Warung Bebas

Selasa, 11 Desember 2007

fulan atau fulanah ssszh...

Seorang "yang dituakan" di sebuah daerah marah-marah, setidaknya kesal karena ia dipanggil dengan namanya saja, tak didahului oleh sebutan haji. Ia ingin namanya diperpanjang dan sudah pula diumumkan lewat kenduri sebelum dan sepulang dari ibadah haji tahun lalu. Dalam surat undangan pun sudah ditulisnya dengan jelas gelar barunya itu. Ia dan istrinya mencantumkan gelar H dan Hj di kartu undangan selamatan. Sudah puluhan juta, mungkin mencapai 67 juta rupiah uangnya habis untuk biaya ke Mekah dan biaya kendurinya berdua. Bayang-kan uang sejumlah itu setara dengan biaya kuliah S-1 di universitas swasta kelas menengah.
tadi pagi menjelang mandi, nanda antara serius dan bercanda, berdialog dengan ayahnya:
nanda: yah, haji itu kan gelar ya?
ayah: iya mas...
nanda: tapi, kayaknya cuma ada di indonesia ya yah?
ayah: pura-pura berpikir keras hmmm, sepertinya gitu mas...
nanda: haji itu kan tandanya seseorang sudah menunaikan salah satu rukun islam ya yah
ayah: iya, rukun islam yang ke-lima...
nanda: berarti kalau dia sudah bersyahadat, sholat lima waktu, shaum di bulan ramadhan, berzakat dan berhaji, nanti gelarnya s(yahadat), s(holat), s(haum), z(akat) dan h(aji) dong yah...
ayah: kalau laki-laki dipanggilnya bapak fulan ssszh...
nanda: panjang sekali namanya ya yah... dan, inilah sambungan dari kutipan di atas, yang lengkapnya silakan klik ini
Kalau mahasiswa yang lulus berhak mengenakan gelar sarjana, misalnya S.T, S.Si, S.H, dll lalu mengapa dia yang sudah mengeluarkan biaya besar ke luar negeri, ke Arab tak dihormati dengan gelarnya itu? Inginlah dia mendengar tetangganya memanggilnya dengan Haji Fulan, Hajah Fulanah.
selamat menunaikan ibadah haji kepada para calon jemaah hai indonesia. semoga kembali ke tanah air tidak kekurangan suatu apapun dan insya allah menjadi haji mabrur, amin.

0 komentar em “fulan atau fulanah ssszh...”

Posting Komentar

 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger