Warung Bebas

Jumat, 07 Desember 2007

menindas turun-temurun...

bos kecil mendatangi.
"besok jangan lupa ya pak," sambil senyum-senyum
'ada apaan?' menolak halus
"besok supervisi recording ditemenin si fulan," masih berusaha senyum
'recording?' kura-kura dalam perahu
"iya pak, cuma tagline kok," senyum mulai kecut
'tapi pak saya masih ada kerjaan lain,' menolak mulai kasar
"ya sudah nanti saya lapor ijin sama bos bapak," makin kecut senyumnya

tak lama. langkah kaki menuju meja. bos besar.
"pak, besok tolongin saya," senyum penuh kemenangan
'tolong?' berusaha senyum juga
"iya pak, recording...,"
'tapi saya masih ada kerjaan itu,' menghindar
"ah, itu sih nggak usah dikerjain dulu," setengah memaksa

esoknya. bawahan si bos kecil mendatangi.
"kita berangkat jam berapa," sekadar mematuhi perintah bos kecil
'kamu tahu tempatnya,' agak kesal
"driver fulan juga tahu," jawaban ngasal
'kamu tahu tidak,' mulai naik
"kan ada petanya," masih ngasal
'terus kamu sudah tahu, kita mau recording apa?'
"lho, bukannya udah dikasih tahu kemaren," gak tahu, ngeselin
'kamu telpon si bos kecil. tanyain apa yang mau dikerjain,' kesel, pengin marah
"recording cuma tagline aja kok," setelah menelepon bos kecil
'bagian atas di-take juga gak?' makin kesel.
"nggak tahu," sekadar menjeplak
'telepon lagi si bos kecil,' muntab rasanya.
semakin tinggi jabatan semakin besar kekuasaan menyuruh 'meminta' tolong kepada yang di bawah. bos besar kepada bos kecil. bos kecil turun kepada bukan bos. akhirnya bukan bos menindas yang dibawahnya dan berlaku seperti bos. cape deh.

0 komentar em “menindas turun-temurun...”

Posting Komentar

 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger