Warung Bebas

Rabu, 10 Desember 2008

ujian sim di depok, resmi, gak nembak

kalo mau bikin sim lewat jalur resmi dong... hmmm, mentang-mentang lulus ngasih tahunya gitu :d. jujur aja, saya tuh paling segen berurusan dengan yang namanya pegawai negeri (termasuk pak polisi juga dong). urusan manjang-manjangin ka-te-pe biasanya istri saya yang mengurus. nah, kalau saja, urusan s-i-m bisa diwakilkan saya akan memilih jalan itu.

kenapa gak nembak aja? tanya tetangga sebelah. kalo bisa, seturut dengan urusan segan di atas, saya udah langsung nembak. masalahnya adalah bukan sekarang sudah tidak jaman nembak, tapi ada citra yang digelar Direktorat lalu - lintas Polda Metro Jaya:
dalam upaya membenahi diri dan memberikan pelayanan kepada masyarakat semaksimal mungkin, mulai Senin, 1 hingga 12 Desember 2008...
(kalau berita yang saya kutip benar adanya, berarti ini melanjutkan operasi sebelumnya yang dilangsungkan di bulan november).

mau tak mau sayapun ke polres depok untuk urusan surat ijin ini. cuaca mendung plus rinai gerimis di pagi hari tadi sempat menyurutkan langkah saya. ditambah lagi dengan aneka cerita yang pada intinya biarpun lulus ujian teori bisa-bisa dibilang gak lulus karena petugasnya iseng. dan, berkali-kali pula harus mengulang. belum prakteknya pakai motor oglek-oglek alias seadanya. duh, gusti.

ragu-ragu juga saya ketika mengayunkan langkah. saat lewat di mapolres depok, loh kok, masih apel pagi. padahal saya sudah menghitung-hitung waktu berangkat agar setibanya di sana langsung masuk. rupa-rupanya, ada acara siraman rohani, jadi waktu apel melar. sekitar setengah sembilan saya melangkah masuk. basa-basi bertanya sama petugas tempat ujian sim. jawabnya: bapak sudah tes kesehatan belum? ya blom lah pak. "bapak tes kesehatan dulu di itc," sambungnya,

saya pun ke seberang polres depok. tak perlu bertanya pun sebenarnya tak akan kesasar karena banyak yang mengarah ke sana. tapi, saya sok dan kebanyakan basa-basi bertanya lagi sama pak satpam. "itu pak di ujung sebelah kanan, nomornya kalau tak salah 32," jawabnya ramah.

serahkan fotokopi katepe (siapkan saja beberapa lembar fotokopi katepe, gak usah seratus, lima cukup) dan bayar biayanya rp 15.000,00. naiklah ke atas dan antre (ini yang susah dijalani) untuk periksa tensi plus tes mata macam di optik dan satu lagi tes buta warna (agar anda dapat membedakan warna lampu lantas :D). selesai tes pindahlah ke ruang dokter yang akan menandatangani hasil tes. di segmen ini, rasa-rasanya semua calon lulus.

lalu menyeberang kembali ke mapolres. loh, pintu gerbangnya ditutup lagi? ealah. untung pintu provost dbuka. jalan saja ke dalam. papan petunjuk takkan membuat kita tersesat. hmm, karena dibagian informasi sim yang jaga seorang polwan, saya tanya-tak-bertanya lagi :P. nah, ujian sudah dimulai dari sini.

langkah pertama bayar biaya pembuatan sim baru (a atau c sama) rp 75.000,00. pindah ke loket asuransi di sebelahnya dan bayar lagi rp 15.000,00. nah, jangan sampai hilang tanda terimanya karena akan ditukar dengan kartu asuransi. lantas isilah dengan lengkap dan benar formulir pendaftaran. kalau bingung tanya sebelah anda atau lihatlah di contoh yang ada yang dipampangkan di dinding. jangan salah mengisi nanti anda rugi sendiri.

selesai diisi serahkan ke loket pendaftaran dan tunggu sampai ada panggilan untuk ujian tertulis. sambil menunggu, ngobrol dong ah dengan sebelah :d. duh, bikin hati ciut lagi. tetangga ini sudah mengulang ujian tertulis untuk yang ke-empat kali dan hari ini ia gagal lagi. deg-deg-an juga jadinya. tapi cuek dan yakin aja deh. belum dicoba kok.

ujian tertulis dimulai. jumlah soal 30, waktu pengerjaan 20 menit. maksimal salah adalah 12. kalau salah 13 seperti tetangga di atas, silakan mengulang bulan depan. alhamdulillah saya betul 20. (soal-soal ujian bisa diujicoba di sini. tapi jangan terpaku dengan yang ini saja. karena soal ujian sim a dan c sama, maka soalnya merupakan paduan untuk dua jenis sim itu. ada soal lain tapi saya lupa situsnya, nanti saya posting kalau sudah ketemu.) selesai lantas dipanggil pak polisi untuk mengisi form lagi dan disuruh menunggu di tenda biru (kayak kawinan. karena sama-sama berwarna biru, saya sampai salah duduk di bawah solar tuff:D). tenda biru ternyata ada di atas, untuk ujian praktek.

di lapangan sudah tersedia motor bebek, bagus kok gak oglek-oglek, untuk ujian. pertama kita diharuskan zig-zag tapi tidak boleh menjatuhkan kayu pembatas (lebar di antara pembatas sekitar 80cm-an) dan menurunkan kaki. zig-zag diteruskan memasuki lingkaran dan berputar dua kali dalam lingkaran. alhamdulillah saya lewati semua. dengan mudah? gak lah. wong naek motor bebek baru kali tadi. dulu, dulu banget, naeknya er-ex.

mereka yang lulus disuruh turun kembali untuk foto. menunggu lagi. sekitar sepuluh menitan. nah, disini ada kesempatan untuk meralat ejaan nama atau data diri yang salah. kalau semua benar, sidik jari jempol kiri dan kanan akan dipindai. juga tanda tangan. terakhir bergayalah segagah mungkin (atau semanis banget) ketika difoto. tunggu sebentar surat ijin mengemudi selesai dicetak.

berapa lama waktu yang dihabiskan? sekitar seratusduapuluh menit. biayanya? seratuslimaribu rupiah saja. gak ada biaya siluman atau uang rokok. koneksi? sepanjang yang saya lihat sih tidak ada. semua proses transparan. masih mau nembak? jangan dong. saran saya, jangan segan atau ragu untuk untuk praktek. meski anda sudah terbiasa menaiki motor atau membawa mobil, saat ujian praktek ceritanya bisa jadi lain. oh, ya, untuk sim-c boleh menggunakan motor sendiri, kalau terbiasa menungganggi harley monggo dibawa hdnya.

nah, bagi para blogger yang belum punya sim (atau sudah expired) tapi sudah wira-wiri naik motor atau mobil, sebaiknya ujian sim. bagaimanapun lebih nyaman dan aman berkendara dengan sim. (oh, ya, saran saya, sebaiknya petugas yang melayani adalah polwan. selain lebih indah dipandang, halah, biasanya kaum lelaki gak berani macem-macem atawa malu kalo mau macem-macem.)

0 komentar em “ujian sim di depok, resmi, gak nembak”

Posting Komentar

 

Ganator Blog's Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger