Warung Bebas

Selasa, 11 Desember 2007

Odong-Odong

JANGAN BIARKAN ANAK ANDA SENDIRI



Jika anda tidak ingin bernasib malang seperti apa yang dialami oleh teman saya ini, janganlah coba-coba meninggalkan anak anda sendirian dalam bermain odong-odong ini dan mengacuhkan anak anda dengan menyibukkan diri dengan kegiatan yang lain. Kalau tidak maka hasilnya adalah sesuatu hal yang sama sekali tidak terduga akan menghampiri anda. Bisa jadi anda akan terperanjat dengan hal ini.

Singkat cerita, kedua orang tua dari seorang bocah yang tak lain adalah teman saya sendiri itu sedang sibuk dengan kegiatan di rumahnya dan meninggalkan anaknya sendirian tanpa pendampingan dari mereka. Nah karena saking sibuknya maka si ibu tadi menyuruh anaknya bermain-main diluar rumah saja agar tidak menganggu mereka berdua. Dasar anak kecil disuruh bermain di luar ya mau aja dong ya... Hehehehe...

Bersama teman-teman sebayanya, sang bocah pun menemukan kembali dunianya setelah ditelantarkan di rumahnya tadi oleh orang tuanya yang sedang sibuk. Berlarian kesana kemari. Dan saat si anak sedang asyik masyuk bermain-main dengan teman-temannya itu tiba-tiba dari ujung jalan sana muncullah seorang pengayuh odong-odong lewat didekat area bermain si bocah dan teman-temannya tadi. Pikiran sang bocah tadi pun tergelitik untuk mencoba permainan kuda-kudaan goyang genjot itu. Sepertinya menarik dan boleh dicoba.

Dan tanpa pikir panjang dipanggillah bapak tukang odong-odong itu oleh si anak kecil itu tadi. Bersama dengan tiga temannya yang lain, ia pun langsung naik pada kuda-kudaan tersebut. Si pemilik odong-odong pun memutar tape usang miliknya dengan lagu-lagu khas anak-anak seperti balonku ada lima, cicak cicak di dinding, dll sambil memulai genjotan pada pedal sepedanya tersebut.

Sekali, dua kali, tiga kali sampai sepuluh kali lagu pun habis berputar. Si anak kecil pun riang dan senang bukan kepalang tiga puluh menit berada di atas genjotan kuda-kudaan itu. Dalam hati pun si tukang odong-odong senang bukan main. Mendapatkan rejeki nomplok dong. Hitung saja, tarif sekali lagu per kepala adalah 2000 rupiah. Kalikan empat orang berarti tarif sekali lagu berputar adalah 8000 rupiah. Dikalikan lagi 10 menjadi Rp 80.000!!

Si anak pun berlari menuju rumahnya dan berkata kepada ibunya, "Ma, delapan puluh ribu," sambil menunjuk ke arah tukang odong-odong. Dengan muka merah padam si ibu pun terpaksa memindahtangankan uang Rp 80.000 ke bapak odong-odong.

Moral cerita ini adalah bisnis odong-odong itu ternyata menjanjikan ya....!! Lho? &$^&#@*&%$@#$#

0 komentar em “Odong-Odong”

Posting Komentar

 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger