untuk orang lain. begitu pula sebaliknya.

jadi ikut bimbel?

sampai jumpa di tahun muka dengan segudang harapan yang insya allah memberikan kebaikan semata, amin.

0 komentar em “bimbel (bisa bikin) sebel...”

Posting Komentar

 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger